Dapat Hibah PKKM 2021, Ini Strategi Prodi Manajemen Universitas PGRI Kanjuruhan Untuk Tingkatkan Mutu

Jun 23, 2021 15:06
Prodi Manajemen Unikama saat divisitasi terkait PKKM 2021 (Ist)
Prodi Manajemen Unikama saat divisitasi terkait PKKM 2021 (Ist)

MALANGTIMES - Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) mendapatkan hibah dana Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2021 dari Ditjen Dikti kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dana hibah yang diperoleh sebesar Rp 989.038.000,.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Prodi (Kaprodi) Manajemen Rita Indah Mustikowati, SE, MM. Dijelaskannya, jika awalnya Prodi Manajemen mengirimkan proposal melalui proses seleksi adminitratif, evaluasi kualitas, kelayakan proposal hingga verivikasi program oleh Ditjen Dikti Kemendikbud tahun 2021.

Pengajuan tersebut juga melihat dari pengalaman sebelumnya. Berawal dari hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada bulan Agustus 2020. Hibah tersebut menjadi starting point dan trigger yang tepat dalam rangka mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di masyarakat serta dunia kerja dan industri.

1

Selain itu, prodi manajemen harus mengimplementasikan kurikulum MBKM dengan baik dan mendukung sasaran pengembangan pendidikan tinggi dan prodi, yang sesuai Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan.

Dalam mendukung capaian (IKU) Prodi Manajemen mempersiapkan pengembangan mahasiswa, pengembangan dan peningkatan kualitas SDM, pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana prodi, peningkatan kerjasama, penerapan riset dosen dan pencapaian pembelajaran kelas serta upaya memperoleh akreditasi internasional. 

"Dari latar belakang tersebutlah maka prodi manajemen akhirnya mengajukan proposal PKKM ke Dikti," jelasnya.

Usai mendapatkan dana hibah, langsung ditindaklanjuti dengan penerapan teknis di lapangan. Prodi Manajemen Unikama mengembangkan pola hubungan sinergis antara prodi dengan mitra merdeka belajar, baik mitra perguruan tinggi (PT) maupun mitra non-PT.

Secara teknis penerapan hibah ini dituangkan dalam 3 program. Program tersebut merupakan peningkatan kompetensi dan bakat mahasiswa berbasis kebijakan kampus merdeka. Di mana program ini membekali mahasiswa dengan pencapaian hard skill yang baik untuk implementasi proses pembelajaran yang baik. Sedangkan pengembangan soft skills dan prestasi dilakukan secara utuh baik melalui kegiatan dan ekstrakurikuler.

"Kami berpikir bahwa kompetensi (hard skill dan soft skill), serta prestasi sangat berkaitan satu sama lain dan pada saat ini. Dunia usaha atau industri sangat membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi yang utuh tersebut," terangnya.

2

Program yang kedua adalah peningkatan kualitas pembelajaran dan relevansi pendidikan tinggi melalui pengembangan case method dan team based project berbasis ICT. Dalam  program ini adalah bagaimana prodi menyiapkan dosen yang memiliki Profesionalitas melalui program pengembangan kualifikasi dan kompetensi dosen.

Hal itu tentunya agar implementasi program pembelajaran aktif dapat dijalankan secara berkelanjutan serta selaras dengan kebutuhan DUDI (link and match). Program yang ketiga adalah peningkatan profesionalisme dosen melalui pengembangan kualifikasi dan kompetensi guna mendukung kebijakan MBKM dan internasionalisasi prodi. 

Disini, Prodi berfikir profesional dan tidak hanya mengacu pada kualifikasi pendidikan formal, tetapi juga dibuktikan dengan kombinasi kepemilikan sertifikasi profesi, kompetensi dan kemampuan berbahasa global. 

Pihaknya berharap, dengan dana hibah yang diperoleh, akreditasi Prodi Manajemen maupun tingkat universitas bisa meningkat menjadi A. Hal ini selaras juga dengan harapan untuk bisa terakreditasi secara internasional.

3

Dengan adanya dana hibah ini, prodi juga dapat membekali mahasiswa dengan pencapaian hard skill yang baik untuk implementasi proses pembelajaran yang baik. Sedangkan pengembangan soft skills dan prestasi, dilakukan secara utuh baik melalui kegiatan ko dan ekstrakurikuler. 

Selain itu, prodi juga menyiapkan dosen yang memiliki profesionalitas melalui program pengembangan kualifikasi dan kompetensi dosen agar implementasi program pembelajaran aktif dapat dijalankan secara berkelanjutan  dan selaras dengan kebutuhan DUDI (link and match).

Prodi berfikir Profesionalisme tidak hanya mengacu pada kualifikasi pendidikan formal, tetapi juga dibuktikan dengan kombinasi kepemilikan sertifikasi profesi, kompetensi dan kemampuan berbahasa global.

"Profesionalisme dosen juga dapat ditunjukkan dengan keterlibatan dosen melaksanakan tridharma di luar kampus baik dalam maupun luar negeri. Selain itu kami juga berpikir bahwa dosen harus menjadi agen perubahan," pungkasnya.

Topik
Dana HibahTimnas WanitaUniversitas PGRI Kanjuruhan MalangUnikama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru