Biasa Jadi Umpatan, Begini Ternyata asal-usul Kata "Jancok"

Jul 15, 2021 10:52
Tank Jan Cox (Foto: MiliterMeter.com)
Tank Jan Cox (Foto: MiliterMeter.com)

INDONESIATIMES -Jancok atau dancok menjadi kata yang dikenal sebagai umpatan di wilayah Jawa Timur. Kata tersebut dinilai sangat kasar saat dikatakan. 

Lantas dari mana ala-usul kata jancok ini? Menurut sejumlah keterangan kata tersebut berasal dari teriakan warga Surabaya. 

Kala itu, mereka melihat tank Belanda yang bertuliskan "Jan Cox." Pada tahun 1945 Belanda sering menurunkan tank-nya untuk mengintimidasi warga Surabaya. 

Tank tersebut bermerek "Jan Cok". Karena ukurannya yang tak terlalu besar, tank tersebut bisa masuk gang perkampungan. 

Alhasil setiap tank datang, warga langsung berteriak jiancok. Warga pun banyak yang menyebut kata itu dengan suara yang keras dengan perasaan dongkol, jancok..jancok...ucap warga kala itu. 

Seiring berjalannya waktu kalimat itu kian populer dan akhirnya menjadi kata-kata umpatan yang kasar. Padahal, diketahui Jan Cox merupakan nama seorang pelukis asal Belanda yang lahir di Den Haag pada 27 Agustus 1919. Jan Cox sendiri meninggal pada tanggal 7 Oktober 1980 di Antwerp, Belgia.

Ia adalah pelukis terkenal di Belanda dan Belgia karena karyanya yang fenomenal. Jan Cox juga tidak pernah sama sekali menginjakkan kakinya di Indonesia. 

Karya lukisannya pun tak ada yang sampai di Indonesia. Lantas bagaimana namanya bisa terdengar sampai ke Indonesia, khususnya di daerah Surabaya, Jawa Timur? 

Berikut Kisahnya

Saat pasukan NICA Belanda yang membonceng Inggris mendarat di Surabaya untuk melucuti senjata tentara Jepang, di salah 1 tank mereka tertulis nama Jan Cox. Menulis nama sesuatu atau seseorang di badan macam tank, pesawat, atau bom memang jamak dilakukan oleh para tentara di zaman Perang Dunia II. 

Kemungkinan besar awak operator tank yang berasal dari Belanda itu amat mengidolakan pelukis tersebut. Tank itu berjenis M3A3 Stuart buatan Amerika Serikat (AS) yang menjadi inventaris tentara Belanda.

Akhir dari pendaratan NICA dan Inggris di Surabaya berakhir dengan pecahnya pertempuran 10 November 1945. Para Tentara Keamanan Rakyat (TKR/TNI kala itu) kemudian melihat tulisan Jan Cox di badan tank Stuart. 

Uniknya nama Jan Cox lantas diadopsi oleh para prajurit TKR untuk mengidentifikasi kalau ada tank milik musuh datang. Sebagai informasi, para prajurit TKR kala itu tidak dibekali senjata anti-tank sehingga akan menyulitkan mereka melawan kendaraan lapis baja musuh. 

Karena saat pertempuran banyak sekali tank milik Belanda yang berseliweran, maka para prajurit TKR sering berkata Jan Cox, Jan Cox! yang maksudnya mengidentifikasi kalau adanya kendaraan lapis baja musuh tersebut.

Namun lama-lama penggunaan kata Jan Cox ini menjadi bahasa serapan masyarakat Surabaya hingga saat ini dan berubah kosakata menjadi jancok yang merupakan umpatan khas Jawa Timuran.

Topik
dancokjiancokumpatan khasjan coxjan cox

Berita Lainnya

Berita

Terbaru