Jangan Sampai Terucap, Doa Seperti ini Dilarang Allah dan Rasulullah SAW

Sep 01, 2021 09:29
Ilustrasi berdoa (Istimewa)
Ilustrasi berdoa (Istimewa)

JATIMTIMES - Doa tentunya merupakan bagian penting dalam memohon kepada Allah SWT. Secara terminologi Doa merupakan sebuah permohonan dari seorang hamba yang ditujukan kepada Allah SWT. Doa adalah inti ibadah yang mendalam untuk mendapatkan karunia-Nya berupa kebaikan dan Rahmat disertai sikap merendahkan diri dan mengangungkan Dzat. 

Doa berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti permintaan atau permohonan. KH Ahmadi Isa pada bukunya yang berjudul Doa-Doa Pilihan menjelaskan pengertian doa menurut bahasa dan istilah. Menurut bahasa doa adalah permintaan dan permohonan. Sedangkan, menurut istilah doa adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dalam memohon keinginan dan meminta dihindarkan dari hal yang dibenci.

Dari channel Ensiklopedia Al Fatih dijelaskan, hakikat dari doa ialah ekspresi ketidakberdayaan seseorang hamba di hadapan Tuhannya. Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk senantiasa berdoa pada-Nya.

Allah SWT berfirman, "Dan Tuhanmu berfirman : "berdoalah kepada-ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina Dina" (QS Al Mu'min :60).

Perintah Allah SWT tersebut merupakan wujud kasih sayang kepada hambaNya, karena dengan berdoa seorang hamba dapat berinteraksi langsung dengan Tuhannya. Doa seorang hamba merupakan sarana berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan berdoa niscaya seorang hamba akan merasa selalu bersama-Nya. 

Berbicara tentang doa, dalam channel Ensiklopedia Al Fatih juga dijelaskan, bahwa terdapat doa-doa yang memang dilarang diucapkan oleh Allah maupun para Nabi.

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah SAW pernah melarang sahabatnya dengan lafadz demikian,"Wahai Allah ampunilah aku jika engkau berkenan, dan rahmatilah aku jika engkau berkenan". Lafadz doa seperti ini justru merupakan bentuk penghinaan kepada Allah SWT. Sebab, dengan berkata jika engkau berkenan, seolah-olah Allah SWT tidak berkenan mengampuni atau menganugerahi Rahmat hamba-Nya.  

Padahal sifat Allah adalah maha pengasih dan maha penyayang. Dijelaskan dalam hadits Qudsi, bahwasanya kasih sayang Allah SWT mendahului murkanya. Maknanya ialah Allah SWT lebih suka menyayangi dan mengampuni hambanya ketimbang memurkainya. 

Maka dari itu tidak pantas bagi seorang hamba berdoa dengan berkeyakinan, bahwa Allah tidak akan mengabulkan doanya atau berprasangka bahwa Allah tidak merahmati atau mengampuninya. Sebagai seorang hamba, harus meyakini bahwa Allah selalu mengasihi dan menyayanginya selama ia taat beribadah kepada-Nya. Wallahualam Bissawab (Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya).

Topik
Rasulullah SAWfilm petualanganKisah Idul Fitridoa
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru