72 SMP Swasta di Kota Malang Masih Kekurangan Siswa

Jul 12, 2021 16:40
Ilustrasi Sekolah (pixabay)
Ilustrasi Sekolah (pixabay)

MALANGTIMES - Sebanyak 72 SMP swasta di Kota Malang, masih kekurangan siswa hingga menjelang tahun ajaran baru.  Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang yang dipublikasikan dalam situs resminya, tercatat kekurangan sekitar 1.852 siswa.

Pagu penerimaan siswa dari 81 SMP swasta di Kota Malang berkisar 5.755 siswa. Tetapi saat ini masih terpenuhi sekitar 3.902 siswa. Sehingga masih ada sekolah swasta yang masih kekurangan siswa dengan jumlah berbeda-beda. Hanya sembilan SMP  swasta yang telah terpenuhi pagu penerimaan siswanya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Malang Idham Chalid membenarkan soal masih banyaknya  SMP swasta yang kekurangan siswa tersebut. Menurut dia, hal tersebut lantaran memang banyak faktor yang memengaruhi. 

"Prioritas orang tua  pertama pasti sekolah negeri, baik SMP atau MTs. Tapi sekarang beda. Antara pagu dan keterserapan ini kan nggak sama. Lebih banyak pagu daripada keterserapan. Yang kedua ini kan orang tua ada yang menyekolahkan ke lembaga swasta tapi favorit. Baru kemudian jika tidak diterima di SMP atau MTs negeri, barulah ke SMP swasta," terangnya.

Jika keterserapan telah dihabiskan di  SMP/MTs negeri serta SMP terbuka, maka tinggallah mereka yang mendaftar ke SMP/MTs swasta. Karena itu, SMP swasta kemudian menyesuaikan kondisi pagu penerimaan di lapangan.

"Faktanya banyak yang tidak terpenuhi. Karena itu tadi, sisa dari sekolah-sekolah yang tadi. Kemudian sekolah swasta harus berbagi (pagu) dengan 80-an sekolah swasta yang ada," bebernya.

Idham  juga tak menampik, kekurangan pagu siswa ini juga terpengaruh adanya pembangunan tiga sekolah negeri yang baru. Karena itu, ke depan pihaknya akan mengajak seluruh pihak untuk duduk bersama membahas pagu penerimaan siswa. 

"Jangan diabaikan sekolah swasta karena eksistensi sekolah swasta ini dari siswa. Apalagi di belakang sekolah swasta ini ada tenaga kependidikan yang tentunya bergantung pada keberlangsungan sekolah. Kalau siswa tidak ada, akan bagaimana. Sekolah bisa mati," ucapnya.

Untuk itu, MKKS SMP Swasta ke depan berharap agar nantinya terdapat pengaturan pagu penerimaan siswa. Apakah pagu penerimaan atau pengurangan bisa didiskusikan kembali. 

"Bisa saja sekolah negeri pagunya ditata ulang sehingga sekolah swasta masih ada peluang untuk mendapatkan siswa. Cuma peluangnya berapa ya tergantung penentuan," pungkasnya.

Sementara itu, berikutdata-data pagu dari berbagai sekolah swasta yang pagu penerimaan siswa belum terpenuhi: 

1
2
3

 

 

 

Topik
kejahatan di pamekasanungkap kasus polres pamekasandesain atap rumahKekurangan Siswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru