BLK-LN PT CKS Menyangkal Adanya Kekerasan ke 5 Calon TKI yang Kabur

Jun 11, 2021 17:24
Manajer Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) PT Central Karya Semesta Maria (tiga dari kiri) menggelar konferensi pers mengenai kaburnya lima calon PMI yang ada di BLK-LN PT CKS secara terbatas dan tertutup, Jumat (11/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 
Manajer Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) PT Central Karya Semesta Maria (tiga dari kiri) menggelar konferensi pers mengenai kaburnya lima calon PMI yang ada di BLK-LN PT CKS secara terbatas dan tertutup, Jumat (11/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Terkait peristiwa kaburnya lima orang calon TKI atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Balai Latihan Kerja-Luar Negeri (BLK-LN) PT Central Karya Semesta (CKS), Rabu (9/6/2021) sekitar pukul 19.00 WIB dengan melompat menggunakan selimut dari lantai empat, terus bergulir. 

Berdasarkan pengakuan salah satu korban yang mengalami patah tulang, para calon PMI yang berada di BLK-LN PT CKS kerap kali mendapatkan siksaan. Hal ini pula yang membuat lima orang calon PMI yang semuanya perempuan, tiga diantaranya mengalami patah tulang dan luka di kepala. Serta dua lainnya dinyatakan selamat, kabur dari BLK-LN PT CKS. 

Terkait permasalahan tersebut, wartawan MalangTIMES.com mencoba untuk mengkonfirmasi secara langsung kepada pihak pengelola BLK-LN PT CKS. Namun, pada pukul 11.00 WIB beberapa awak media oleh pihak keamanan tidak diperkenankan masuk. 

Hal itu dikarenakan masih ada pemeriksaan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) dan perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. 

Awak media yang telah menunggu cukup lama sekitar tiga jam pun tidak mendapatkan konfirmasi mengenai hasil pemeriksaan. Pasalnya, para petugas yang melakukan pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB telah masuk didalam mobil dan langsung keluar dari kawasan BLK-LN PT CKS. 

Gedung BLK-LN PT CKS.

Setelah itu, awak media mulai diperkenankan masuk untuk menghadiri konferensi pers yang digelar secara tertutup dan terbatas. Pasalnya, pihak BLK-LN PT CKS hanya mempersilahkan lima media yang diperkenankan masuk. 

Kemudian, Manajer BLK-LN PT CKS Maria menanggapi perihal peristiwa kaburnya lima calon PMI yang mengaku kerap kali disiksa. Pihaknya menyangkal terkait tuduhan siksaan dari salah satu calon PMI yang disangkakan kepada pihak BLK-LN PT CKS. 

"Kami dari PT CKS selama ini tidak pernah melakukan kekerasan fisik ke calon PMI kami, tidak pernah," tegasnya saat konferensi pers secara tertutup dan terbatas tersebut, Jumat (11/6/2021). 

Mengenai penyebab lima orang calon PMI yang kabur dari BLK-LN PT CKS tersebut, pihaknya mengungkapkan bahwa penyebab kelima calon PMI kabur tersebut karena terdapat iming-iming dari pihak luar. 

"Mengenai kejadian beberapa hari lalu, kami menduga ada pihak luar yang menjanjikan CPMI untuk bekerja lebih cepat. Mereka di iming-imingi dapat bekerja di yang lain dan dengan cepat," jelasnya. 

Kondisi gedung BLK-LN PT CKS.

Terkait dugaan adanya iming-iming dari pihak luar, Maria menyatakan bahwa dugaan tersebut benar adanya. Dan untuk bukti-bukti yang dimiliki oleh BLK-LN PT CKS sudah diserahkan kepada pihak kepolisian. 

"Kami memiliki bukti autentik dan hal ini sudah kami berikan ke pihak yang berwajib," katanya. 

Terkait kelayakan kompetensi untuk bekerja di luar negeri, lima calon PMI yang kabur melompat dari lantai empat tersebut belum layak untuk bekerja di luar negeri. Karena, kelima calon PMI tersebut masih menjalani pelatihan tiga sampai lima bulan. 

"Yang pertama ada di bulan empat, di bulan tiga dan juga ada yang di bulan lima. Jadi kalau sesuai jadwal mereka belum berangkat. Mereka datang untuk pelatihan, setelah pelatihan selesai kami akan membuat jadwal," terangnya. 

Pihak BLK-LN PT CKS pun mengaku masih bertanggung jawab atas kelima calon PMI yang kabur, utamanya tiga calon PMI yang mengalami luka-luka dan patah tulang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Wava Husada, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. 

"Tetap menjadi tanggung jawab kami. Kami tetap membantu pengobatan dan pembiayaannya," ujarnya. 

Gerbang BLK-LN PT CKS.

Sementara itu, saat wartawan MalangTIMES.com masuk ke dalam area BLK-LN PT CKS tidak nampak jelas aktivitas pelatihan kerja calon PMI. 

Tembok-tembok tinggi pun nampak menjulang tinggi dan jendela-jendela panjang juga tampak ada beberapa yang terbuka. Namun tidak terlalu jelas di dalam ruangan-ruangan tersebut terdapat kegiatan apa saja. 

Sementara itu, ketika awak media menunggu di luar gerbang BLK-LN PT CKS terdapat salah satu orang tua calon PMI yang berasal dari Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang tidak diketahui namanya mengaku khawatir ketika mengantarkan anaknya akan mengikuti pelatihan kerja untuk ke luar negeri. 

"Katanya bermasalah ya mas PT-nya. Saya mengantarkan anak saya kesini, buat latihan kerja keluar negeri," ujarnya. 

Lalu juga terdapat kerabat calon PMI yang berasal dari Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang juga merasa khawatir terkait kondisi calon PMI. Karena dirinya dapat menerima telepon ketika dihubungi. 

"Tapi dua hari ini saya tidak bisa komunikasi. Terus ada pemberitaan kemarin saya jadi langsung kesini," pungkasnya.

Topik
blk ln pt central karya semestadugaan penyiksaan calon tkimanager blk ln pt cks mariaberita tki kabupaten malangkepala bnpb

Berita Lainnya

Berita

Terbaru