Teknologi Super Canggih Leluhur Nusantara yang Disembunyikan

Jul 05, 2021 17:05
Dicky Zainal Arifin (Foto: Pipa Zei)
Dicky Zainal Arifin (Foto: Pipa Zei)

INDONESIATIMES - Leluhur Nusantara tidaklah seprimitif seperti yang kita dapatkan dari buku pelajaran di sekolah selama ini. Justru sebaliknya, ternyata leluhur kita memiliki teknologi sangat canggih yang jauh melebihi kecanggihan teknologi kita masa kini. 

Tidak cuma itu, ternyata Nusantara adalah sebagai awal mula dan menjadi sentral segala peradaban di dunia. Dijelaskan oleh Dicky Zainal Arifin atau yang akrab disapa Kang Dicky Nusantara memiliki teknologi super canggih leluhur yang disembunyikan. 

Dilansir melalui tayangan Kang Dicky di akun TikTok @lanterhia, ia mengatakan tidak percaya dengan manusia yang berasal dari kera atau monyet. 

Di awal video ia mengaku kerap ditanyai tentang beradaban manusia. "Banyak yang mengatakan bahwa manusia itu berasal dari kera dan banyak yang percaya, tapi terus terang selama hidup saya sampai sekarang saya tidak percaya bahwa manusia itu berasal dari kera," cetusnya. 

Kang Dicky lalu mengatakan bahwa ia harus membuktikan jika manusia tidak berasal dari kera. "Ada seorang ilmuwan yang mengatakan manusia itu adalah evolusi, dari hewan berbulu yang sekarang dikenal dengan monyet atau kera dan terus terang saya benar-benar meragukan teori itu," akunya. 

Kang Dicky melanjutkan jika kita ingin tahu tentang asal-usul manusia, berarti kita harus jauh melihat ke belakang.

"Asal-usul dari dunia itu sendiri, asal-usul bagaimana manusia itu mampu mengerjakan sesuatu, membuat sesuatu, berkarya dan bertahan hidup dan bagaimana manusia itu mampu membuat adab dan akhirnya beradab," katanya. 

Ia juga mengatakan bahwa banyak orang yang mengatakan beradaban di masa lalu itu tidak primitif. Salah satu bukti masa lalu tidak primitif yakni penelitian yang tim Kang Dicky lakukan itu membuktikan bahwa masa lalu benar-benar modern. 

"Masa lalu itu sudah mengenal yang namanya antigrafitasi, wimana, wimana adalah alat untuk membuat manusia mampu menolak grafitasi bumi. Dan itu sudah dikenal, hanya mengapa itu tiba-tiba menjadi hilang?," paparnya. 

Kang Dicky lalu menceritakan jika kita menelusuri penginggalan di Indonesia banyak sekali bangunan-bangunan yang terlihat seperti gunung dan alami. Padahal itu tidak alami dan merupakan bangunan yang dibuat manusia. 

Contoh di Gunung Padang. Banyak menyebut itu adalah Gunung Padang, namun Kang Dikcy menyebutnya Gedung Padang karena dari bentuk bangunan dan tumpukan batu itu semua dibuat oleh manusia. 

Kemudian, Kang Dicky juga menyampaikan penelitian lain ke tempat yang bernama Munjul. Di sana, ada sebuah anomali magnetik yang sangat kuat. 

Sebagaimana seperti anomali magentik yang ada di Gunung Padang. "Itu sangat luar biasa, karena anomali ini membuktikan bahwa masa lalu tidak sesederhana yang orang kira," kelakarnya. 

Kemudian beralih ke Sadahurip. Sadahurip merupakan bentuk gunung yang benar-benar berbentuk piramida. 

"Dan di sana, ada sebuah prasasti dan sedang kami gali lagi, kami buka dan sebetulnya masyarakat di sana sudah menemukan ini jauh sebelumnya. Tapi mereka tidak mengumumkannya pada dunia," cerita Kang Dicky. 

Di temuan itu ada prasasti yang ditulis dari huruf lemuria. Sebuah huruf kuno dan jauh lebih kuno dari huruf-huruf yang ada pada zaman orang-orang sekarang ketahui. 

Banyak yang mengetahui bahwa huruf yang paling kuno adalah sansekerta. Namun, huruf yang jauh lebih kuno ialah huruf lemuria. 

Huruf-huruf di prasasti itu awalnya sangat jelas. Tapi ketika ditemukan, huruf-huruf itu memancarkan cahaya dan sudah dicungkili oleh masyarakat setempat. 

Kemudian, saat diterjemahkan huruf-huruf yang ada di prasati tersebut bertuliskan "Gaphida Anjana". Dari 1 batu itu bisa diterjemahkan menjadi "Anjana gaphida Hyangga, Avatara maningga rungga, Shadubaballa aryadumida, Zakala manigwarha zenna" ("Engkau adalah gerbang Sang pencipta, Pengendali alam keseluruhuan jagad halus kasar, Menyeimbangkan kehidupan alam semesta, Waktu akan menjadi anak penurut").

Ada pula Diransa Buaya yang merupakan sebuah prasasti yang membuktikan peradaban berasal dari kita bukan dari mana-mana. Terdapat pula kesaksian dari Frank Joseph Hofl bahwa peradaban itu berasal dari kita.

"Saya percaya bahwa peradaban dunia, pertama kali adanya peradaban, lahirnya peradaban berasal dari Indonesia dan di area sekeliling Asia Tenggara," cetusnya. 

Topik
teknologi leluhurVaksinator di Kota KediriSejarah Nusantara

Berita Lainnya

Berita

Terbaru