Manusia Pertama yang Mengelilingi Dunia adalah Orang Indonesia, Ini Sosoknya

Sep 08, 2021 12:23
Manusia pertama yang keliling dunia (Foto: Cendana News)
Manusia pertama yang keliling dunia (Foto: Cendana News)

JATIMTIMES - Siapa manusia pertama yang mengelilingi dunia menjadi salah satu pertanyaan yang membuat orang penasaran. Jika dicari di mesin pencarian, banyak yang menyebut nama Ferdinan Magellan atau Juan Sebastian Elcano sebagai orang yang pertama kali mengelilingi dunia. 

Mereka adalah 2 orang pelaut dari Portugis dan Spanyol yang melakukan ekspedisi untuk mencari rempah-rempah di Nusantara pada abad ke-15. Namun ternyata manusia pertama yang berhasil melakukan perjalanan laut mengelilingi bumi adalah orang Indonesia. 

Orang tersebut berasal dari Maluku bernama Enrique Maluku.  Orang tersebut juga memiliki nama Enrique el Negro (Spanyol), Henrique el Negro (Portugal), Enrique de Malacca, Enrique de Molucca atau Enrique Maluku. 

Hal ini disampaikan oleh presenter kondang Helmy Yahya dan Reinhard R. Tawas dalam buku yang berjudul 'Pengeliling Bumi Pertama adalah Orang Indonesia- Enrique Maluku' yang terbit pada September 2014 lalu. 

Disebutkan bahwa Enrique kala itu merantau dari Maluku ke Malaka pada tahun-tahun saat Alfonse D'Albuquerque menaklukkan Malaka yakni pada 1511. Salah satu kapten Alfonse yaitu Ferdinand Magellan kemudian menemukan Enrique dan membawanya ke Portugis. 

Sejumlah sumber mengatakan bahwa Enrique merupakan budak yang kemudian dibawa oleh Magellan. Namun sumber lain menyatakan Enrique direkrut Magellan sebagai asisten atau penerjemah karena kemampuannya dalam sejumlah bahasa, termasuk bahasa Portugis, Spanyol dan bahasa-bahasa di Nusantara serta Melayu.

Perjalanan atau rute pertama Enrique dalam mengelilingi bumi dimulai saat ia meninggalkan Amboina pada 1503. Kala itu Enrique masih berusia 10 tahun sebagai pengangkut biji pala dan cengkeh dari Banda Neira dan Amboina.

Sebelum sampai ke Malaka, Enrique kemungkinan juga singgah di sejumlah kota pelabuhan seperti Singapura dan Palembang. Oleh sebab itu, Magelhans lebih senang menyebut Enrique dari Zamatra (Sumatera) ketimbang Maluku meski kulitnya hitam legam.  

Setelah berangkat dari Maluku menuju Malaka dan dibawa ke Eropa oleh Magellan, Enrique melanjutkan perputaran mengitari bumi dari Eropa sampai ke Filipina melewati  Argentina dan Guam dalam ekspedisi laut. Seetelah sampai Cebu pada 7 April 1521, ia sudah melengkapi 360 derajat mengitari bumi. 

Sedangkan Elcano baru dapat menyelesaikan memutari 360 derajat bumi pada 6 September 1522 setelah kembali ke Sanlucar de Barrameda. Sementara Magellan bahkan tidak sampai tuntas 360 derajat setelah akhirnya tewas di Filipina.

Namun sayang, tidak ada sumber yang menyebutkan siapa nama asli Enrique tersebut. Nama Enrique yang disematkan oleh Magelhans kemungkinan berasal dari Henry (Henrique, Enrique) yang saat itu populer di Eropa.

Disebutkan pula, berkat Enrique, Magellan berhasil mendapatkan persetujuan dari Raja Spanyol Charles I untuk melakukan ekspedisi mencari pulau rempah-rempah. Saat itu, Enrique bisa meyakinkan Charles I mengenai rute menuju Nusantara dan menceritakan kondisi di Maluku, pulau penghasil rempah-rempah yang dicari oleh bangsa Eropa.

Untuk diketahui, sumber yang menjadi rujukan penulisan buku itu adalah catatan perjalanan tim ekspedisi Alfonse Magellan yang ditulis oleh Antonio Pigafetta yang tersimpan di Universitas Yale. Selain itu terdapat pula laporan yang ditulis Maximimillanus Transylvanus yang mewawancarai 17 awak kapal sisa ekspedisi Magellan yang kembali ke Spanyol.

Laporan yang dicetak pada 1523 memiliki judul "De Moluccis Insulis" ditulis Maximillianus yang saat itu menjadi pembantu Kaisar Takhta Suci Roma Charles V (1519-1556). Catatan Pigafetta dan Transylvanus menyebutkan bahwa Agelhans dibantu oleh asisten asal Sumatera yang dipanggil Enrique de Malacca atau Enrique del Negro (Enrique Maluku). 

Namun, pada 1953, novelis Malaya Harun Aminurrashid mengklaim bahwa Enrique berasal dari Malaya (Malaysia berdiri 1963). Bahkan ia juga diberi gelar "Panglima Awang". 

Seperti diketahui, saat ini nama Panglima Awang dijadikan nama jalan di daerah Shah Alam, Selangor, Malaysia. Dikatakan bahwa Enrique kembali ke Malaka setelah ditinggal oleh Elcano, di Cebu, Filipina. 

Kendati demikian, Aminurrashid juga menyebutkan bahwa Enrique Maluku adalah orang Malaya yang berasal dari Sumatera. Klaim lain datang dari Filipina, yakni dari Carlos Quirino yang merupakan pakar sejarah dan penulis Filipina. 

Klaim itu dengan argumentasi bahwa Enrique bisa langsung berkomunikasi dengan penduduk asli saat ia sampai di Cebu. Padahal dari catatan Pigafetta menjelaskan bahwa Enrique hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa melayu dengan Raja Humabon, penguasa Cebu. 

Bahasa Melayu kala itu merupakan bahasa Internasional yang bahkan dipakai hingga Madagaskar dan Pula Easter di Samudera Pasifik. Satu argumentasi yang menguatkan bahwa Enrique berasal dari Maluku yakni catatan kamus yang dibuat oleh Pigafetta. Dari 460 kata yang ada dalam kamus itu, hanya 160 yang bukan bahasa Melayu. 

Di dalam kamus tersebut juga banyak kosakata yang berasal dari Maluku. Catatan itu dibuat setelah Pigafetta dan Enrique berinteraksi selama 18 bulan dalam perjalanan.

Topik
panglima awangmengelilingi bumitokoh pengeliling duniahari radioTokoh IndonesiaPDI P Gresiksejarah indonesia
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru