Disebut di Alquran dan Hadis, Fakta Lalat yang Harus Kamu Tahu

Jun 27, 2021 08:20
Ilustrasi lalat yang hinggap pada makanan (istimewa)
Ilustrasi lalat yang hinggap pada makanan (istimewa)

MALANGTIMES - Orang akan merasa jijik jika makanan atau minumannya dihinggapi oleh lalat. Apalagi seperti diketahui jika lalat seringkali berada di tempat-tempat yang kotor. Sehingga, tak sedikit orang yang mangatakan lalat sebagai pembawa penyakit. Akan tetapi, ketika kamu mengetahui perihal penciptaan lalat, barulah kamu akan mengerti dan berfikir mengenai lalat.

Semua yang diciptakan Allah SWT mempunyai peran masing-masing. Allah SWT tak hanya menciptakan sesuatu tanpa ada fungsinya. Sama halnya dengan lalat, jika halnya hanya berfikir hal negatif tentang lalat, maka firman Allah SWT tentang lalat harus disimak.

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan maka dengarkanlah perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu membuatnya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah pula yang disembah" (QS Al Hajj 73).

Dari Chanel Islam Populer, dalam ayat tersebut menyuruh untuk hanya menyembah Allah SWT dan menyerukan untuk meninggalkan praktik menyembah berhala yang mengarah pada kesyirikan. Allah membuat perumpamaan dalam ayat tersebut, betapa hinanya yang menyembah berhala, mereka tak mampu menciptakan lalat walaupun semuanya berkumpul. Bahkan lalat disimbolkan kekuatan yang mempertahankan sesuatu yang telah diambilnya.

Lalat juga disebut dalam Alquran. Bahkan dalam hadis Rasulullah juga sempat menyebut lalat. Pada sayap lalap terdapat dua sisi yang bertolak belakang. Sisi satu adalah racun dan sisi yang lain adalah penawarnya. Hal ini sesuai hadis, "Jika lalat terjatuh di minuman salah seorang di antara kamu, maka benamkanlah ia, kemudian lepaskan (buanglah). Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat (penawar)"(HR Bukhari).

Hadis tentang lalat ini juga disebutkan dalam riwayat lain. Dalam kitab Ibnu Majah dari Sa'id Al Khudri diriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda, "Salah satu sayap lalat itu adalah racun, sementara yang lainnya adalah obat. Maka apabila seekor lalat jatuh dalam makanan, tenggelamkanlah. Karena ia mendahulukan racun dan mengakhirkan obatnya.".

Manfaat adanya lalat juga sudah dibuktikan secara ilmiah. Peneliti Universitas Alicante Spanyol telah membuktikan, bahwa larva lalat bisa mengurangi tinja hewan begitupun manusia. Larva lalat mengurangi limbah biologis di bumi. Bahkan sudah digunakan untuk menyembuhkan sebuah penyakit. Hal ini dikaji oleh Prof Dr Amin Ridha. 

Pada 30 tahu pertama abad ke 20, dunia kedokteran telah menggunakan alat untuk penyembuh penyakit borok menahun dan paru. Hewan ini juga terbukti membunuh kuman. Ketika membawa kuman lain, hewan ini juga membawa bakteri pembunuh kuman tersebut.

Ada juga penelitian Departemen Ilmu Biologi Macquarie University, Australia yang juga membuktikan adanya bakteri pada sayap dan tubuh lalat. Penelitian ini didasarkan pada kemampuan daya tahan lalat yang mampu hidup di tempat yang kotor.

Dilansir dari abcdotcom, para imuwan Australia bawah para ilmuwan sedang mencari antibiotik baru yang diharapkan memiliki manfaat bagi kehidupan. Dan antibiotik itu ditemukan pada lalat, hasil penelitian menyimpulkan bahwa semua jenis lalat memiliki anti bakteri pada tubuh dan sayapnya. Anti bakteri itu diekstraksi oleh lalat untuk menjaga tubuhnya.

Penelitian tentang lalat juga dilakukan Tim Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains Universitas Qashim, Arab Saudi. Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti muda di bawah Dr Jamal Hamid dan berkordinasi dengan Dr Shalih ash Shalih seorang Dai terkenal di Eropa. Mereka melakukan penelitian analisis pada sayap lalat. 

Metode yang digunakan aladah menumbuhkan mikroba termasuk bakteri Escherucia Coli pada air steril yang ada di dua wadah. Pada percobaan pertama, dicelupkan seluruh tubuh lalat lalu dibuang. Dan yang kedua, lalat dijatuhkan tanpa ditenggelamkan lalu dibuang. 

Dan hasilnya pun begitu berbeda. Terbukti seperti apa yang disampaikan Rasulullah dalam sabdanya. Pada wadah pertama tampak koloni bakteri Escherucia Coli tapi kemudian dihambat oleh sebuah actinomycin bakteri yang dapat mengeluarkan antibiotik. Kemudian, pada wadah kedua, hanya ada bakteri Escherucia Coli yang menjadi penyebab banyak penyakit. 

Topik
lalatkhadijahAllah SWT

Berita Lainnya

Berita

Terbaru