Diduga Klaster Hajatan, Dusun Rowotrate Dijaga Ketat Polisi dan TNI

Jun 22, 2021 20:09
Pihak Polisi dan TNI saat berjaga di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Pihak Polisi dan TNI saat berjaga di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang dinyatakan zona orange setelah 7 warga terkonfirmasi positif Covid-19. Oleh karena itu, karantina wilayah berskala mikro diterapkan.

Kapolsek Sumbermanjing Wetan Iptu Mashudianto saat ditemui di pos penjagaan Dusun Rowotrate membenarkan bahwa terdapat beberapa warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga pihak kepolisian bersama TNI ikut menjaga wilayah tersebut sejak diterapkan karantina wilayah skala mikro.

“Kapan hari diduga banyak kerumunan sehingga ada 7 yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Mashudianto, Selasa (22/6/2021).

Dilakukannya penutupan akses keluar masuk dusun yang juga dijaga oleh beberapa warga dari dusun tetangga, polisi dan TNI diharapkan karantina wilayah skala mikro itu dapat memutus penyebaran Covid-19. Sebab, wilayah tersebut juga berdampingan dengan dusun lainnya, sehingga jika tidak akses jalan tidak ditutup dikhawatirkan dapat menyebar ke wilayah lain.

“Di Dusun Rowotrate ini ada sekitar 200 hingga 300 KK, sehingga kami tutup akses jalan keluar masuk dusun agar mereka dapat isolasi mandiri di dusunnya sendiri,” ungkapnya.

Dari informasi yang didapat Mashudianto, awal mulai adanya masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu karena ada salah satu warga yang mengadakan hajatan. Padahal, sangat jelas satuan tugas (Satgas) covid-19 yang dalam hal ini termasuk polisi telah melarang adanya perkumpulan banyak orang.

“Mohon maaf, untuk hajatan ini memang telah dilarang dan tidak diizinkan. Tapi rupanya mereka (yang punya hajat, red) mencuri-curi kesempatan untuk menggelar,” ucap Mashudianto.

Sejauh ini, warga Dusun Rowotrate telah melakukan karantina wilayah skala mikro selama tiga hari. Dan rencananya, proses tersebut akan dilalui selama 14 hari sesuai dengan standar yang ditentukan.

“Ini supaya tidak berimbas kepada (dusun/desa) yang lain,” tukasnya.

Dari pantauan media ini, dalam akses menuju Dusun Rowotrate dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan TNI. Di situ terdapat tenda yang di bawahnya diberi kursi untuk anggota berjaga. Sementara akses jalan ditutup menggunakan bambu.

Di sisi lain untuk mencukupi kebutuhan makan warga, terdapat dapur umum yang dipusatkan di Balai Desa Sitiarjo yang jaraknya kurang lebih hanya 500 meter dari lokasi pos jaga. Terlihat beberapa relawan dari Tagana Kabupaten Malang yang dibantu warga sekitar sedang sibuk memasak. Mulai dari mencuci beras, mengupas bawang, hingga menggoreng.

“475 bungkus selama 14 hari, per hari 2 kali pengiriman (pagi dan sore),” kata salah satu relawan dari Tagana Kabupaten Malang, Saiful Arif.

Awalnya, Saiful mengaku mengalami kesulitan karena minimnya relawan yang membantu di dapur umum. Namun kekompakan warga Desa Sitiarjo membuat pihaknya merasa terbantu.

“Kendala awalnya kekurangan relawan. Tapi lama-lama masyarakat sadar dan ikut membantu,” ujarnya.

Diketahui, makanan yang disiapkan itu diangkut menggunakan truk dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang. Sementara sang pengantar makanan selalu dilengkapi dengan APD lengkap.

Topik
covid 19 kabupaten malanghibah pemkot kediriIsolasi Mandirippkm mikro

Berita Lainnya

Berita

Terbaru