Kisah Nabi Jirjis yang Dibunuh Hingga 70 Kali oleh Yahudi

Jul 01, 2021 10:24
Ilustrasi (Foto: Minews ID)
Ilustrasi (Foto: Minews ID)

INDONESIATIMES - Zaman dahulu ada seorang raja yang bernama Darriyan. Dia adalah seorang raja penyembah berhala. 

Suatu hari Raja Darriyan membangun istana yang megah. Di dalamnya terdapat berhala yang dihiasi permata dan mutiara. 

Berhala tersebut diberi wangi-wangian dari minyak misik. Di depan istana yang megah itu, juga dibuat gumpalan tanah besar yang berisi kobaran api. 

Satu persatu rakyatnya disuruh masuk ke istana tersebut untuk menyembah berhalanya. Apabila menolak maka rakyat akan dilemparkan ke dalam kubangan yang berisi kobaran api yang besar. 

Lalu Allah SWT mengutus Nabi Jirjis untuk mengajak sang raja menyembah kepada Allah SWT. Nabi Jirjis pun menghadap sang raja dan berkata kepadanya: "Mengapa engkau menyembah berhala, padahal dia tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, dan tidak bisa memenuhi kebutuhanmu".

Raja Darriyan pun menjawab: "Sejak aku menyembah berhala aku mempunyai kerajaan dan hartaku menjadi berlimpah, sedangkan kamu apa yang telah kamu dapatkan dengan menyembah Tuhanmu, kamu tidak mempunyai harta dan kemewahan seperti aku. Tidak nampak sedikitpun kenikmatan yang kamu dapatkan".

Nabi Jirjir kembali berkata "Sesungguhnya nikmat dunia itu akan hilang saat kita meninggal, dan Tuhanku telah memberikan kepadaku nikmat akhirat di dalam surga".

Maka terjadilah diskusi yang panjang di antara mereka berdua. Yang pada akhirnya sang raja menjadi murka, karena kalah dalam beragumentasi.

Lalu ia memerintahkan bawahannya untuk membunuh Nabi Jirjis. Sang raja memberi perintah untuk mendidihkan air dalam sebuah bejana besar lalu menumpahkan ke tubuh Nabi Jirjis. 

Seketika itu juga, tubuh Nabi Jirjis langsung meleleh. Tak berhenti sampai di situ, sang raja memerintahkan untuk menyisir tubuh Nabi Jirjis dengan sisir yang terbuat dari besi hingga tak tersisa sedikitpun daging dari tubuh Nabi Jirjis, kecuali hanya tulang-tulangnya saja. 

Lalu Allah SWT menghidupkan kembali Nabi Jirjir dan mengembalikan bentuknya seperti sediakala. Kemudian Nabi Jirjir menyeru kepada sang raja dengan suaranya yang keras. 

"Hai kafir katakanlah tiada Tuhan selain Allah".

Melihat keajaiban itu, bukannya membuat sang raja menjadi beriman. Tapi justru membuat sang raja semakin geram. 

Ia kembali mengincar Nabi Jirjir dan raja memerintahkan agar mebawakan 6 paku besar dari besi. Lalu menancapkan 2 paku tersebut di kedua tangan Nabi Jirjis. 

Dan menancapkan 2 paku di kakinya, 1 paku ditancapkan di kelapanya dan 1 paku lagi ditancapkan di dada Nabi Jirjis. 

Tubuh Nabi Jirjis penuh luka dan darah akibat paku-paku tersebut dan beliau pun langsung meninggal dunia. Lalu Allah mengutus malaikat untuk melepaskan paku-paku tersebut dari tubuh Nabi Jirjis. Nabi Jirjis pun hidup kembali dan tubuhnya kembali utuh seperti semula. 

Bekas luka dan darah yang mengalir di tubuh Nabi Jirjis hilang seketika. Nabi Jirjis kembali berkata dengan suara yang lebih keras. 

“Hai kafir katakanlah tiada Tuhan selain Allah”.

Untuk kedua kalinya sang raja dibuat murka oleh Nabi Jirjis. Raja memerintahkan untuk mendatangkan kuali yang besar. Di dalam kuali tersebut terdapat air yang sangat mendidih. 

Lalu Nabi Jirjis dilempar ke dalam kuali tersebut. Seketika itu juga beliau langsung meninggal dunia. Untuk kesekian kalinya, dengan kuasa Allah Nabi Jirjis hidup kembali. Dan keluar dari kuali tersebut, ditubuhnya tak ada luka sedikit pun. 

Disebutkan bahwa sang raja, menyiksa dan membunuh Nabi Jirjis sampai 70 kali. Namun Allah berulang kali menghidupkannya kembali dengan kondisi tubuh seperti sedia kala. 

Ada pula yang meriwayatkan sampai 100 kali. Sang raja akhirnya menghentikan perbuatannya, lalu berkata kepada Nabi Jirjis.

“Saya ada permintaan kepadamu, apa benar engkau menuruti permintaanku maka aku pun akan menuruti semua perintahmu”. 

Nabi Jirjis pun bertanya "Apa permintaanmu?"

Sang raja menjawab : "Aku ingin engkau bersujud kepada berhalaku 1 kali saja, nanti aku akan memberikan semua yang kau inginkan dan aku akan melakukan semua perintahmu, termasuk menyembah Tuhanmu".

Nabi Jirjis hanya terdiam dan tidak menjawab sedikitpun. Sang raja lalu menganggap bahwa diamnya Nabi Jirjis adalah ungkapan setuju. 

Lalu sang raja berkata lagi: “Hai Jirjis, aku telah menyiksamu dengan berbagai macam siksaan. Dan banyak menyakitimu. Masuklah ke rumahku agar engkau dapat beristirahat malam ini”.

Malamnya, Jirjis pun pergi ke rumah sang raja. Beliau lalu beristirahat dan melakukan salat. Pada malam harinya, beliau membaca kitab Zabur hingga terbit fajar. 

Saat beliau membaca kitab Zabur, ternyata terdengar oleh istri sang raja dan membekas dalam hatinya. Istri sang raja pun semalaman menangis tersedu-sedu. 

Ia lalu mendatangi Nabi Jirjis untuk bertaubat dan memeluk ajaran beliau. Ia melakukan hal ini tanpa sepengetahuan suaminya. 

Pada pagi harinya, Nabi Jirjis keluar dari rumah sang raja. Sang raja mengajak beliau ke tempat berhala. Nabi Jirjis hanya diam dan tidak menjawabnya. 

Sang raja menjadi jengkel, lalu memasukkan beliau ke rumah seorang perempuan tua. Di dalam rumah perempuan tua itu ada seorang anak yang buta, tuli, dan bisu.

Di rumah itu, beliau tidak diberi makanan dan tidak ada seorangpun yang boleh memberinya makanan. Saat beliau mulai merasakan kelaparan, beliau melihat ada sebatang kayu di dalam rumah itu. Lalu Nabi Jirjis berdoa kepada Allah. 

Lalu batang kayu itu tumbuh daun dan berbuah dengan buah yang bermacam-macam. Ketika perempuan tua itu melihat kejadian tersebut, ia pun mengimani ajaran Nabi Jirjis dan meminta agar mendoakan anaknya menjadi normal. 

Beliau pun lalu berdoa kepada Allah, maka Allah menyembuhkan anak tersebut. Nabi Jirjir lalu memanggil anak itu, “wahai anak laki-laki”.

Anak tersebut menjawab “labaik ya rasulullah”. Pergilah kamu ke tempat berhala, dan katakan kepada berhala-berhala itu bahwasanya Jirjis memanggilnya, perintah Nabi Jirjis kepada anak laki-laki tersebut. 

Anak itu pun pergi dan masuk ke tempat berhala-berhala yang jumlahnya ada 70. Lalu anak itu menyampaikan kepada berhala apa yang diperintahkan oleh Nabi Jirjis. 

Dengan kuasa Allah SWT, berhala-berhala tersebut berjalan menuju kepada Nabi Jirjis. berhala-berhala tersebut berjalan menggunakan kepalanya dengan posisi terbalik. 

Saat itu istri sang raja melihat berhala-berhala itu berjalan. Lalu mengikuti kemana arah tujuan berhala-berhala tersebut. 

Sesampainya di hadapan Nabi Jirjis, beliau melihat istri raja di belakang berhala-berhala tersebut. Kemudian Nabi Jirjis menunjuk bumi dan menghentakkan kakinya. 

Seketika itu juga bumi terbelah, berhala berhala yang ada di hadapannya hancur berantakan. Ketika istri raja melihat mukjizat Nabi Jirjis, maka ia pun pergi ke istana. Dan berseru kepada rakyatnya, "Wahai penduduk negeri kasihanilah diri kalian, ikutilah ajaran Nabi Jirjis".

Sang raja sontak kaget mendengarnya, lalu raja berkata kepada istrinya: “Sesungguhnya aku sudah melihat banyak mukjizat, tapi aku tidak mau mempercayainya. Engkau baru melihat 1 saja sudah langsung mempercayainya”. 

Sang istri menjawab "Itu karena kamu adalah orang yang celaka. Sedangkan aku adalah orang yang beruntung".

Kemudian sang raja pun memerintahkan bawahannya untuk membunuh istrinya. Di saat yang lain, Nabi Jirjis bermunajat kepada Allah "Ya Tuhanku saya telah merasakan gangguan orang-orang kafir selama 70 tahun lamanya dan sudah tidak tersisa lagi kemampuanku setelah hari ini, maka berikanlah kepadaku rizki mati sahid dan azablah mereka".

Tidak lama kemudian datanglah beberapa utusan istana kepada Nabi Jirjis. Lalu mereka melepaskan pedangnya ke tubuh Nabi Jirjis. 

Nabi Jirjis pun meninggal dalam keadaan sahid. Setelah Nabi Jirjis terbunuh, terlihat api besar yang berkobar-kobar turun dari langit. Api tersebut lalu membakar istana sang raja hingga tak tersisa sedikitpun. Raja pun dan para pengikutnya mati dalam keadaan mengenaskan. 

Topik
kisah nabikota malang masuk daftar ppkm daruratkisah islami

Berita Lainnya

Berita

Terbaru