20 Tahun Silam, Kala Gus Dur Dimakzulkan di Senayan

Jul 23, 2021 14:02
Gus Dur (Foto: Kompas.com)
Gus Dur (Foto: Kompas.com)

INDONESIATIMES - Hari ini Jumat (23/7/2021) tepat 2 dekade silam, pada 23 Juli 2001, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dilengserkan dari jabatannya oleh MPR RI. Kala itu, Presiden masih dipilih oleh MPR dan disebut sebagai pemegang mandat atau mandataris.

Pemakzulan dalam Sidang Istimewa MPR yang digelar pada Senin petang itu menyatakan bahwa Gus Dur telah menyalahi haluan negara. Posisi Gus Dur sebagai kepala negara pun kemudian diserahkan MPR kepada Wakil Presiden yakni Megawati Soekarnoputri.

Pemakzulan itu juga menjadi puncak 'perseteruan' Gus Dur dengan mayoritas partai politik di Senayan yang kala itu ikut berperan memilih Gus Dur sebagai presiden pada tahun 1999. Gus Dur diangkat oleh Poros Tengah yang diinisiasi oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. 

Diketahui, Amien juga berperan besar dalam proses pemakzulan Gus Dur, karena saat itu Amin adalah Ketua MPR. Menyibak musabab pemakzulan Gus Dur seperti memasuki labirin politik. 

Terdapat tumpukan persoalan yang tidak mampu diselesaikan melalui jalan kompromi politik. Mulai dari tudingan parlemen soal dugaan korupsi Gus Dur, hingga aksi sepihak Gus Dur yang mengangkat Chaerudin Ismail sebagai Kapolri pengganti Surojo Bimantoro.

Hal lain yang turut membebani langkah Gus Dur ialah hubungannya yang merenggang dengan para petinggi TNI/Polri. Sejumlah pengamat bahkan menyebut hal itu dipicu oleh manuver-manuver Gus Dur yang terlalu berani dalam upaya mereformasi tubuh militer.

Ada pula hembusan isu Buloggate dan Bruneigate yang dituduhkan pada Gus Dur. Setumpuk persoalan itulah yang mencapai titik kulminasinya pada 23 Juli 2001 saat sidang Istimewa digelar. 

Dini hari sebelum peristiwa itu, Gus Dur mengeluarkan dekrit presiden yang salah satunya berisi tentang kebijakan membekukan parlemen yang tidak mendapat dukungan. Gus Dur yang tak hadir dalam sidang itu, lantas dipereteli kekuasaannya dan dimakzulkan dari kursi Presiden RI.

Sempat bertahan di Istana, 26 Juli 2001 akhirnya Gus Dur keluar dari istana dan langsung terbang ke Amerika Serikat (AS) untuk berobat.

Hingga akhirnya, kepemimpinan RI beralih ke tangan Megawati Soekarnoputri. Hasil pemilihan di MPR lalu menunjuk Hamzah Haz sebagai Wakil Presiden mendampingi Mega.

Topik
Gus Durperistiwa sejarahMegawati SoekarnoputriPresiden RIperistiwa sejarah
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru