Saat Berusia 12 Tahun, Pendeta Ini Akui Kenabian Muhammad

Aug 11, 2021 10:58
Ilustrasi seorang nabi (Ist)
Ilustrasi seorang nabi (Ist)

MALANGTIMES - Pada dahulu kala, terdapat pendeta yang bisa melihat kenabian dari Rasulullah. Hal itu diawali dari kisah pertemuan dengan Rasulullah yang melintas bersama Abu Thalib. Dari channel Islam Populer, saat itu, Rasulullah yang berusia 12 tahun, mendampingi pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam. Dalam perjalanannya, ia kemudian bertemu dengan Buhaira

Nama Buhaira dalam bahasa Suriani adalah Lautan Luas. Suriani juga dikenal dengan bahasa Suriah. Bahasa Suriani adalah bahasa Aram Timur yang digunakan berbagai macam komunitas Kristen di Timur Tengah. 

Dalam Ensiklopedia Islam disebutkan,  Buhaira sama dengan Bahira yang berasal kata Aram yang berarti terpilih. Dan itu sebenarnya merupakan gelar. Sedangkan nama Pembaptisan adalah Segeus atau Gergeus.

Buhaira adalah seorang Rahib Yahudi yang menganut aliran Arius dan Lustur. Golongan ini tidak menerima fakta tentang ketuhanan Yesus. Bahkan mereka pantang menyebut Yesus sebagai Tuhan. Ternyata sekte ini percaya, bahwa Yesus dan Maryam adalah perwujudan manusia dari kalimat luhur. Hal ini sejalan dengan apa yang dijelaskan dalam Kitab Sirah Nabawiyah. 

Buhaira sendiri merupakan seorang pendeta yang juga menguasai ilmu perbintangan. Dai akan membangun biara dipinggiran jalan utama menuju Syam. Ia selalu tinggal disana merenungi kehidupannya. Pada waktu-waktu tertentu tempatnya banyak dilewati para pelancong dan kafilah berdagang. 

Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkannya untuk menyebarkan pesan agar tidak menyembah berhala dan hanya mengenakan Allah.

Lanjut saat pertemuan Rasulullah dengan Buhaira, jika dalam perjalanan ke Syam ini,  menurut sejumlah peneliti, pertemuan antara Abu Thalib dan Muhammad dengan rahib atau pendeta Buhaira itu terjadi di dalam kuil pendeta Buhaira yang ada di Busra. Di tempat ini, terdapat sebuah tempat ibadah (gereja) yang diyakini banyak orang sebagai gereja Buhaira. Tempat tersebut berada di dekat kawasan Roman Theatre, yang dibangun pada masa pemerintah Romawi (Rum), oleh kaisar Julianus pada tahun 513-512 sebelum Masehi (SM).

Hanafi Al Mahlawi, dalam kitab Al Amakin Masykurah fi Hayati  Muhammad SAW, menjelaskan pertama, Rasulullah bertemu dengan pendeta Buhairah. Dan Kedua, ketika mengabarkan kemenangan Islam kepada penduduk setempat, sekitar tahun kelima kenabian. Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibn Ishaq diceritakan, Abu Thalib pergi menuju Syam dalam rangka berdagang, dan tatkala telah siap melakukan perjalanan, tiba-tiba ia merasa rindu dengan keponakannya dan ia ingin membawanya ke Syam.

Saat itu, Abu Thalib berkata, "sungguh aku ingin sekali mengajaknya pergi. Ia tidak boleh terpisah dariku, dan aku tidak akan pernah meninggalkannya. Sebelumnya, para kafilah dagang kerap bertemu dengannya, namun ia tidak pernah berkata sesuatu yang spesial kepada mereka. 

Akan tetapi, pada saat kafilah Abu Thalib berhenti di dekat kuilnya, sang rahib segera membuatkan banyak makanan untuk mereka. Hal ini dikarenakan ia sedang menerawang dalam kuilnya. Mereka mengatakan, bahwa ia melihat utusan Allah sedang berada diatas tunggangan dan terdapat awan yang terus menaunginya dari panas matahari ke mana pun Rasulullah pergi.  

Kemudian mereka tiba dan turun di dekat sebuah pohon serta melihat ke arah awan yang juga menaungi pohon, bahkan ranting-ranting pohon itu pun condong seolah menunduk pada Rasulullah SAW, hingga ia bisa berteduh di bawahnya. Dan ketika Buhaira melihat fenomena itu, ia pun turun dari kuilnya dan memerintahkan seseorang untuk menemui mereka.

Ia kemudian, ''Aku telah membuatkan untuk kalian makanan dan minuman, wahai orang-orang Quraisy, dan aku sangat suka jika kalian semua bisa hadir dalam jamuan ini, baik yang besar, kecil, atau pun dari kalangan hamba sahaya dan orang-orang merdeka.''

Setelah berbasa-basi, kafilah Abu Thalib akhirnya menerima tawaran itu, dan bersedia menghadiri jamuan makanan dan minuman yang disediakan. Dan ketika Buhaira melihat Muhammad, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dengan rombongan anggota kafilah lainnya. Ia amati tubuhnya dan menemukan sebuah tanda. Lalu Buhairah menghampiri Rasulullah dan hendak memeriksa sekujur tubuhnya.

Lalu Buhairah berkata,  ''Wahai anak kecil (Muhammad), demi Lata dan 'Uzza aku bertanya kepadamu, dan aku sangat mengharapkan engkau mau menjawab apa yang aku tanyakan.'' 

Buhaira kemudian bertanya dengan menggunakan sumpah itu, karena ia mendengar orang-orang Quraisy suka mengucapkannya. Namun, Muhammad segera menjawab, ''Jangan engkau tanya aku dengan nama Lata dan 'Uzza. Demi Allah, tidak ada yang aku benci melebihi keduanya.''

Buhaira berkata lagi, ''Kalau begitu, atas nama Allah aku memintamu untuk menjawab pertanyaanku.'' Muhammad berkata, ''Katakanlah, apa yang ingin engkau tanyakan".

Buhaira kemudian bertanya berbagai hal pada Muhammad, mulai dari tidurnya, tentang gayanya, dan tentang perkara-perkara lainnya. Muhammad pun menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Maka apa yang kemudian di dengar oleh Buhaira benar-benar sama dengan apa yang ia katakan selama ini.  

Ia kemudian melihat punggung Muhammad, dan menemukan sebuah tanda. Tanda itu seperti bekas bekam.  Buhaira menemukan tanda kenabian di kedua pundaknya. Setelah mengetahui tanda di pundaknya, Buhaira lalu menemui Abu Thalib. Dan menanyakan hubungan dengan anak kecil itu (Muhammad).

Abu Thalib kemudian menjawab, ia adalah Anakku". Mendengar itu, Buhaira tak percaya dan berkata, " ia bukan anakmu, dan semestinya anak itu tidak memiliki ayah yang masih hidup".

Abu Thalib kemudian mengaku, jika ia adalah keponakannya. Dijelaskannya, jika ayahnya telah meninggal ketika ibunya masih mengandung.

Buhaira seperti melihat sebuah keajaiban dalam diri Rasulullah. Ia kemudian berperan kepada Abu Thalib, Bawalah segera pulang anak itu, dan jagalah ia dari orang-orang Yahudi. Demi Allah, jika mereka melihatnya dan mengetahui anak itu seperti yang aku ketahui, maka mereka akan menyakitinya. Putra saudaramu ini akan mengemban tugas yang sangat agung.'' Abu Thalib kemudian membawa pulang Muhammad kembali ke Makkah. Dan pada kemudian hari, Buhairah mati ditangan seorang Yahudi yang jahat.

Topik
Rasulullah SAWabu thalibabu thalib
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru