Lima Calon Pekerja Migran Lompat dari Lantai 4 BLK, Tiga di Antaranya Luka-luka

Jun 10, 2021 13:07
Gerbang masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (10/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 
Gerbang masuk ke Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (10/6/2021). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES) 

MALANGTIMES - Sebanyak lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) kabur dari Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (CKS) yang berlokasi di Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (9/6/2021) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. 

Lima orang calon PMI tersebut semuanya perempuan yang berasal dari daerah Sumbawa dan Lombok. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan saksi di sekitar BLK yakni Halimah (25) mengatakan bahwa lima orang calon PMI kabur dari lantai empat gedung BLK PT CKS dengan menggunakan selimut yang diikat menyambung untuk turun. 

"Dua dari lima perempuan itu mengalami patah kaki dan satu perempuan mengalami luka di kepala, yang tiga itu duduk dan ada darahnya waktu jatuh. Yang dua sisanya itu selamat," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (10/6/2021). 

Untuk dua orang yang selamat ketika kabur dari BLK PT CKS tersebut, langsung meminta tolong kepada warga yang berada di sekitar Jalan Lobak, RT 02/RW 05, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

Ketika dua orang calon PMI meminta tolong kepada warga, warga yang berada di Jalan Lobak tersebut tidak berani menolong korban karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan. 

"Takut nanti meninggal di rumah warga. Di sini soalnya ngontrak semua. Akhirnya ada yang nolong namanya Bu Nur dan dibawa ke kampung sebelah," ujarnya. 

Upaya calon PMI yang kabur dari BLK PT CKS disampaikan sudah terjadi beberapa kali. Dari kesaksian warga, dulu juga pernah terjadi peristiwa calon PMI kabur melalui lobang gedung ketika direnovasi. 

Lokasi gedung BLK PT CKS di mana kelima calon PMI kabur.

Sementara untuk tiga orang yang mengalami luka-luka dengan rincian dua orang luka patah tulang dan satu orang mengalami luka di kepala dievakuasi oleh warga untuk dilarikan menuju rumah sakit. 

Berdasarkan kesaksian dari korban yang mengalami patah tulang melalui rekaman video oleh warga sekitar bahwa semua calon PMI menginginkan keluar dan kabur dari BLK PT CKS. 

"Semuanya pingin keluar. Semuanya pingin kabur. Pas malam lebaran ada yang mati. Kita disuruh diam, kalau kita ngomong kita dihukum, HP kita disita. Yang dua nggak papa. Disuruh sekolah, istirahat jam 12, masuk jam 1. Keluar jam 4. Disuruh senam, kerja lagi. Kita disiksa. PT nya bukan PT resmi. Tiap hari didatangi polisi, kita tidak dikasih turun, tidak dikasih libur," ucap salah satu korban yang tidak diketahui namanya tersebut. 

Sementara itu, dari pihak PT CKS hingga sampai saat ini masih belum dapat ditemui. Dan untuk ketiga korban yang mengalami luka-luka masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang dan masih belum dapat ditemui.

Topik
Pekerja Migran Indonesiaagen pekerja migrancalon pekerja migran lompat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru