Nabi Adam Ternyata Pernah Dijadikan Patung, Bahkan Disembah sebagai Tuhan

Aug 24, 2021 16:01
Ilustrasi (Foto: Quora)
Ilustrasi (Foto: Quora)

INDONESIATIMES - Siapa bangsa perusak pada akhir zaman yang disebut Yakjuj Makjuj hingga kini masih menjadi misteri. Meski di dalam Al-Quran telah dijelaskan tentang Yakjuj Makjuj, namun tidak ekspresif.

Yakjuj Makjuj yang dijelaskan dalam Al-Quran ada dalam dua hal. Pertama, Yakjuj dan Makjuj yang muncul di zaman Zulkarnaen dan  kedua Yakjuj Makjuj -yang disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Anbiya- menyebar ke semua pelosok Bumi dan berbaur dengan ras manusia yang ada. 

Hal ini bisa diartikan Al-Quran telah menyajikan Yakjuj Makjuj manusia biasa seperti kita. Dilansir melalui channel YouTube Al Manhaj, disampaikan oleh Ustaz Rahmat Baequni, dia sempat menyangka Yakjuj Makjuj merupakan alien. 

Lantas siapakah Yakjuj Makjuj sebenarnya? Jika diuraikan, Yakjuj terdiri dari dua kata: yak dan jau. Yak artinya Asia dan Jau artinya bangsa. Sehingga Yakjuj dapat diartikan sebagai bangsa Asia. 

Sementara Makjuj terdiri dari kata mak yang berarti pasukan berkuda dan jau yang bermakna bangsa. Diambil ke bahasa Arab dan menjadi Makjuj yang memiliki arti bangsa yang berkuda. 

Jika Yakjuj dan Makjuj digabungkan, ditemukan arti bahwa mereka adalah bangsa berkuda yang berasal dari Asia. Definisi tersebut dapat ditemukan melalui buku karya Syekh Profesor Doktor Syekh Hamdi bin Hamzah Abu Ziyad.

Dalam kitab tersebut, disebutkan bahwa bangsa Yakjuj Makjuj merupakan keturunan dari anak pertama Nabi Nuh AS.  Di zaman Nabi Nuh, kala itu pernah terjadi banjir bah. Saat Nabi Nuh diutus oleh Allah SWT, ternyata manusia melakukan penyembahan pertama kepada selain Allah SWT.  Karena itu, Nabi Nuh disebut  rasul yang pertama.

Untuk diketahui, Nabi Adam bukanlah rasul. Beliau hanyalah nabi dan belum rasul. Begitu pula Nabi Sis dan Nabi Idris. Mengapa demikian? Sebab, di zaman Nabi Adam sampai Nabi Idris diutus dan diangkat, masih belum ada penyimpangan dari tauhid. Manusia masih menyembah Allah SWT. 

Adapun manusia menyembah selain Allah terjadi saat zaman Nabi Nuh.  Saat itu terjadi penyembahan kepada patung manusia yang lahir pertama ke dunia, yakni Nabi Adam. 

Ditegaskan oleh Ustaz Rahmat, Nabi Adam bukanlah manusia yang pertama. Namun, manusia yang pertama adalah Nabi Muhammad SAW. Cuma  Allah ciptakan beliau dalam bentuk cahaya yang disebut Nur Muhammad.  Hal itu terjadi jauh sebelum langit dan bumi diciptakan. Adapun yang lahir secara fisik dan manusia pertama di muka bumi adalah Nabi Adam. 

Kala itu, manusia menyembah berhala atau patung yang dibuat oleh Bani Kabilah dan itu adalah patung Nabi Adam AS. Karena mereka menyembah selain Allah, maka saat itulah Nabi Nuh diutus. 

Nabi Nuh diutus sebagai nabi dan rasul yang pertama pada usia 480 tahun. Selama 120 tahun, Nabi Nuh berdakwah siang malam, sembunyi-sembunyi, terang-terangan. Namun hanya sedikit yang beriman. 

Sehingga Allah memutuskan untuk menghentikan dakwah Nabi Nuh di usia ke-600 tahun. Saat itulah terjadi hukuman kepada kaum Nabi Nuh yang tidak beriman, yaitu peristiwa banjir bah. 

Kala itu, banjir bah menghabiskan umat manusia yang ada di muka Bumi, kecuali yang selamat bersama Nabi Nuh.

Diceritakan bahwa Nabi Nuh memiliki empat anak laki-laki.  Pertama bernama Yafiz, kedua bernama Sam, ketiga bernama Ham, dan yang keempat bernama Kan'an. Dari empat anak Nabi Nuh itu, hanya tiga yang beriman, yakni Yafiz, Ham, dan Sam. Sedangkan Kan'an yang tidak beriman turut ditenggelamkan Allah melalui banjir bah. 

Setelah banjir reda, Nabi Nuh dan kaumnya terdampar di Turki utara.  Saat itu, para kaumnya turun dari kapal dan terjadilah peradaban yang baru.

Topik
kisah islamisunyotocerita islami
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru