Dewan Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Bisa Capai Target Asal Penanganan Covid-19 Optimal

Aug 04, 2021 14:42
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).
Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. (Foto: Dokumentasi JatimTIMES).

MALANGTIMES - KUA-PPAS (Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara) APBD Kota Malang tahun anggaran 2022 masuk dalam pembahasan legislatif. 

Salah satu yang disoroti yakni berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi Kota Malang di tahun 2022. Meski saat ini kondisi dunia masih dalam penanganan Covid-19, DPRD Kota Malang mendorong agar capaian target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 paling tidak sama saat di tahun 2019 yakni 5,73 persen.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi C DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman. Guna mencapai itu, menurut dia banyak inovasi dan program yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Pihaknya menilai, progress penanganan Covid-19 yang optimal bakal menjadi salah satu pemicu pertumbuhan ekonomi di Kota Malang mampu mencapai target.

"Maksud kami di dewan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 itu bisa meningkat. Dengan catatan program-program pengendalian penyebaran Covid-19 ini bisa tuntas di 2021. Caranya bagaimana, Pemkot Malang itu membuat konsep penanganan covid secara keseluruhan," ujarnya.

Fuad menjelaskan, terkait pelaksanaan vaksinasi yang harus mencapai target herd immunity 70 persen dari total penduduk itu salah satu yang harus dimaksimalkan. Sehingga, ketika telah mencapai target aktivitas masyarakat perlahan akan kembali normal.

Hal ini pun juga akan berpengaruh pada pelaksanaan sistem pembelajaran di perguruan tinggi. Yang saat ini masih dilakukan secara daring, maka akan bisa kembali dilakukan secara luring.

"Misalnya vaksinasi, 70 persen itu tidak ada tawar menawar kan harus begitu. Kalau semua masyarakat sudah tervaksin, maka aktivitas masyarakat bisa normal. Kebijakan aktivitas belajar di kampus bisa offline tatap muka, maka mahasiswa bisa datang lagi," jelasnya.

Hadirnya mahasiswa dari luar daerah di Kota Malang ini, dikatakan Fuad, menjadi bagian dari pemicu peningkatan ekonomi di Kota Malang. Sebab, seorang mahasiswa saja bakal memberikan pemasukan terhadap beberapa sektor pajak di Kota Malang.

Termasuk, peningkatan di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang nantinya juga bisa memaksimalkan penghasilan bagi pelaku usaha di Kota Malang.

"Satu mahasiswa saja bisa bawa uang dari Rp 3 sampai Rp 5 juta. Ia akan membelanjakan di Kota Malang. Mulai kosan, UMKM, parkir, fotokopi dan lainnya. Ini yang menjadi istimewa karena kita punya kampus yang banyak," terangnya.

Dengan begitu, menurut Fuad, capaian target pertumbuhan ekonomi bisa mengalami peningkatan. Namun, hal ini juga tetap harus dibarengi dengan berbagai program inovasi kesehatan dalam penanganan Covid-19.

"Kita butuh suntikan dana untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat. Kebijakan bisa dilonggarkan, mudah-mudahan PPKM Level 4 ini lebih turun, di level, 3 ,2. Sehingga di tahun 2022 kita optimis pertumbuhan ekonomi bisa baik. Program Door to door, dokter-dokter di masyarakat bisa digencarkan membuat program sosialisasi dan edukasi di masyarakat," pungkasnya.

Topik
Penanganan Covid 19Kota MalangPertumbuhan EkonomiDPRD Kota MalangAhmad Fuad Rahman
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru