Kisah Biawak yang Memberi Kesaksian Kenabian Rasulullah SAW di Hadapan Musuh

Aug 11, 2021 11:24
Ilustrasi (Foto: Hidayatullah.com)
Ilustrasi (Foto: Hidayatullah.com)

INDONESIATIMES - Rasulullah SAW adalah seorang Nabi dan Rasul yang menjadi rahmat bagi alam semesta. Banyak sekali kisah menarik terkait perjalanan Rasulullah dalam memperjuangkan agama Islam.  

Beliau tak hanya dicintai para pengikutnya, bahkan makhluk lain juga berselawat kepadanya. Tidak hanya yang hidup, tapi batu pun memberikan salam kepada Nabi terakhir itu. 

Sepanjang hidupnya Nabi juga mengalami peristiwa tidak logis yang mengundang tanya manusia. Berbagai kejadian itu tidak hanya membuat para sahabat bingung, namun juga semakin menambah keimanannya terhadap agama yang dibawa Rasulullah SAW. 

Dikisahkan, pada suatu ketika ada seorang musuh dari Arab Badui yang meragukan kenabiannya. Ia bahkan berniat membunuh Rasul yang dianggapnya telah melakukan dusta. 

Namun ada seekor hewan yang kemudian datang dan berbicara memberi kesaksian bahwa Nabi Muhammad adalah benar utusan Allah. Kisah tentang hewan berbicara dan memberi kesaksiannya atas kenabian Rasul ini bisa di jumpai dalam asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Mustofa karangan al-Imam al-Allamah al-Qadhi ‘Iyadh, Imam Baihaqi juga menyebutkan dalam Dalailun Nubuwah, begitu juga Ibnu Katsir dalam Bidayahnya. 

Diriwayatkan, dari Amirul Mukminin Umar Ibnu Khattab radliyalLahu ‘anh: Hewan tersebut adalah Dhab atau biawak padang pasir. Kala itu seorang Arab Badui dari Bani Sulaim selepas berburu Dhab bertemu dengan rombongan Rasulullah SAW. 

Melihat iring-iringan itu, ia berniat untuk mendekati dan bertanya siapa yang tengah lewat di hadapannya.

Seketika ia sampai dekat dengan perkumpulan para sahabat, ia bertanya kepada para sahabat nabi, “siapakah orang yang dikerumuni orang banyak ini?” tanyanya kepada para sahabat nabi yang kala itu sedang berdiskusi santai dengan nabi. “Dia adalah utusan Allah. Dia Nabiyullah yang diutus oleh-Nya ke muka bumi.” jawabnya para sahabat nabi kepada lelaki itu.

“Demi Latta dan Uzza, saya tidak percaya bahwa dia adalah utusan Allah.” jawabnya. 

Mendengar kalimat ini, sahabat Nabi Umar bin Khattab sangat marah. Ia bahkan sangat ingin membunuh Arab Badui tersebut. “ Wahai Nabi! Biarlah saya mengakhiri hidupnya!”

Namun Nabi tidak menyetujui permintaan Umar. “ Wahai Umar!, Tidakkah engkau tahu bahwa orang yang lemah lembut itu hampir diangkat menjadi Nabi?”

Kemudian, Nabi melakukan hal yang bijaksana dengan menanyai alasan orang tersebut membencinya. “ Apa yang menyebabkan engkau berkata demikian? Sepatutnya engkau menghormatiku dalam perhimpunan bersama sahabatku!”

Namun, Arab Badui itu justru semakin tidak mau mengalah. Ia berkata bahwa dirinya tidak akan beriman kepada Nabi Muhammad sebelum hewan Dhab hasil berburunya itu juga beriman kepada Nabi.

Seketika itu Ia melemparkan Dhab ini di hadapan Nabi. Namun lagi-lagi Nabi Muhammad tidak terpancing untuk marah. 

Muhammad justru memanggil biawak padang pasir tersebut. Dan anehnya, Biawak ini bisa menjawab dalam bahasa Arab layaknya manusia yang berbicara. “Wahai biawak, siapakah yang kau sembah?”

“Ia yang dilangit ‘Asry-Nya, di bumi kerajaan-Nya, di laut jalan-Nya dan di surga rahmat-Nya.” jawab biawak itu.

“Lalu siapakah aku?” tanya Rasulullah SAW.

“Engkau adalah utusan Allah. Penuntun alam semesta. Penutup para nabi. Sungguh bahagia orang-orang yang mengikuti engkau. Dan sungguh celakalah mereka yang tidak mengakui kenabian engkau.” jawab biawak itu lagi.

Mendengar itu orang Arab Gunung tersebut merasa takjub dan terheren-heran. Tak lama ia pun menyatakan keimanan dan mengimani akan kenabian Nabi Muhammad SAW.

Topik
Rasulullah SAWpns sekdesselawat nabi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru