Terus Merosot, Harga Sayur di Tingkat Petani Kota Batu Serba Seribu

May 21, 2021 17:33
Petani saat merawat sayur andewi di Kelurahan Temas. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petani saat merawat sayur andewi di Kelurahan Temas. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Para petani sayuran di Kota Batu rupanya menjerit lantaran harga yang terus turun. Bagaimana tidak, saat ini beberapa sayuran harganya serba Rp 1.000 dari petani.

Beberapa sayuran yang terpantau harganya Rp 1.000 per kilogramnya itu yakni andemi, sawi, gubis, tomat, dan sebagainya. Misalnya sebelum menyentuh harga Rp 1.000 sempat tembus di angka Rp 15 ribu.

“Banyak petani yang mengeluh harganya terus merosot, banyak harganya yang Rp 1.000 per kilogramnya. Tidak sebanding dengan jumlah perawatan yang dikeluarkan,” ungkap petani Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Ananta Maulana.

Harga sejumlah sayur-mayur yang terpantau turun itu karena daya beli masyarakat mulai rendah. “Masyarakat jarang beli sayur atau kebutuhannya rendah. Ditambah stok sayurnya banyak," terangnya.

Saat daya beli masyarakat di pasaran rendah, pasokan barang tinggi maka mengalami penurunan harga. “Petani banyak yang menanam sayur-mayur seperti andewi, sawi, melihat cuaca yang seperti ini (panas),” terangnya, Jumat (21/5/2021). 

Penurunan harga juga dipicu masa panen yang terpaut cukup singkat. yakni kurang lebih 45 hari. Kemudian perawatan pada tanaman tersebut tidak ekstra saat di musim panas seperti ini. 

“Karena cuaca sama masa panennya pendek, tidak butuh perawatan ekstra, petani banyak yang tergiur menanam sejumlah sayur-mayur sehingga harganya turun,” tutup Ananta.

Topik
harga sayuran turunharga sayur kota batubuntut pesta ultah khofifah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru