DPD PKS Beber Sederet Usulan Penanganan Covid-19 di Kota Malang

Jul 28, 2021 13:14
Ketua Bidang Politik, Hukum dan HAM (Polhukam) DPD PKS Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. (Foto: Istimewa).
Ketua Bidang Politik, Hukum dan HAM (Polhukam) DPD PKS Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Penanganan Covid-19 di Kota Malang menjadi sorotan berbagai pihak. Terlebih, di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 ini.

Dengan lonjakan kasus Covid-19 yang belum juga melandai, DPD PKS Kota Malang memberikan sorotan dan membeberkan sederet usulan terkait upaya menekan penyebaran virus.

Hal itu disampaikan Ketua bidang Polhukam DPD PKS Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman. Dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang didorong untuk terus mengoptimalkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) Covid-19 secara masif dan konsisten.

"Juga edukasi kepada masyarakat akan bahaya virus Covid-19, dan disiplin penerapan protokol kesehatan untuk terus dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat, ormas, dan relawan," ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Fuad menambahkan, penanganan Covid-19 juga harus berseiring dengan percepatan dan pemerataan vaksinasi. Hal ini yang juga terus di dorong agar target herd immunity 70 persen nasional bisa segera tercapai.

"Kami juga mendorong percepatan dan pemerataan vaksinasi Covid-19 dengan melibatkan masyarakat baik ormas, yayasan, atau partai. Sehingga target 70 persen warga Kota Malang tervaksinasi harus bisa selesai dalam jangka waktu yang jelas," imbuhnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Malang ini menyatakan, kiranya diperlukan juga membangun rumah isolasi mandiri (isoman) bagi warga yang terjangkit Covid-19. Terlebih diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat isoman dan jauh dari pantauan petugas kesehatan setempat.

Ia mengusulkan, setidaknya tempat isoman ini bisa dibangun di tiap kecamatan dengan memanfaatkan gedung-gedung pemerintah daerah atau asrama yang kosong.

"Hal ini bertujuan agar kondisi warga yang melakukan Isoman tetap terkontrol oleh dokter dan mendapat fasilitas kesehatan. Bangun rumah Isoman di setiap kecamatan, 3-5 pusat rehabilitasi Isoman dengan memanfaatkan gedung pemda, atau asrama yang kosong, atau bekerjasama dengan kampus-kampus yang memiliki gedung atau asrama yang kosong," terangnya.

Kemudian, jaminan ketersediaan obat-obatan, oksigen, oximeter dan lainnya diharapkan bisa dilakukan Pemkot Malang dengan memfasilitasi di masing,masing kelurahan. "Secara gratis, serta memberikan pelayanan pengantaran obat di setiap kelurahan agar warga bisa memesan melalui pesan online," katanya.

Bantuan sosial bagi masyarakat terdampak juga masih disoroti untuk sekiranya bisa tersalurkan secara merata. Termasuk bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pedagang kaki lima (PKL).

Hingga, pemberian insentif pajak dan retribusi daerah untuk pelaku usaha kecil dan menengah yang terdampak PPKM level 4. Sehingga pelaku usaha tetap bertahan di masa pandemi dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Kami juga mendorong untuk menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan memfokuskan untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19. Bila perlu, jalin kerjasama dengan swasta dan BUMN untuk menangani bantuan sosial yang tidak bisa dicover pemerintah pusat dan pemerintah Kota Malang," pungkasnya.

Topik
khitan massal pemkot madiunKasus Covid 19Kota MalangDPD PKS Kota MalangVaksinasi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru