Kisah Kaum Yahudi Menyembah Pohon dan Diazab Jadi Batu Hitam

Jun 02, 2021 12:05
Ilustrasi (Foto: Boombastis)
Ilustrasi (Foto: Boombastis)

INDONESIATIMES - Secara konsep dasar, orang-orang Yahudi sebenarnya memang umat yang beriman kepada rukun iman kita, yaitu kepada Allah SWT, para malaikat, para nabi, berbagai kitab suci dan seterusnya. Namun apa yang dikatakan dalam tataran konsep sering mereka langgar dalam tataran amal nyata. 

Pada kenyataannya, banyak penyimpangan yang mereka lakukan sendiri. Kaum Yahudi melakukan penyimpangan akidah hingga membuat mereka terjebak di dalamnya.

Diketahui, kaum Yahudi pernah menyembah patung anak sapi. Orang-orang Yahudi juga pernah membuat patung emas yang berwujud anak sapi lalu mereka sembah layaknya Tuhan. 

Hal ini pun termasuk cacat akidah yang fatal dalam agama mereka. Peristiwa ini bahkan terdapat di dalam Alquran Surah Thaha: 88.

"Dan kaum Musa membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Araf : 148)

"Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lobang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa"." (QS. Thaha: 88). 

Selain menyembah sapi, kaum Yahudi  pernah juga menyembah sebuah pohon. Lantas seperti apa kisah kaum Yahudi yang menyembah pohon tersebut?  Berikut ulasannya.

Nabi Hanzhalah juga merupakan salah satu nabi yang tak disebutkan dalam Alquran. Namun, kisah mengenai kaumnya diabadikan dalam Alquran Surah Qaaf ayat 2. 

Kaum Nabi Hanzhalah yakni Ashabur Rassy yang merupakan salah satu bagian dari Bani Israil. Kaum tersebut diketahui telah menyembah sebatang pohon sanobar yang diberi nama "syakh dirakht" (raja pohon). 

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa di kota yang ditinggali  Nabi Hanzhalah, terdapat sebuah gunung yang bernama Falaj. Gunung tersebut menjadi salah satu tempat burung yang bernama Anqa. 

Anqa adalah seekor burung besar yang apabila terbang sayapnya akan menutupi cahaya matahari. Pada awalnya, burung ini tidak pernah mengganggu kaum Rassy. 

Hingga pada akhirnya, burung ini mulai mengambil hewan ternak dan anak-anak dari kaum Rassy. Hal itu tentu sangat membuat kaum Rassy ketakutan. 

Karena Nabi Hanzhalah terkenal sebagai orang yang saleh, mereka lantas datang dan mengadu kepadanya. Mereka meminta agar sang nabi berdoa kepada Allah SWT agar burung tersebut tidak memangsa dan mengganggu mereka lagi. 

Permintaan itu pun dikabulkan oleh sang nabi. Nabi Hanzhalah lantas berdoa kepada Allah SWT. “Ya Allah matikanlah binatang tersebut dan putuskanlah keturunannya.”

Seeketika burung Anqa itu terbakar dan musnah. Setelah kejadian itu, sang nabi pun mengajak kaum Rassy untuk beriman dan beribadah kepada Allah karena Allah telah menyelamatkan mereka dari ganasnya burung Anqa. 

Namun, tetap saja mereka fasik dan ingkar terhadap seruan Nabi Hazhalah.  Mereka justru semakin taat dengan menyembah pohon sanobar yang dipertuhankan. Hingga pada akhirnya, Nabi Hanzhalah berdoa kepada Allah agar pohon tersebut layu dan mati. 

Tentu saja, Allah mengabulkan doa sang nabi. Mengetahui hal itu, kaum Rassy pun mengira  Nabi Hanzhalah telah menyihir Tuhan mereka. 

Akhirnya mereka menangkap Nabi Hanzhalah dan memasukkannya ke dalam sumur kemudian menutup sumur itu dengan batu besar agar sang nabi tidak bisa keluar dan mati di sana. Namun, ada seorang budak hitam yang beriman kepada Allah dan secara diam-diam ia senantiasa mengirim makanan kepada Nabi Hanzhalah yang ada di dalam sumur. 

Sampai pada suatu hari, budak itu kelelahan karena pekerjaannya dan tertidur cukup lama hingga lupa memberi makan untuk Nabi Hanzhalah. Ternyata selama budak hitam itu tertidur, kaum Rassy telah diberi azab yang sangat pedih oleh Allah.

Allah SWT mengazab kaum Rassy dengan menjadikan mereka batu hitam. Tak hanya orang-orangnya, bahkan pepohonan dan hewan ternak pun berubah menjadi hitam. 

Sampai akhirnya, sebagian dari mereka bertobat dan mengeluarkan Nabi Hanzhalah dari sumur. Mereka pun mulai beriman kepada Allah dan Nabi Hanzhalah.

Kemudian, setelah  keluar dari sumur, Nabi Hanzhalah mencari budak hitam yang sudah menolongnya. Namun budak itu tidak dijumpai dan tidak ada satu pun yang tahu ke mana perginya. 

Bahkan saat bala datang, budak itu tidak terlihat. Menurut kitab tafsir Ibnu Katsir, budak tersebut tertidur selama 7 tahun dan dihadiahi surga oleh Allah SWT. 

Topik
Bani IsrailMenyembah pohonMenyembah patung anak sapiNabi Hanzhalahrumah blitar kreatif

Berita Lainnya

Berita

Terbaru