Potret Musik Kota Malang (4)

Rock Menggeliat, Nama Sekolah Jadi Grup Band

Jul 01, 2021 15:45
Penampilan Gang Voice di Universitas Brawijaya. (Foto: Wahyu GV)
Penampilan Gang Voice di Universitas Brawijaya. (Foto: Wahyu GV)

MALANGTIMES - Potret perkembangan musik di Kota Malang pada era 1980-an, membuat para musisi dan grup band terus menunjukkan eksistensinya.

Mereka meramu genre musik yang sebelumnya telah mengudara dan menggema yakni rock. Rock pun semakin menggeliat dan meluas pendengarnya di Kota Malang.Para-personel-Bhawikarsu-Band.8946c7057300a9c3.jpg

Di era 1980-an ini lah rock menggema, walaupun berbagai group band di Kota Malang sudah mulai merambah ke genre heavy metal dengan sound-sound yang cadas.

 

Perkembangan musik ini pun didukung oleh kemudahan arek-arek Malang untuk mendapatkan referensi bermusik dari produk-produk fisik band. Mulai dari peredaran majalah musik yang semakin masif, kaset pita dari grup band dalam dan luar negeri yang beredar luas, hingga berkembangnya radio yang memutarkan lagu-lagu bervariatif. 

Grup band yang muncul pada era 1980-an baru  beberapa yakni Heartbreaker (1980), Gang Voice (1983) dan Bhawikarsu (1984). Selain itu ada juga Elpamas (1983) yang hampir seluruh personel merupakan arek-arek Malang, tapi untuk band didirikan di Pandaan. 

Penonton-musik-rock-di-GOR-Pulosari-Malang.ef212958e292ae37.jpg

Selain itu, beberapa grup band sebelumnya yang sudah bermunculan di era 1970-an juga masih aktif pada era 1980-an. Sebut saja Q-Red, grup band adik kakak yang berkiblat ke Deep Purple dan Led Zeppelin. Hingga lady rocker asal Kota Malang dan alumni SMAN 1 Kota Malang yakni Sylvia Saartje yang masih aktif di era 1980-an. 

Arief Wibisono selaku penulis buku "Empat Dekade Sejarah Musik di Kota Malang" mengatakan bahwa pada era 1980-an influence atau kiblat bermusik arek-arek Malang mulai berkembang. 

"Influence era 1980-an dulu yang dominan heavy metal sama progresif rock," ungkapnya kepada MalangTIMES.com.

Deretan grup band dengan genre heavy metal yang menjadi acuan bermusik arek-arek Malang diantaranya seperti Judas Priest, King Diamond, Motley Crue dan Alice Cooper. Sedangkan untuk genre progresif rock memiliki influence seperti Genesis, Pink Floyd, Guruh Gipsy dan lain-lain. 

Selain mulai berkembangnya selera bermusik arek-arek Malang, grup band yang baru bermunculan pun beramai-ramai untuk menunjukkan eksistensi dari sekolahnya masing-masing. 

Mulai dari penamaan grup band, tempat tongkrongan hingga kejuaraan-kejuaraan festival musik yang menunjukkan identitas sekolah dalam hal ini SMA (Sekolah Menengah Atas). 

Pasalnya, dulu jumlah SMA masih sedikit dan belum banyak seperti sekarang. Serta pada era 1980-an SMA yang berada di komplek Tugu Kota Malang selalu terkenal melahirkan band-band andalan Kota Malang. 

"Tahun 1980 an itu band-band heavy metal itu banyak yang muncul seperti Heartbreaker. Terus Bhawikarsu Band, Gang Voice itu mereka cenderung pakai progresif rock," ujarnya. 

Grup band pada era 1980-an ini seringkali meramaikan pagelaran-pagelaran pentas seni di sekolahnya masing-masing. Selain itu juga deretan grup band juga kerap kali meramaikan panggung-panggung luar sekolah.

"Mereka tongkrongannya di setiap sekolahannya membawa nama sekolah pada waktu itu," tuturnya.

Seperti contohnya, Bhawikarsu Band yang merupakan band khusus dari SMAN 3 Malang, di mana setiap angkatan diperbolehkan untuk memakai nama Bhawikarsu Band. Mulai kemunculannya di tahun 1984 yang diisi oleh campuran angkatan 1985 hingga 1987 selalu tampil di acara pagelaran seni SMAN 3 Malang. Penulis-Buku-Empat-Dekade-Sejarah-Musik-Kota-Malang-Arief-Wibisono.eab1b796bd637628.jpg

"Juga acara di luar sekolah dengan promotor Javanoea, Log Zhelebhour dan acara kampus di Malang. Serta pada tahun 1987 sempat menjadi juara harapan 1 di Festival Rock se-Jawa Timur di Taman Tirta Surabaya," tuturnya. 

Lalu juga ada Gang Voice yang terbentuk di tahun 1983 dan kerap kali menjadi idaman arek-arek Malang. Gang Voice sendiri diartikan menjadi kumpulan suara. "Gang Voice cikal bakalnya Arema Voice. Jadi kumpulannya suara arek Malang saat itu," katanya. 

Deretan prestasi pun juga sempat ditorehkan oleh Gang Voice. Yakni pada tahun 1987 Gang Voice sempat mengikuti Festival Rock se-Indonesia ketiga. Di mana festival yang babak penyisihannya di Go Skate Surabaya, lalu berlanjut grand final di Gelora 10 November Surabaya dan final yang digelar di GOR Pulosari. 

Untuk tempat pertunjukan pada era 1980-an, masih sama dengan sebelumnya. Yakni GOR Pulosari yang selalu menyimpan cerita dan kisah tersendiri bagi arek-arek Malang dan musisi dari luar maupun dalam Kota Malang. 

"Jadi pada waktu itu, mereka sering bermain di GOR Pulosari. Terus di Ijen Fair. Di Jalan Ijen tepatnya di dekatnya Museum Brawijaya sama Stadion Gajayana," terangnya. 

Mulai dari God Bless, Elpamas, Power Metal, Ita Purnamasari, Grass Rock, SHAR, Freddy Tamaela hingga Nicky Astria sudah pernah menjajal sensasi panggung GOR Pulosari di era 1980-an. Dan kekritisan arek-arek Malang juga semakin terasah yang membuat 'momok' tersendiri bagi para musisi dari dalam maupun luar Kota Malang. 

Simak terus ulasan di MalangTIMES.com terkait potret musik di Kota Malang dari setiap dekade yang di mana masih banyak hal-hal menarik yang bakal diulas.

Topik
musik di kota malangbaromoter musikteuku iqbal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru