Begitu Istimewanya Nabi Ini, Ketika Meninggal Jenazahnya Diurus Malaikat

Jul 01, 2021 09:30
Ilustrasi malaikat urus jenazah (Ist)
Ilustrasi malaikat urus jenazah (Ist)

MALANGTIMES - Ketika terdapat seseorang yang meninggal, tentunya orang lain harus mengurus jenazahnya. Dalam Islam mengurus jenazah hukumnya Fardu Kifayah. Mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan semuanya dilakukan oleh keluarga bersama orang-orang di sekitarnya. 

Akan tetapi, ternyata terdapat kisah seseorang nabi yang jenazahnya pernah diurus oleh malaikat. Lalu, siapakah nabi itu? Mengapa sampai-sampai malaikat yang mengurus jenazahnya? 

Dari channel Islam Populer mengisahkan, jika sosok orang tersebut adalah Nabi Adam AS. Syekh Umar Sulaiman Abdullah al- Asyqar dalam kitab Shahihul Qishash an-Nabawi menjelaskan mengenai malaikat yang mengurus jenazah Nabi Adam AS.

Saat akan wafat, Nabi Adam AS ingin memakan buah surga, anak-anaknya pun berusaha mendapatkan apa yang diinginkan oleh ayahnya. Namun, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan sejumlah lelaki.

Sejumlah lelaki tersebut kemudian menanyakan kemana tujuan dari anak Nabi Adam tersebut. Sejumlah lelaki tersebut kemudian mengatakan kepada anak Nabi Adam, jika ketetapan untuk Nabi Adam AS telah tiba.

Setelah itu mereka kembali dan sejumlah laki-laki tersebut kemudian mendatangi Nabi Adam. Saat mereka datang, Hawa yang mengetahui mereka kemudian berlindung di balik Nabi Adam AS. Di situ diketahui jika sejumlah laki-laki yang menemui anak-anak Nabi Adam sebelumnya merupakan malaikat.

Saat itu, para malaikat membawa sejumlah peralatan seperti kain kafan, wewangian, dan alat-alat penggali kubur seperti cangkul, sekop dan kapak untuk sebuah pemakaman.

Kemudian ketika Hawa berlindung di balik Nabi Adam, Nabi Adam berkata kepada Hawa, “Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan karenamu. Biarkan aku dengan malaikat Tuhanku".

Malaikat-malaikat itu kemudian mencabut nyawa Nabi Adam AS tepat pada hari Jum’at. Para malaikat kemudian mengurus jenazah Nabi Adam dari mulai memandikan, mengkafani, memberi wewangian, menyiapkan liang kubur, dan menyalatkannya.

Para malaikat kemudian membawa jenazah Nabi Adam turun ke liang kubur dan mulai menguburnya. Setelah terkubur, malaikat itu kemudian berkata, “Wahai Bani Adam, ini adalah tuntunan bagi kalian pada orang mati di antara kalian”.

Para malaikat Allah SWT itu juga berdoa semoga Allah SWT mencurahkan kasih sayangnya kepada Nabi Adam AS sehingga ditempatkan dalam surga. Selain itu, mereka juga mendoakan anak cucu Adam agar bisa berkumpul dengan nenek moyang mereka di hari kiamat dan kembali mengingatkan jika semua manusia juga akan bernasib sama dengan Nabi Adam AS.

Sementara itu, kisah wafatnya Nabi Adam AS diawali dengan berbagai cerita. Hal ini sesuai dengan riwayat Thabrani, Ibnu Katsir dan Ubah bin Kaab. Kematian Habil membuat Nabi Adam AS sedih. Bahkan bertahun-tahun beliau tetap saja menangisi anaknya.

Allah SWT kemudian memberikan anak kepada Nabi Adam sebagai pengganti Habil. Anak tersebut bernama Syits yang artinya pemberian Allah SWT. Saat beranjak dewasa, Nabi Adam mengajarkan semua ilmunya kepada Syits. Sebelum wafat pun, Nabi Adam AS berpesan kepada anaknya itu untuk membimbing anak keturunannya agar beribadah dengan Allah SWT.

Nabi Adam yang telah lama hidup banyak menyaksikan anak keturunannya dan kemudian beliau dipanggil Allah SWT. Hal ini juga dijelaskan Ibnu Katsir, "Para ahli sejarah menceritakan bahwa Adam tidak akan meninggal kecuali ia sudah lihat keturunannya, tari anak, cucu, cicit terus ke bawah yang jumlahnya mencapai 400 ribu".

Topik
kisah nabikisah nabi AdamNabi Adamsebaran covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru