Brave Search, Mesin Pencarian Web Baru yang Bakal Jadi Pesaing Google Search?

Jun 14, 2021 08:00
Brave Search (Foto: Brave Browser)
Brave Search (Foto: Brave Browser)

INDONESIATIMES - Google Search saat ini masih menjadi mesin pencarian web paling populer di dunia. Namun, kini Google Seacrh disebut bakal memiliki saingan, yakni Brave Seacrh. 

Diketahui Brave Inc baru saja merilis  layanan search engine perdana versi beta Versi beta ini dibagikan hanya kepada sebagian kecil pengguna yang sebelumnya telah mendaftar untuk medapat kesempatan menjajal Brave Search, sekitar Maret 2021 lalu. 

Versi beta Brave Search ini merupakan mesin pencari yang digadang-gadang paling aman. Halaman awal mesin pencari tersebut memuat logo Brave berwarna oranye dengan latar dominan putih-biru muda.

Lalu di bawah logo terdapat kolom pencarian dengan tulisan ‘Search the web privately’ dengan ikon kaca pembesar warna merah di sisi kanan. Sebelum memulai, ada peringatan dari Brave yang mengingatkan pengguna tentang privasi di internet.

“Web sedang diserang. Hasil mesin pencari miring dan disensor untuk memaksimalkan pendapatan iklan. Bahkan pencarian yang dianggap ‘netral’ atau ‘pribadi’ hanyalah lapisan cat pada teknologi besar lainnya. Tidak ada persaingan nyata untuk monopoli,” tulis Brave. 

Perusahaan mengklaim Brave Search adalah mesin pencari independen yang cepat, tidak bias, dan personal secara default. “Brave Search tidak akan menggunakan metode atau algoritma rahasia untuk membiaskan atau menyensor hasil pencarian. Ini akan menggunakan kontribusi komunitas anonim untuk memperbaiki dan model peringkat alternatif yang dibuat komunitas untuk memastikan keragaman,” sambung Brave.

Kemudian, pada bilah pengaturan, ditawarkan dua pilihan tema untuk digunakan. Yakni standar dan dark mode. Selanjutnya, ada pengaturan yang otomatis aktif, yaitu anonymous local result.

Fungsi pengaturan tersebut, menurut keterangan, hanya mendeteksi alamat IP yang dipancarkan perangkat. Namun tanpa membagikan alamat IP itu ke jaringan internet atau menyimpannya ke server.

“Ini berarti kami tidak dapat mengaitkan pencarian Anda dengan Anda dan lokasi Anda. Orang lain juga tidak bisa. Itu tetap pribadi untuk Anda,” lanjut Brave.

Ada pula pengaturan anonymous usage metrics. Dari keterangan, itu menggunakan metrik anonim dan teragregasi untuk jadi landasan hasil pencarian.

“Kami telah merancang metrik sehingga data tidak dapat digunakan untuk mengidentifikasi Anda atau perangkat Anda atau untuk mempelajari apa pun tentang Anda satu per satu,” tulis Brave dalam aturannya.

Sayangnya belum diketahui kapan Brave Search akan dirilis resmi sebagai sebuah mesin pencari untuk bersaing dengan Google Search di publik maya.

Topik
Pesaing Google SeachMesin pencarian webKasus Anji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru