Penguasa Mangkunegaran Solo Wafat, Ini Riwayat Singkat Kehidupan KGPAA Mangkunegara IX

Aug 15, 2021 10:17
KGPAA Mangkunegara IX.(Foto : Istimewa)
KGPAA Mangkunegara IX.(Foto : Istimewa)

BLITARTIMES - Kabar duka datang dari Kota Surakarta. Adipati Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX tutup usia di usia 70 tahun pada 13 Agustus 2021. Penerus tahta Pangeran Sambernyawa itu dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit jantung.

Almarhum Pemimpin Puro Mangkunegaran itu dimakamkan di kompleks pemakaman raja Mangkunegaran, Astana Girilayu Karanganyar, pada Minggu (15/8/2021). Berikut profil KGPAA Mangkunegara IX yang dilansir dari Mataram Royal Blood dan berbagai sumber.

KGPAA Mangkunegaran IX lahir di Kota Surakarta pada 18 Agustus 1951. Saat beranjak dewasa, beliau bergelar Gusti Pangeran Harya (GPH) Sudjiwo Kusumo. Dari nama inilah sampai hari ini beliau akrab disapa Gusti Djiwo.

GPH Sudjiwo Kusumo adalah putera keempat dari KGPAA Mangkunegara VIII dan Gusti Kanjeng Putri (GKP) Sunituti Mangkunegara. GPH Sudjiwo Kusumo menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Kota Surakarta. Sejak kecil, beliau telah memiliki minat yang tinggi terhadap kesenian terutama seni tari.

Minat tinggi terhadap seni tari ini beliau tunjukkan dengan memerankan Bambangan yaitu seorang ksatria lemah lembut dan halus. Di dunia seni, tidak gampang memerankan peran Bambangan. Peran ini membutuhkan karakter yang kuat dan latihan yang keras untuk mencapai tingkat seorang penari yang layak tampil.

GPH Sudjiwo Kusumo dinobatkan sebagai penguasa Mangkunegaran pada 24 Januari 1988 bertepatan dengan 4 Jumadilakhir 1920. Penobatan ini setelah KGPAA Mangkunegara VIII wafat pada 2 Agustus 1987. Setelah naik tahta, GPH Sudjiwo Kusumo bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati (KGPAA) Mangkunegara IX.

Sejaran mencatat, penobatan GPH Sudjiwo Kusumo sebagai KGPAA Mangkunegara IX merupakan peristiwa besar, yakni seorang putra mahkota memimpin kerajaan. Pada saat penobatannya dipenuhi suasana sakral, digelar Tari Bedhaya Anglir Mendhung dan Tari Palguna Palgunadi.

GPH Sudjiwo Kusumo sebenarnya bukan putra mahkota pertama. KGPAA Mangkunegara VIII sebelumnya menujuk putra laki-laki pertamanya yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Radityo Prabukusumo adalah putra mahkota yang sejak jauh hari ditunjuk sebagai pewaris tahta. GPH Radityo Kusumo lahir di Surakarta pada 20 September 1942.

Sayangnya, GPH Radityo Kusumo meninggal dunia akaibat kecelakaan lalu lintas di Boyolali pada 21 November 1977. Akibat peristiwa tersebut, GPH Sudjiwo Kusumo yang merupakan adik kandung ditunjuk sebagai putra mahkota yang akan melanjutkan tahta kepemimpinan Mangkunegaran.

Melansir dari laman p2k.umhamzah.ac.id, di masa kepemimpinan Mangkunegara IX, Mangkunegaran kembali mendapatkan kekayaannya yang sempat dikelola negara. Pengembalian aset milik Mangkunegaran itu sesuai dengan Surat Keputusan Presiden RI, 6  Februari 1991.

Kekayaan yang dikembalikan kepada Mangkunegaran antara lain, Hotel Dana Solo, pabrik obat nyamuk di Tawangmangu, sebidang tanah di barat Solo, dan vila di Tawangmangu.

Sebagai pemimpin Pura Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara IX dikenal memiliki perhatian tinggi di dunia kesenian khususnya seni tari. Hal ini ditunjukkan Mangkunegara IX dengan menempatkan kesenian khususnya seni tari mengikuti perkembangan zaman.

Mangkunegara IX juga menempatkan Pura Mangkunegaran sebagai pusat budaya Jawa. Wisatawan dan orang-orang yang berkunjung ke Puro Mangkunegaran selalu diberi suguhan tari, wayang dan fragmen.

Pada masa pemerintahan Mangkunegara IX, kehidupan tari gaya Mangkunegaran semakin berkembang. Karya-karya yang dihasilkannya pada masa Mangkunegara IX diantaranya: Tari Bedhaya Suryosumirat (1990),  Kemudian Tari Kontemporer Panji Sepuh (1993), Tari Harjuna Sasrabahu, Tari Puspita Ratna (1998), Tari Kontemporer Negeri Sembako (1998), Tari Kontemporer Krisis (1999), Drama tari Mintaraga, Drama tari Dewa Ruci, dan lain sebagainya.

KGPAA Mangkunegara IX meninggalkan satu istri dan empat putra-putri. Dari pernikahan pertamanya dengan putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, pemimpin yang dikenal ramah dan sederhana ini dikarunia dua anak yakni GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara dan GRAy Putri Agung Suniwati. Mangkunegara IX dan Sukmawati menikah pada 1974. Sayangnya pernikahan itu kandas pada 1985 atau beberapa tahun sebelum GPH Sudjiwo Kusumo dinobatkan sebagai penguasa Mangkunegaran.

"Perkenalannya dengan Sukmawati itu ketika Bung Karno menitipkannya di Mangkunegaran lalu belajar budaya Jawa," ucap Ketua Himpunan Kerabat Mangkunegaran, Satyotomo, Jumat (13/8/2021) dilansir dari Tribunnews.com.

Setelah bercerai dengan Sukmawati, KGPAA Mangkunegara IX menikah dengan Prisca Marina Haryogi Supardi yang kemudian bergelar GKP Mangkunegara IX. Dari pernikahan ini Mangkunegara IX dikarunia dua orang anak yakni GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo

"Setelah itu beliau menikah lagi dengan Ibu Marina yang sekarang menjadi permaisuri. Ibu Marina itu merupakan anak dari Jenderal Yogi Supardi yang menjabat Dubes RI di Jepang," ucapnya.

Topik
kgpaa mangkunegara ixbiodata kgpaa mangkunegara ixSISKS Pakubuwono (PB) XII
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru