Penghulu Viral Berikan Pesan Nikah dengan Gaya Khas, Ternyata Kepala KUA Lowokwaru

Aug 30, 2021 20:06
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Anas Fauzie (51) saat ditemui di ruangannya, Senin (30/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Anas Fauzie (51) saat ditemui di ruangannya, Senin (30/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Akhir-akhir ini warganet ramai membicarakan tentang seorang penghulu yang kerap kali saat memimpin jalannya prosesi akad nikah mengundang gelak tawa pasangan calon pengantin maupun keluarga mempelai. 

Ketika ditelusuri lebih dalam, dia merupakan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Ustaz Anas Fauzie (51). Ia telah 12 tahun menjadi penghulu dan sudah banyak pasangan suami istri yang dinikahkan oleh dirinya. 

Pria yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Rozzaq, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini menyampaikan, cara dirinya dalam memimpin jalannya prosesi akad nikah sudah sejak dulu ia terapkan. 

"Itu memang gaya khas saya, enggak ada yang dibuat-buat. Sejak dulu saya sudah seperti ini, ini karunia dari Allah Subhanahuwata'ala," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Senin (30/8/2021). 

Jika memang saat dirinya memimpin jalannya prosesi akad nikah mengundang gelak tawa itu hanya bonus. Dalam proses akad nikah, yang tidak boleh dianggap lelucon yakni saat proses ijab kabul yang dilakukan oleh calon mempelai pria dengan orang tua calon mempelai perempuan atau diwakilkan kepada penghulu. 

Maka yang saat ini sedang viral dan mengundang gelak tawa masyarakat dan warganet, itu bukan pada saat proses ijab kabul. Melainkan proses itu dilakukan pada saat pra dan pasca ijab kabul.

"Ijab kabul itu harus serius sesuai aturan. Saya yang viral di medsos (media sosial, red) itu dipotong-potong, itu ya pas sebelum atau sesudah ijab kabul," terangnya. 

Alumnus Pendidikan Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang ini menuturkan, dalam proses pra dan pasca ijab kabul pada akad nikah, dirinya selalu menyisipkan ilmu-ilmu nikah dengan setiap pertanyaam dalam gaya dan bahasa yang mudah dimengerti oleh masing-masing mempelai.

Dengan cara seperti itu, dirinya pun berharap agar semua ilmu-ilmu nikah yang disisipkan dalam setiap pertanyaan pada saat pra atau pasca ijab kabul dapat memberikan manfaat untuk orang banyak. Serta dirinya kerap kali berpesan bahwa menikah itu salah satu hal yang menyenangkan. 

"Calon manten ini kebanyakan enggak sempat untuk tahu terkait ilmu nikah. Maka kita berikan dengan cara seperti itu. Kenapa? Kalau pengajian beneran itu di masjid tapi karena akad ini bukan tempat pengajian, tapi kami masukkan materi pengajian, jadi seperti itu," jelasnya. 

"Mereka memang datang tidak untuk pengajian. Tapi apa keliru jika ada satu atau dua ilmu nikah kita sisipkan? Saya hanya ingin memberikan manfaat," imbuhnya. 

Terlebih dengan cara seperti itu, Anas berharap waktu yang semestinya lama berjam-jam untuk memberikan tausyiah nikah dapat dipersingkat dengan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh masing-masing mempelai dan keluarga yang hadir. 

"Saya prinsipnya ini bukan waktu pengajian, harus cepat dan cerdas. Jangan sampai ada pikiran gara-gara penghulu, acaranya kesuwen (kelamaan, red) akibat terlalu lama bicara. Jadi saya singkat, 20 menit sudah sama ceramah dan ijab kabul selesai," kata pria tiga anak tersebut. 

Sementara itu, kandidat doktoral Program Pendidikan Islam Multikultural Universitas Islam Malang ini menyampaikan, setelah videonya viral di media sosial, banyak calon pengantin dari luar Kota Malang menginginkan Anas sebagai penghulu saat akad nikahnya. 

"Hari ini banyak yang telepon ke nomor pribadi saya, mulai dari Makassar, Tuban, Banjarmasin, Trenggalek dan kota-kota lain," tuturnya. 

Namun, meskipun banyak permintaan tersebut dirinya terpaksa menolak. Pasalnya, kata Anas seorang penghulu memiliki SK penugasan yang ditempatkan di masing-masing KUA kecamatan per kabupaten/kota. 

"Saya jawab semua penghulu itu bertugas di KUA kecamatan per kabupaten kota berdasar SK Kemenag Provinsi. Saya bertugas di Lowokwaru apabila menikah selain Lowokwaru masing-masing sudah disiapkan penghulu," ujarnya.

Lebih lanjut, terkait video yang baru-baru ini viral dirinya tidak keberatan. Kata Anas, mungkin hal itu dapat sebagai obat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

"Mungkin ini juga sebagai obat PPKM Darurat (PPKM Level 4). Bisa jadi hiburan atau apa silahkan diambil sendiri manfaatnya," tutupnya.

Topik
ketua kua lowokwarup apbd lamonganvideo viral
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru