Tradisi Bakar Garam Diyakini Masyarakat Bondowoso Bisa Usir Virus Covid-19

Jul 09, 2021 16:36
Warga sedang membuat kobaran api untuk membakar garam (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Warga sedang membuat kobaran api untuk membakar garam (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

BONDOWOSOTIMES - Masyarakat Bondowoso beramai-ramai membakar garam dapur saat malam tiba. Mereka mempercayai, asap garam yang timbul dari kobaran api dapat melenyapkan Covid-19 dari muka bumi.

Meski tak ada anjuran dari ahli kesehatan langsung, namun mereka meyakini pembakaran garam tersebut sebagai upaya untuk menangkal Covid-19 dan penyakit lainnya. 

"Ini kata salah satu tokoh agama dari Madura. Untuk menangkal berbagai penyakit, karena sekarang sedang wabah. Seperti dulu ini, mengusir tha'un," ujar Sri Ningsih warga Desa Kembang, Kecamatan Kota.

Sebagian warga Kembang sudah sekitar tiga malam terakhir membakar segenggam garam. Ada juga yang ditambahi dengan beras jagung dan lima biji lombok.  

Sri mengaku tak tahu bagaimana penjelasannya jika ini dilihat dari sisi kesehatan. Namun, dirinya menyebut ini adat yang sudah diyakini masyarakat sejak zaman dulu. 

Senada disampaikan oleh Sumantri, warga Gg Pasar, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan  Kota. Ia menyebut, bahwa memang benar belum ada penelitian pasti dari ahli kesehatan tentang membakar garam untuk menangkal virus Corona. Namun demikian, adat ini telah dipercaya untuk mengusir penyakit yang ada di kampung. Karena dinilainya Covid-19 itu takut terhadap panas. 

"Seandainya ada Covid-19 yang lewat di halaman rumah mungkin mati karena takut panas," ujarnya. 

"Itu sebenarnya nenek moyang,  ini di luar dari ilmu teknologi. Keyakinan orang perorang," lanjut Sumantri. 

Kevin, warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, mengaku hal serupa. Keluarganya juga membakar garam karena disebut bisa menangkal Virus Corona. 

"Ini usaha. Kalau dari penjelasan kesehatan ya tidak tahu. Katanya ini adat dari nenek moyang," tuturnya. 

Setali tiga uang, Nufafah warga Desa Pakuwesi, Kecamatan Curahdami menyebut, hampir setiap malam warga membakar garam di perapian. Di setiap depan rumah warga semuanya membakar garam di perapian. 

"Di pinggir jalan juga dibakari garam oleh warga," tutupnya. 

Topik
Virus Covid 19tradisi masyarakat bondowosobappeda tulungagungberita covid 19 bondowoso

Berita Lainnya

Berita

Terbaru