Camat Kepanjen Dorong Warganya yang OTG Agar Isolasi di Isoter

Aug 16, 2021 19:08
Camat Kepanjen, Eko Margianto.
Camat Kepanjen, Eko Margianto.

MALANGTIMES - Camat Kepanjen, Eko Margianto mendorong agar warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sedang isolasi mandiri (isoman), agar mau pindah dan menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat (isoter). Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (16/8/2021). 

Ia merinci, hingga saat ini, di Kecamatan Kepanjen tercatat sudah ada 2.561 orang yang terkonfirmasi positif. Sementara itu, dari jumlah tersebut, ada sebanyak 2.120 orang yang dinyatakan sembuh, 252 orang meninggal dunia, 162 orang melakukan isoman, dan 1 orang yang sedang menjalani isolasi di safe house Kepanjen. Sedangkan sisanya ada 26 orang yang sedang dirawat di rumah sakit (RS).

"Sampai sekarang kita sedang berupaya memindahkan warga berdasarkan katagori terpaparnya, mulai dari ringan, sedang dan berat," ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Dau ini.

Menurutnya, setelah dikategorikan nanti, pasien-pasien tersebut baru dapat dikategorikan untuk dipindah ke isoter, safe house atau RS. Tentu pengkategorian berdasarkan tingkat keparahan pada gejala yang muncul. Mulai dari ringan, sedang atau berat. 

"Ada yang digeser ke isoter, safe house maupun rumah sakit. Berdasarkan rekom dari Tim Nakes Puskesmas Kepanjen, kalau yang layak ya digeser ke isoter sini yang berlokasi di Gedung SDN 1 Jatirejo, terus ke safe house atau ke rumah sakit," imbuh Eko. 

Lebih lanjut dia merinci, saat ini sudah ada 11 orang tanpa gejala (OTG) yang bersedia dan mau digeser untuk dipindah dan menjalani isolasi di tempat isoter. Sedangkan masih ada 151 orang dengan gejala (ODG) yang masih harus dikategorikan. 

"Sesuai instruksi bupati, akan kita lakukan pemetaam dahulu, yang pertama berdasarkan tingkatan kriteria dan yang kedua secara terpadu akan kita berikan edukasi kepada masyarakat agar mau dipindahkan ke isoter, safehouse, maupun rumah sakit," pungkasnya. 

Sementara itu pada pekan lalu, tingkat keterisian tempat tidur (TT) di isoter yang tersebar si 33 kecamatan se Kabupaten Malang sempat rendah. Yakni dari total 1.036 TT tingkat keterisiannya tidak lebih dari 10 persen. 

Sedangkan dari pantauan dan keterangan yang dihimpun Satpol PP Kabupaten Malang, warga yang enggan berpindah ke tempat isoter, karena merasa tidak memiliki gejala. Sehingga warga yang isoman tersebut lebih memilih untuk isolasi di rumah masing-masing. Sedangkan sebenarnya, isoter sendiri disediakan bagi pasien Covid-19 yang tanpa gejala hingga memiliki gejala ringan. 

Topik
Covid 19Covid 19 malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru