Kembali Buka, Praktik Dokter Tiwi Langsung Diserbu Pasien

Aug 09, 2021 14:51
Suasana tempat praktik Dokter Tiwi di lokasi baru yang mulai kembali didatangi pasien Covid-19.
Suasana tempat praktik Dokter Tiwi di lokasi baru yang mulai kembali didatangi pasien Covid-19.

MALANGTIMES - Praktik dr. Yosephine Pratiwi akhirnya resmi dibuka kembali. Tapi sekarang di tempat baru. Yakni di gedung pendidikan vokasi UMM Malang depan eL Hotel Karangploso. Tepatnya, di seberang wilayah el Hotel.

Sebelumnya praktik dokter tersebut sempat ditutup karena banyaknya pasien yang akan berobat malah menimbulkan kerumunan. Sebab mayoritas yang ditangani adalah pasien Covid-19. 

Sejak pukul 07.00, beberapa pasien pun sudah mulai berdatangan. Mengantre untuk segera mendapatkan layanan terapi penyembuhan gejala yang timbul akibat Covid-19. Terang saja, beberapa waktu terakhir ini, nama dr. Yosephine Pratiwi atau yang akrab disapa Dokter Tiwi ini dikabarkan telah banyak menyembuhkan pasien Covid-19. 

Dari keterangan yang ia sampaikan, obat yang ia gunakan untuk terapi pasien Covid-19 juga didapat dari bahan-bahan obat yang ia miliki. Ditambah lagi menurutnya, keyakinan penuh terhadap Tuhan bahwa dia bisa melakukan sesuatu untuk membuat pasiennya sembuh. 

"Ini (obat) dari saya sendiri, dengan keterbatasan. Saya itu orangnya terbatas, dan obat saya juga terbatas. Waktu itu saya sambil berdoa ke Tuhan. Intinya, saat saya dihadapkan dengan pasien yang gagal nafas dan tidak dapat rumah sakit, saya harus bisa berbuat sesuatu untuk mereka. Dan saya berinisiatif bahwa (obat) ini yang cocok untuk mereka. Dan ternyata memang banyak yang cocok," ujar Dokter Tiwi, ditemui di tempat praktiknya, Senin (9/8/2021).

Dirinya mengaku hingga saat ini pasien Covid-19 yang berobat kepadanya semakin banyak. Dan dari catatannya, hal tersebut juga karena tingkat kesembuhan pasien yang berobat di tempatnya juga meningkat. Ia tidak menyebutkan secara pasti berapa pasien yang berhasil sembuh setelah menjalani terapi di tempatnya. Ia hanya menjelaskan saat ini sudah ada ratusan pasien yang sembuh. Dan yang berobat terus bertambah. 

"Kalau dulu awal-awal yang diberitakan sekitar 80 an yang sudah sembuh. Kalau sekarang ada ratusan, tapi semuanya ada rekam mediknya. Dan sampai sekarang juga terus bertambah. Itu pun nama-nama (pasien) baru. Menyebarnya dari mulut ke mulut. Jadi ada (pasien) yang sembuh, tetangganya berobat kesini," ujar wanita asal Jombang, Jawa Timur ini. 

Atas keberhasilannya dalam menyembuhkan pasien Covid-19, saat ini metode terapinya juga digunakan oleh rekan-rekan seprofesinya di lain daerah. Seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pamekasan, Sumenep dan beberapa daerah lainnya. 

Ia menerangkan komposisi obat yang diberikan kepada pasien itu, yakni dengan memberi Abroxol, yakni obat batuk berdahak yang berfungsi sebagai pengencer dahak (mukolitik), kemudian ditambah obat golongan kortikosteroid, yakni obat mengatasi peradangan, reaksi alergi dan penyakit autoimun.

Obat-obatan tersebut dilarutkan dengan Natrium klorida (NaCl) dan sedikit minyak kayu putih. Kemudian ditampung dalam Nebulizer atau alat bantu penguapan, yang diterapkan pada pasiennya di ruang terbuka.

“Uap itu dihirup pasien dan membuat napas pasien menghangat. Karena ada kandungan Ambroxol dan kortikosteroid, maka pasien akan batuk mengeluarkan dahak,” jelasnya.

Sementara itu, setiap pasiennya juga mendapatkan jumlah terapi yang berbeda-beda. Tergantung pada tingkat keparahan gejala yang timbul masing-masing pasien. 

Topik
dokter tiwidokter penyembuh covid 19penyembuhan covid 19Covid 19aliansi rakyat tertindas
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru