3 Juni Hari Sepeda Sedunia, Ditetapkan PBB pada 2018

Jun 03, 2021 10:40
Hari Sepeda Sedunia (Foto: Bicycling)
Hari Sepeda Sedunia (Foto: Bicycling)

INDONESIATIMES - Tanggal 3 Juni tak hanya sebagai peringatan Hari Pasar Modal Indonesia. Tanggal 3 Juni 2021 juga  ditetapkan sebagai Hari Sepeda Sedunia. 

Soal bersepeda, tak bisa dipungkiri bahwa sepeda memang menjadi alat transportasi yang ramah lingkungan. Bagi sebagian masyarakat sekarang ini, bersepeda bahkan menjadi bagian gaya hidup mereka. Terlebih dalam situasi pandemi covid-19 saat ini, bersepeda menjadi alternatif mereka untuk berolahraga agar tubuh tetap sehat.

Hari Sepeda Sedunia ini dideklarasikan oleh Persatuan bangsa-bangsa (PBB) yang dicapai melalui konsensus 193 negara anggota PBB dalam sesi rutin pertemuan Majelis Umum pada 12 April 2018 lalu. 

Dengan ditetapkannya peringatan Hari Sepeda Sedunia ini, PBB ingin mendorong negara anggotanya untuk menekankan sekaligus mempromosikan penggunaan sepeda. Sepeda sebagai sarana untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, memperkuat pendidikan, termasuk pendidikan jasmani.

Selain itu, PBB ingin para negara anggotanya benar-benar mencurahkan perhatian khusus pada penggunaan sepeda dalam strategi pembangunan lintas sektoral. Sekaligus untuk memasukkan sepeda dalam kebijakan pembangunan di level internasional, regional, nasional maupun lokal.

Sejarah Sepeda

Sepeda pertama ditemukan sekitar awal 1800-an dan merupakan sepeda tanpa pedal. Pada 1818, Karl von Drais mengembangkan sebuah velocipede yang diberi nama Laufmaschine yang berarti mesin yang dapat berlari.

Velocipede buatan Karl von Drais ini sangat sederhana, yakni berupa dua roda yang dihubungkan dengan kayu di bagian atasnya. Kemudian, Kirkpatrick MacMillan asal Skotlandia menambahkan batang penggerak ke jari-jari roda belakang pada velocipede buatan Karl von Drais.

Hingga pada akhirnya, kepopuleran sepeda makin menjadi saat seorang penulis bernama Hans-Erhard Lessing melakukan perjalanan menggunakan velocipede sejauh 13 kilometer dalam waktu kurang dari satu jam. Dari situlah, desain sepeda terus disempurnakan. 

Akhirnya, pada 1864 Pierre Michaux dan Pierre Lallemen menambahkan pedal ke velocipede agar para penggunanya merasa nyaman. Kemudian pada 1885, sepeda mulai diproduksi masal oleh orang Inggris bernama John Kemp Starley. 

Sepeda yang diproduksi itu dinilai sangat aman dikendarai dan telah menggunakan rantai pada pedal serta roda baru. Saat ini, sepeda telah berevolusi rupa. 

Modelnya pun bisa disesuaikan dengan kebutuhannya. Mengingat saat ini mengendarai sepeda bukan sekadar alat transportasi biasa, namun bisa juga bisa dijadikan salah satu aktivitas olahraga.

Topik
Gerakan bersepedaPerserikatan Bangsa BangsaSongsong kompetisi Liga 1

Berita Lainnya

Berita

Terbaru