Dikenal Sebagai Diktator Barbar, Fakta Dibalik Kematian Saddam Hussein Bikin Tentara Amerika Menangis

Aug 28, 2021 09:57
Saddam Hussein (Foto: Milli.Az)
Saddam Hussein (Foto: Milli.Az)

JATIMTIMES - Mantan Presiden Irak Saddam Hussein memang sudah tewas di tiang gantungan. Namun, namanya hingga kini tentu tak luput dari sejarah. 

Kisah dan teladannya masih hidup di kalangan Timur Tengah sebagai orang yang berani menentang imperialisme dunia barat. Namun, mirisnya pada 2006 Saddam tewas digantung oleh rakyatnya sendiri.

Kala itu, setelah Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak, terjadilah pemberontakan di Irak. Hingga akhirnya Saddam diadili ramai-ramai oleh para pembelot.

Berkat Amerika, dunia pun akhirnya lebih banyak mengenal Saddam sebagai diktator barbar yang sewenang-sewenang. Namun, seorang tentara Amerika yang ditugasi menjaga Saddam di hari-hari terakhirnya, menyimpan kisah mengejutkan soal sosok Saddam Husein itu. 

Tentara tersebut bernama Will Bardenwerper. Ia adalah 1 dari 12 tentara di kesatuan 551 Polisi Militer Amerika yang ditugaskan menjaga hari-hari terakhir Saddam sebelum digantung.

Kesaksian Bardenwerper, diungkapkan melalui buku yang berjudul 'The Prisoner in His Palace: Saddam Hussein, His American Guards, and What History Leaves Unsaid'. Dari buku itu, Bardenwerper mengisahkan sisi-sisi humanis Saddam, yang selama ini selalu ditutup-tutupi oleh Amerika.

Bardenwerper mengatakan, di penghujung hidupnya, Saddam dilihatnya sebagai sosok yang sopan dan bersahaja. Hal itu, tentu jauh dari kesan seorang diktator barbar yang didengung-dengungkan selama ini.

Bardenwerper, melihat Saddam sebagai sosok bapak yang normal-normal saja. Bila selama ini dilihat sebagai sosok Islam garis keras, yang begitu anti terhadap kebudayaan dunia barat, tidak begitu dengan yang dilihat Bardenwerper, di penjara Saddam suka mendengar musik R n B dari penyanyi Amerika, Mary J Blige.

Meski sudah tua, Saddam tidak punya pantangan makanan. Ia suka makan kue muffin yang manis-manis.

Namun soal makanan, Saddam terkadang bisa sangat menjengkelkan. Saat sarapan misalnya, Saddam kerap memesan omelette atau telur dadar.

Tapi, bila omelette itu sobek, ia ngambek dan tidak mau makan. Entah mengapa, mungkin Saddam takut jika makanan itu diracuni.

Saddam disebut juga sangat menggemari cerutu Kuba. Di penjara, cerutu Kuba itu disimpannya di kotak tisu basah.

Hal lain, kesukaan Saddam yakni tanaman. Ia kerap merawat tanaman saat di penjaranya. Bardenwerper bahkan menganggap Saddam sebagai orang terbaik yang pernah ia temui.

Pernah suatu ketika, perawat pribadi Saddam, yang juga orang Amerika, yakni Ellis, berduka.

Ellis ditinggal mati kakak yang sangat ia sayangi.

Reaksi Saddam membuat Bardenwerper kagum.

"Ia memeluk Ellis, dan mengatakan: Aku yang sekarang akan jadi kakakmu," ujar saddam.

Yang mengejutkan, saat Bardenwerper mengisahkan hari di mana Saddam dieksekusi mati. Ia menyebut, 12 tentara penjaga Saddam tanpa kecuali, semua merasa berduka dan kehilangan sosok Saddam Husein.

"Aku hampir merasa seperti seorang pembunuh, seperti aku disuruh membunuh sahabatku sendiri," ujar Adam Rogerson, salah satu tentara, kepada Bardenwerper.

"Rasanya seperti aku kehilangan anggota keluargaku," kata Bardenwerper.

Bardenwerper juga mengisahkan adegan mengharukan saat Saddam diarak menuju tiang gantung. Kala itu, para pembelot Saddam memukuli dan meludahi Saddam.

Karena sedih melihatnya, salah satu tentara AS penjaga Saddam, bahkan ada yang hendak melompat ke kerumunan untuk menghentikan aksi tersebut. Namun, aksi itu dihentikan oleh tentara lain, karena dinilai bisa membahayakan dirinya.

Topik
sosok sadam husseinsisi lain sadam husseinsejarah duniasejarah dunia
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru