Tewaskan 25 Orang, Banjir Besar di China Dipicu Jebolnya Tanggul Sungai

Jul 27, 2021 11:21
Banjir di China (Últimas noticias | Actualidad.es)
Banjir di China (Últimas noticias | Actualidad.es)

INDONESIATIMES - China baru saja mengalami musibah banjir yang cukup besar. Bahkan, banjir di China ini bisa dibilang terparah sepanjang beberapa dekade terakhir ini. 

Setidaknya, ada 25 orang yang tewas dan beberapa orang lainnya terjebak di kereta bawah tanah. Banjir besar ini terjadi karena dipicu jebolnya tanggul sungai. 

Selain itu, juga terjadi hujan deras yang melanda provinsi Henan beberapa hari terakhir ini. Bahkan, curah hujan itu telah menenggelamkan metro Zhengzhou pada Selasa (20/7/2021) malam. 

Dalam peristiwa itu, terdapat 12 orang meninggal dan 5 orang lainnya mengalami luka-luka. Bahkan, dari beberapa gambar yang beredar, menunjukkan penumpang yang terkejut dan berusaha bersaing untuk keluar dari genangan air setinggi dada di dalam gerbong kereta.

Gambar lain menunjukkan penyelamatan dramatis pejalan kaki di Zhengzhou dari arus deras yang mengalir di jalan-jalan. Melansir melalui AFP, Li Rongguang, seorang wanita berusia 60-an mengatakan ia datang Zhengzhou untuk menemui dokter, namun ia terdampar akibat kereta yang dinaikinya terhenti oleh badai dan banjir.

Dia mengatakan dia telah berjuang untuk menghubungi kerabat supaya ia bisa pulang. Tapi upaya itu juga terganjal. "Saya ingin pulang secepat mungkin. Aku tidak tahan lagi," katanya.

Terkait peristiwa ini, seorang ilmuwan mengatakan bahwa banjir besar yang melanda China dipicu curah hujan yang sangat tinggi. Hujan ini adalah hujan terberat sejak pencatatan dimulai 60 tahun yang lalu. 

Akibat banjir besar itu, sekitar 200 ribu penduduk di Zhengzhou harus diungsikan. Presiden China Xi Jinping menyebut banjir yang terjadi sekarang ini sangat parah. 

Bahkan langkah-langkah pengendalian banjir memasuki sudah memasuki tahap kritis. Di sisi lain, tentara China juga memperingatkan bahwa bendungan yang rusak di wilayah tengah negara itu "bisa runtuh kapan saja."

Unit regional Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) memperingatkan bahwa hujan deras yang tak kunjung berhenti telah menyebabkan jebolnya bendungan Yihetan di Luoyang - sebuah kota berpenduduk sekitar 7 juta orang dengan risiko "dapat runtuh kapan saja."

Topik
bencana chinaanugerah desa wisata indonesiaXi Jinping
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru