Bukti Kekuatan Doa dari Kisah Sahabat Nabi Sa'id bin Zaid

May 23, 2021 08:51
Ilustrasi. (Foto: Source google).
Ilustrasi. (Foto: Source google).

INDONESIATIMES - Memiliki sebuah keinginan atau mimpi sejatinya memang perlu usaha untuk mendapatkannya. Namun, hal itu pun juga harus diiringi dengan doa kepada Allah SWT agar apa yang kita inginkan segera terwujud.

Bukti kekuatan doa itu telah banyak dikisahkan di zaman Nabi Muhammad SAW, salah satunya doa dari sahabat Nabi Sa'id bin Zaid.

Memliki nama lengkap Sa'id bin Zaid bin Umar bin Nufail al-Adawy al-Quraisyi, ia dilahirkan pada 22 tahun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, dan merupakan salah satu sahabat nabi yang berasal dari suku Quraisy.

Perjalanan dirinya hingga memeluk agama Islam tak lepas dari doa yang dipanjatkan oleh Ayahnya, Zaid bin 'Amr. Ketika itu, sang Ayah tengah mendapat siksaan dari kaum Quraisy. Di tengah situasi inilah, Zaid diam-diam mengunjungi Nabi Muhammad SAW. Namun, seusainya dia malah kembali disiksa oleh kaum Quraisy.

Hingga, suatu waktu Zaid bin 'Amr yang saat itu berada pada ketidakpastian memanjatkan doa, "Ya Allah, jika Engkau menghalangi kebaikan dari diriku, janganlah Engkau halangi kebaikan dari Sa'id anakku."

Doa ini didengar dan dikabulkan Allah. Sa'id bin Zaid resmi memeluk Islam bersama istrinya, Fathimah binti Khatab. Keduanya memisahkan diri dari kaum berhala. Sa'id menjadi seorang muslim di periode awal agama Islam, ia juga menjadi sosok yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai serta adab dalam Islam.

Sa'id selalu setia dengan Rasulallah dan dikenal dengan doanya yang mustajab, selalu didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Ia juga salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga.

Sa'id dikenal tidak pernah absen dalam menemani Rasulullah SAW untuk berperang melawan musuh, kecuali Perang Badar. Sebab saat itu ia diutus oleh Rasulullah dalam misi pengintaian bersama Thalhah di Syam.

Prestasi mengagumkan dari Sa'id, yakni saat  perang Yarmuk. Kala itu, prajurit Muslim hanya berjumlah 24 ribu orang sedangkan harus menghadapi tentara Romawi 120 ribu orang. Demi memenangkan peperangan ini, ia tidak berhenti berzikir, Sa'id beserta kawanan prajurit Muslim mampu mengalahkan musuh dengan kemenangan.

Usai peperangan ini, persoalan lain muncul. Sa'id dituduh merebut tanah milik seseorang bernama Arwa. Fitnah ini meluas, dan membuat dirinya dihina hingga Sa'id merasakan sakit hati yang mendalam. Dihadapkan situasi ini, Sa'id tak berhenti berdoa kepada Allah SWT. "Ya Allah, Arwa telah menuduhku. Jika dia berdusta maka butakanlah matanya."

Maha besar Allah yang mengabulkan doa Sa'id dan dikemudian hari, terbukti bahwa Arwa tidak bisa melihat. Selang beberapa hari, banjir dahsyat melanda kawasan Dimasyq yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dari banjir tersebut diperlihatkan oleh Allah mengenai batas dari tanah yang disengketakan oleh Arwa kepada Sa'id. Sehingga kaum Muslimin pun memercayai bahwa tuduhan Arwa palsu.

Peristiwa luar biasa ini menjadi bukti besarnya kekuatan doa. Hal ini juga sesuai dengan apa yang pernah Rasulullah katakan tentang kekuatan doa, dalam sabda berikut:

"Takutilah doa orang teraniaya, karena antara dia dengan Allah tidak ada hijab (batas)". Terutama jika yang teraniaya adalah salah satu dari 10 sahabat Rasul yang dijanjikan surga. [HR.Ahmad, Tirmidzi dan An-Nasai].

Topik
doa said bin zaidkisah kekuatan doa said bin zaidSahabat Nabi Muhammad sawprokes covid 19 di tempat wisataBerita Agama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru