Inilah Ilmuwan Muslim Penemu Teori Atom Sesungguhnya melalui Alquran

Jun 15, 2021 14:11
Jabir bin Hayyan (Foto: Anchor)
Jabir bin Hayyan (Foto: Anchor)

INDONESIATIMES - Tak banyak yang tahu tentang sosok Abu Musa Jabir bin Hayyan atau yang dikenal dengan nama Geber. Jabir bin Hayyan merupakan ilmuwan Muslim polymath terkemuka; kimiawan, alkimiawan, ahli astronomi dan astrologi, insinyur, ahli bumi, ahli filsafat, ahli fisika, apoteker dan dokter. 

Ia lahir di Kufah, Irak tahun 750 M dan meninggal dunia tahun 803 M. Kontribusi terbesar Jabir dalam bidang kimia patut untuk diakui. 

Pasalnya, ia telah mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir juga menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi. 

Sehingga bisa dianggap jika Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lain dari Jabir yakni dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut. 

Jabir telah menemukan prinsip-prinsip besi

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan oleh Allah melalui Malaikat Jibril untuk disampaikan ke pada Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan pedoman hidup untuk umat manusia agar selamat di dunia dan di Akhirat. Kitab suci agama Islam ini bersisi tentang hukum islam, peringatan, sejarah, kabar berita, dan lain lain.

Selain itu dalam Alquran terdapat pula isyarat-isyarat keilmuan. Isyarat itu lantas diuji dengan pembuktian keilmuan, bila dipelajari oleh manusia dengan benar maka akan melahirkan produk-produk yang bisa digunakan lebih baik.

"Quran itu solusi "Hudan", karena itu setiap masalah walaupun penemuannya tidak harus ada, tapi isyaratnya ada. Qur'an bukan kitab ilmiah, tapi isyarat ilmiah ada dalam Al Qur'an (Ustaz Adi Hidayat, Lc. MA).

Kala itu, sebagai seorang muslim, Jabir membaca Alquran surat Al Hadid sampai ayat 25. Tiba-tiba muncul hasratnya untuk mempelajari sesuatu. 

Dalam 1 ayatnya ada kalimat: وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ (Wa anjalnaa hadida (artinya: kami turunkan besi)).

Diketahui, para ulama tafsir dulu belum bisa memahami bagaimana besi bisa turun dari langit, mereka tahunya kandungan besi hanya ada di bumi. Mereka lantas mengartikan kalimat itu disebarkan, tapi sekarang dibuktikan bahwa unsur-unsur besi lebih banyak turun dari langit bukan di bumi sekitaran.

Yang paling menarik, saat membaca ayat itu yang berbicara tentang kekuatan besi, Jabir Ibnu Hayyan masuk ke laboratorium sederhana di rumahnya. 

Diujilah besi tersebut, dilihat sampai tatanan yang paling rendahnya, sampai ke molekulnya, hingga  ke atomnya.

Surat Al Hadid Ayat 25-26

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ (٢٥) وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ فَمِنْهُمْ مُهْتَدٍ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (٢٦)

"Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami turunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Dalam penelitian itu, Jabir lantas menemukan prinsip-prinsip besi, sampai ke atomnya hingga ke dataran paling rendahnya. Saat ini disebutkan bahwa nomor atom besi adalah 26, atom besi yang stabil disimbolkan dengan Fe: yang paling stabil dalam atom besi itu ada 4 yakni Fe55, Fe56, Fe57, Fe58 dan yang paling stabil adalah Fe57.

Penemuan besi tersebut merupakan hasil kajian Jabir Ibnu Hayyan dari Alquran surat ke 57, nama suratnya adalah Surat Al Hadid yang berarti besi dan menjadi sebuah manuskrip tentang Unsur Besi. Dengan penemuan itulah sampai kemudian Jabir Ibnu Hayyan ditetapkan sebagai Bapak Kimia.

Penemuan Jabir Ibmu Hayyan itu lantas menyebar saat orang Islam dikalahkan di Spanyol sampai muncul perjanjian Perdesilas 1492, kemudian dunia dibagi 2 oleh Paus pada saat itu adalah barat dan timur. 

Barat adalah Spanyol dan timur adalah Portugal. Portugal lalu datang dan sampai ke Nusantara di Selat Malaka tahun 511 M. Namun yang lebih menarik setelah peristiwa tersebut adalah dibawanya manuskrip-manuskrip yang salah satunya milik Jabir Ibnu Hayyan ke barat. 

Hingga akhirnya manuskrip-manuskrip tersebut dipelajari dan diteliti oleh salah satunya seseorang bernama John Dalton. John Dalton pun dikenal sebagai seorang Inggris ahli kimia, ahli meteorologi dan fisikawan. Dia terkenal karena karya rintisannya dalam pengembangan teori atom modern, dan penelitian dalam buta warna. 

Topik
geberbapak kimiabapak kimiaAdi Hidayat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru