Kisah Nabi Yakub Menderita Katarak, Sembuh dengan Gamis Berkeringat

Jun 20, 2021 07:23
Ilustrasi penyakit katarak (Shutterstock)
Ilustrasi penyakit katarak (Shutterstock)

INDONESIATIMES - Katarak salah satu penyakit mata yang berat. Bahkan penyembuhannya harus dengan operasi. Namun, kisah Nabi Yakub AS menginspirasi para ilmuwan dalam metode penyembuhan katarak.

 Lantas seperti apa kisah Nabi Yakub yang sembuh dari katarak? Bagaimana cara atau metode penyembuhan beliau? 

Dikisahkan bahwa Nabi Yakub pernah menderita penyakit katarak. Seperti diketahui, katarak adalah penyakit mata yang membuat pandangan mata terganggu. 

Kemudian, Nabi Yakub AS mengambil sebuah gamis berkeringat yang diberikan putranya, Nabi Yusuf.  Nabi Yakub lalu mengusapkan gamis berkeringat itu ke wajah maupun matanya. Tak disangka, beliau seketika bisa melihat kembali.

Sembuhnya Nabi Yakub juga dijelaskan dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman, "Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini. Lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku"(QS Yusuf 93).

Surat tersebut menjelaskan perintah Nabi Yusuf AS untuk menjadikan baju gamisnya sebagai obat untuk sang ayah. Seketika itu, Nabi Yakub sembuh dari penyakit katarak. 

Allah SWT berfirman, "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis ke wajah Yakub, lalu kemudian dia dapat melihat. Berkata Yakub: tidakkah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya" (QS Yusuf 96).

Peristiwa sembuhnya Nabi Yakub mendorong ilmuwan Mesir untuk  mengungkap kesembuhan penyakit katarak. Padahal, baju gamis Nabi Yusuf sendiri tidak mengandung apa-apa kecuali keringat.

Kitab suci Al-Quran memang mengungkapkan banyak fakta sains. Salah satu fakta sains yang terungkap adalah keringat yang bisa menyembuhkan katarak. 

Penelitian tersebut terinspirasi dari kisah Nabi Yakub. Buku berjudul Sains dalam Al-Quran yang ditulis Dr Nafiah Thayyarah mengungkapkan, kesedihan atau kebahagiaan yang meluap dapat menyebabkan mata mengalami katarak.

Cairan atau sesuatu yang berwarna putih dapat menghalangi masuknya cahaya matahari dalam kornea mata. Kondisi ini terjadi secara parsial atau total tergantung kegelapannya. 

Ilmu pengetahuan modern membuktikan bahwa kesedihan atau kegembiraan yang berlebihan dapat meningkatkan adrenalin. Hal ini berakibat meningkatnya kadar gula dalam darah, kemudian menimbulkan penyakit katarak.

Untuk menyembuhkan katarak, percobaan ilmiah telah dilakukan dengan melibatkan hewan. Setelah berhasil pada hewan, percobaan pengobatan bisa dilakukan pada manusia. 

Salah satu ilmuwan Mesir mencoba mengeluarkan lensa mata melalui operasi dan kemudian lensa mata itu direndam dengan keringat.  Setelah direndam dalam keringat, terjadi perubahan secara bertahap pada lensa tersebut. Alhasil, 90 persen penyembuhan katarak berhasil dilakukan melalui keringat.

Topik
Nabi Yakub dan katarakpenyembuhan katarakklaster perumahanpenyakit katarakHUT Kota Madiun

Berita Lainnya

Berita

Terbaru