Meski Lewat Zoom, Yudisium FH dan FIP Unikama Tetap Menjadi Momen Sakral Bagi Lulusan

Aug 11, 2021 16:02
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) (Ist)
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) (Ist)

MALANGTIMES - Dua Fakultas Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar yudisium yang masih dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom, Jum’at (06/08/2021). Fakultas tersebut, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). 

Pada yudisium semester genap tahun akademik 2020/2021, Fakultas Hukum meluluskan 17 mahasiswa yang kemudian resmi memperoleh gelar SH. Dekan FH, Dr Suciati SH MHum menjelaskan, jika untuk bisa lulus dari Fakultas Hukum tentunya tidaklah mudah. 

Banyak kriteria yang menjadi pertimbangan dan harus dipenuhi. Salah satunya adalah bagaimana dalam tata cara berkomunikasi yang baik. Selain itu, pendidikan moral sangat perlu dimiliki oleh setiap lulusan. 

1

"Lulusan harus tahu untuk menjadi advokat harus memiliki beberapa unsur ini di antaranya mampu membangun pertemanan dengan baik sehingga bisa membangun relasi yang luas, dapat berbahasa Indonesia dengan baik serta bisa menguasai bahasa Inggris agar dapat menyelesaikan pemasalahan hukum di tingkat Internasional. Selain itu, pahami teori dasar-dasar hukum dengan baik," bebernya.

Dalam momen yudisium ini, satu mahasiswa dinyatakan sebagai lulusan terbaik. Mahasiswa terbaik lulusan Fakultas Hukum tersebut adalah Erlina Sekar Sari dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.81.

1

Sementara itu, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama, dalam yusidium semester genap mengukuhkan 287 mahasiswa. Dalam prosesi yudisium semester genap tahun akademik 2020/2021, FIP meyudisium di antaranya Prodi (Program Studi) Bimbingan dan Konseling 17 mahasiswa, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 19 mahasiswa, Pendidikan Geografi 40 mahasiswa, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 179 mahasiswa, dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) 32 mahasiswa.

Dr Tri Wahyudianton SPd MSi Dekan FIP menuturkan, agar pengkukuhan kelulusan ini menjadi bekal awal dari para lulusan untuk menegakkan kebenaran dan kejujuran dengan mengedepankan nilai-nilai keberagaman, menjunjung tinggi toleransi sebagai jati diri Unikama sebagai kampus multikultural.

Pada era digitalisasi seperti saat ini, kompetensi pedagogik kepribadian sosial dan profesional tentunya harus dimiliki oleh setiap lulusan. Hal ini sangat dibutuhkan mengingat saat ini digitalisasi telah merambah ke segala aspek, termasuk aspek pendidikan. 

Momentum yudisium ini sendiri merupakan momentum yang sakral di mana para mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana.

"Saya ucapkan selamat kepada para peserta yudisium dan mahasiswa yang memperoleh IPK tertinggi. Semoga ilmunya bermanfaat baik untuk perkembangan keilmuan anda terlebih bermanfaat praktis untuk menjawab tantangan layanan profesional di masa yang akan datang,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, meskipun harus juga turut beradaptasi dengan teknologi dan memanfaatkannya, namun hal tersebut tak lantas menghilangkan peran guru. Tidak semua teknologi bisa menggantikan atau membantu peran seorang guru. 

Guru juga bertugas membentuk karakter mental, kepribadian, dan sikap melalui penanaman nilai-nilai luhur yang berbasis pada agama dan budaya nilai-nilai luhur yang melalui cinta kasih. Jadi, lulusan Unikama harus bisa menjadi guru yang dapat mengikuti setiap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur yang ada.

Dari 287 lulusan tersebut, juga dibacakan mereka-mereka yang menjadi lulusan terbaik. Mulai dari Prodi PGSD, mahasiswa terbaik diraih oleh Igne Lailati dengan IPK 3,94. Kemudian dari Prodi Pendidikan Geografi ada Petrus Nong Lewar, dari Prodi PAUD ada Novita Anggraini dengan IPK 3,79, dari Prodi BK, ada dua mahasiswa, yakni Yermia Klaudius Waji dengan IPK 3.70 dan Veronika Bota Goran dengan IPK 3.60.

Topik
pembunuhan anak di bawah umurunikama malangUniversitas Kanjuruhan
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru