5 Profesi Unik yang Cuma Ada di Bali, Jasa Kepang Rambut hingga Sulinggih

Jun 11, 2021 10:54
Bali (Foto: Lonely Planet)
Bali (Foto: Lonely Planet)

INDONESIATIMES - Bali merupakan sebuah pulau di Indonesia yang dikenal memiliki pegunungan berapi yang hijau, terasering sawah yang unik, pantai nan indah, dan terumbu karang yang cantik. Bahkan banyak wisatawan luar negeri yang betah hidup di Pulau Dewata itu. 

Tak cuma tempat-tempat wisatanya saja yang menarik perhatian. Juga ada keunikan Bali lainnya, yakni menciptakan profesi yang hanya ada di sana. Bahkan ada profesi yang cuma bisa disandang oleh orang tertentu. Sebut saja balian, pecalang atau sulinggih. Mereka hanya ada di Bali untuk melakukan upacara keagamaan Hindu Bali.

Berikut lima profesi unik yang hanya ada di Pulau Bali: 

1. Balian

Dalam kamus bahasa Bali, balian disebut juga dengan pengantar upacara. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, artinya dukun. Di Bali ada juru sembuh yang dikenal dengan balian. 

Mereka menggunakan metode pengobatan tradisional yang disebut usadha. Balian memiliki beberapa sebutan seperti balian lung, yakni dukun yang mengobati patah tulang. 

Kemudian ada balian makan yang menangani orang yang akan melahirkan. Dan masih banyak balian lainnya. Dalam Weda, balian adalah dokter agama Hindu. 

Untuk menjadi seorang balian, orang harus menjaga kesucian, berperilaku terpuji, dan yakin akan segala kuasa Tuhan.

2. Jasa Kepang Rambut

Saat berlibur ke Bali, terutama di Pantai Kuta, pasti banyak menjumpai penduduk lokal yang tengah mengepang rambut turis. Jasa kepang rambut ini menjadi ciri khas dan diidentikkan dengan Bali.

Tidak sah rasanya kalau berkunjung ke Pantai Kuta tanpa dikepang terlebih dahulu. Sekali kepang dibanderol harga jasa  Rp 100.000 hingga Rp 150.000 sesuai panjang rambut.

3. Undagi

Sebelum mengenal istilah arsitek modern ini, masyarakat Bali telah mengenal undagi yang merupakan arsitektur ala Bali.

Untuk menjadi undagi, seseorang perlu melalui proses pembersihan secara skala dan niskala. Berbeda dengan arsitek yang menempuh pendidikan formal dan mempelajari ilmu rancang. 

Undagi ini harus mempelajari serta memahami seni, budaya, adat dan agama. Undagai zaman klasik yang dikenal ialah Kebo Iwa. 

Kebo Iwa merupakan seorang panglima militer Bali di masa pemerintahan Prabu Sri Asta Sura Ratna Bumi Banten pada awal abad ke-14. 

4. Pecalang

Pecalang adalah penjaga ketertiban dan keamanan yang ada di Bali, namun sifatnya secara adat. Jika secara administratif, masyarakat memiliki satpam dan anggota Polri.

Secara adat, pecalang ini bertugas menjaga ketertiban dan keamanan ketika ada acara adat atau perayaan Nyepi yang mengharuskan semua umat Hindu untuk tidak beraktivitas di luar rumah.

Dari sejarahnya, beberapa sumber menyebutkan pecalang sudah eksis sejak tahun 70-an. Saat itu, pecalang bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan acara pesta kesenian yang ada di Bali.

Anggota pecalang dipilih oleh masyarakat desa atau masyarakat adat setempat. Orang yang terpilih menjadi pecalang lalu diberi pelatihan oleh aparat dan ditugaskan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

5. Sulinggih

Secara singkat, Sulinggih merupakan orang suci di Bali yakni pemuka agama Hindu. Dilansir melalui phdi.or.id, sulinggih memiliki pengetahuan kesucian dan dipergunakan serta disebarluaskan kepada masyarakat sebagai penuntun di dalam kehidupan.

Sulinggih juga disebut dengan brahmana. Sulinggih dikenal juga dengan kata pandita.

Kata “sulinggih” terdiri dari dua kata. Yakni “su” yang artinya utama dan “linggih” berarti kedudukan. Masyarakat memberikan kedudukan utama bagi orang tersebut.

Topik
Seputar profesi di BaliPenerima bantuan sosialpulau bali

Berita Lainnya

Berita

Terbaru