Tegaskan sebagai Kampus Smart Islamic and Green University, UIN Malang Launching Aplikasi PADU

May 25, 2021 14:55
Ketua PTIPD Muchlis Fuadi SKom saat menjelaskan aplikasi PADU. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Ketua PTIPD Muchlis Fuadi SKom saat menjelaskan aplikasi PADU. (Foto: Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang semakin mempertegas jati diri sebagai kampus smart Islamic and green university. Hal itu ditandai dengan diluncurkannya sebuah aplikasi bernama PADU (Pusat Aplikasi dan Data Utama), Selasa (25/5/2021). 

Rektor UIN Maliki Malang Prof Abdul Haris mengatakan, aplikasi ini merupakan salah satu upaya mempertegas UIN merupakan smart Islamic and green university dengan mempunyai sebuah sistem yang terintegrasi dengan seluruh informasi dan banyak aplikasi yang ada di lingkungan UIN Maliki Malang.

3

"Informasi dan aplikasi disederhanakan dalam satu sistem sehingga tidak banyak aplikasi yang digunakan dan semua bisa serasi serta membawa UIN Maliki Malang menjadi smart kampus," bebernya.

Aplikasi PADU sendiri merupakan aplikasi yang dikembangkan tanpa melibatkan pihak ketiga. Aplikasi ini dikembangkan oleh internal dan alumni UIN Maliki Malang sendiri melalui Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang. 

Aplikasi ini sendiri sebenarnya telah lama diterapkan di kampus sejak setahun lebih. Tetapi, dalam perjalanannya, aplikasi itu terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan hingga hari ini di-launching.

"(Launching) menunggu keyakinan ini betul-betul bisa dipertanggungjawabkan dan bisa digunakan secara efisien dan efektif," ujarnya.

1

Ditambahkan tektor,  ke dapan pihaknya juga tak akan pelit untuk berbagi Inovasi tersebut. Sebagai sebuah perguruan tinggi, tentunya UIN Malang memiliki ugas untuk membangun bangsa dan negara menjadi bangsa yang maju. Sehingga, bilamana terdapat perguruan tinggi lainnya menginginkan aplikasi ini, tentunya UIN Malang tak lama pelit untuk berbagi.

"Kami akan berbagi dengan kampus lain. Kami jangan sampai hanya upaya untuk menjadikan diri sendiri unggul tapi yang lain tidak. Kami juga punya tugas untuk membangun bangsa dan negara menjadi maju, bukan hanya PTKIN tapi juga lainnya," terangnya.

Ketua PTIPD Muchlis Fuadi SKom menjelaskan, aplikasi ini merupakan sebuah sistem integrasi dari berbagai aplikasi di UIN Maliki Malang.  Mulai dari aplikasi kepegawaian, pemilu mahasiswa, data-data pegawai mahasiswa, dan informasi lainnya.  Selama tiga tahun lamanya, PTIPD telah berfokus mengembangkan aplikasi tersebut.

Jika selama ini masing-masing lembaga ketika menggunakan aplikasi harus login satu per satu aplikasi, maka dengan sistem ini, penggunanya hanya sekali melakukan login untuk mengakses berbagai aplikasi dan tidak perlu menghafal banyak akun email atau password.

"Selian itu keunggulan PADU ini, kita punya sosial media sendiri. Dalam aplikasi PADU semua ada, mulai dari mahasiswa masuk hingga mahasiswa lulus dan jadi alumni ada disitu," terangnya. 

Dijelaskannya, dalam PADU terdapat sekitar 30 aplikasi dari berbagai fakultas maupun unit di UIN Maliki Malang yang dijadikan satu dalam sebuah sistem.  Ide mengintegrasikan ini  tentunya sudah cukup lama ingin diwujudkan. Namun dalam prosesnya membutuhkan waktu untuk penyesuaian mauapun harus bersinergi dengan banyak pihak.

"Jadi, ini satu pintu untuk semua. Saat ini masih di website, karena masih memastikan semua berjalan baik dulu. Jika semua sudah siap, maka tentunya akan dikembangkan ke android maupun IOS," jelasnya. 

2

Sementara itu, dalam hal security aplikasi PADU, pihaknya merasa saat ini masih aman. Namun pihaknya juga memuat sayembara agar para mahasiswa di UIN Maliki Malang maupun orang luar juga terlibat untuk bisa menemukan bug yang ada pada aplikasi. 

"Hasilnya masih aman. Tapi namanya aplikasi mungkin saja masih ada bug, dan tentunya akan terus kita kembangkan dan lakukan perbaikan," pungkasnya

Topik
UIN Maliki Malanginovasi UIN Malangumat budha

Berita Lainnya

Berita

Terbaru