Mengenal SPI Kota Batu, Lahir dari Keprihatinan Banyak Anak Indonesia Putus Sekolah, Kerap Dikunjungi Tokoh Ternama

May 30, 2021 21:19
SMA SPI Kota Batu. (Foto: SMA SPI Kota Batu)
SMA SPI Kota Batu. (Foto: SMA SPI Kota Batu)

BATUTIMES - Sekolah Selamat Pagi (SPI) yang terletak di Jalan Raya Pandanrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu tengah menjadi perbincangan nasional. Namun, perbincangan kali ini bukan karena prestasi yang diraih oleh SPI Kota akan tetapi, karena persoalan hukum yang tengah dilaporkan ke Polda Jatim. Yakni, dugaan perkara kekerasan seksual.

Tiga anak didampingi Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (PA) Arist Merdeka Sirait telah melaporkan pemilik salah satu sekolah ternama di Kota Batu berinisial JE ke Polda Jatim, Sabtu (29/5/2021). JE dilaporkan dugaan melakukan tindak pidana kejahatan seksual.  

Sepak terjang SPI Kota Batu di dunia pendidikan cukup dikenal. Kehadiran SPI juga banyak diapresiasi banyak pihak. Bahkan, sejumlah rokoh nasional juga pernah menginjakkan kaki di sini. Di antara deretan tokoh ternama itu, ada Dahlan Iskan, Kak Seto, hingga Andy F. Noya.

Lalu bagaimana awal mula Julianto Eka Putra sukses membesarkan nama SPI?. Dikutip dari www.selamatpagiindonesia.org berawal dari menyaksikan tentang banyaknya jumlah anak putus sekolah di Indonesia karena masalah ekonomi. Dia pun terdorong untuk mendirikan sekolah gratis bagi mereka yang tidak mampu untuk bersekolah.

Berdiri sejak 1 Juni 2007 kini banyak sekali anak-anak indonesia yang terbantu pendidikannya. SMA SPI merupakan SMA berasrama (Boarding school) dengan murid dari seluruh Indonesia yang beranekaragam agama maupun suku menjadikan unik dan kompleks.

Dengan SMA gratis di mana seluruh biaya hidup dan biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan dan dilaksanakan oleh sekolah. Bahkan di sana tidak menerima dan meminta peserta didik atau wali murid mengeluarkan biaya. Sebab peserta didik yang diterima di SMA SPI merupakan keluarga yatim piatu atau tidak mampu yang memerlukan pendidikan di jenjang SMA.

Ditambah satu-satunya SMA di kota Batu yang menerapkan muatan lokal entrepreneurship lengkap dengan laboratoriumnya dengan nama Kampoeng Succezz. Kampoeng Succezz didirikan sebagai sarana belajar secara langsung dalam menerapkan teori-teori yang didapatkan di kelas. 

Sehingga peserta didik dapat mengalami dengan nyata dan menjadi kebiasaan. Muatan lokal ini dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah kota Batu yang akan menjadikan Kota Batu sebagai kota wisata pendidikan.

Program entrepreneurship yang dikembangkan oleh SMA SPI dilaksanakan sebagai sarana untuk memacu kemampuan life skill peserta didik sehingga nanti lulusannya mampu bersaing di era global.

Para siswa dididik menjadi pribadi yang mandiri. Bahkan, sejak masuk SPI, para siswa sudah dipacu untuk melampaui keterbatasan melalui mimpi. Upaya itu ditunjukkan Dream Book yang ditulis ketika pertama kali masuk ke SMA SPI. Dream Book berisi keinginan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Topik
julianto eka putrasekolah ternama kota batuArist Merdeka Siraitwinzani

Berita Lainnya

Berita

Terbaru