Kisah "Para Pengkhianat" Nabi dalam Sejarah Islam (5)

Berkhianat saat Fathu Makkah, Rasulullah SAW Maafkan Hatib Karena Dianggap Istimewa

May 21, 2021 07:44
Ilustrasi (Foto: Islam Santun)
Ilustrasi (Foto: Islam Santun)

INDONESIATIMES - Perjuangan para nabi untuk menyebarkan agama Islam, tidaklah mudah. Mereka harus harus menghadapi berbagai cobaan, salah satunya yakni menghadapi para pengkhianat. 

Pengkhianat nabi kali ini ialah saudara dari Hatib bin Abi Balta'ah. Namun, kisah Hatib bin Abi Balta'ah ini sedikit berbeda dengan lainnya.

Mengapa demikian? Diketahui, Hatib merupakan salah satu sahabat dekat Nabi Muhammad SAW. Ia dikenal sebagai sosok yang beriman dan bahkan ikut membela agama dalam Perang Badar. 

Oleh sebab itu, Hatib dianggap  begitu spesial. Tak cuma itu, Hatib ikut hijrah dengan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. 

Kala itu, ia meninggalkan harta dan keluarganya. Hingga suatu hari, saat Makkah dikuasai oleh bangsa Quraisy, Rasulullah dan para sahabat berencana untuk mengambil alih kota suci tersebut. 

Penaklukan kembali Kota Makkah ini dikenal dengan Fathu Makkah. Rasulullah yang kala itu ada di Madinah sudah bersiap untuk menyerang Kota Makkah karena kaum kafir telah melanggar perjanjian Hudaibiyah.

Namun siapa sangka, Hatib yang mengetahui rencana itu justru berniat untuk mengirimkan surat kepada orang-orang di Makkah tentang strategi perang Nabi Muhammad SAW. Sayang sekali niat Hatib itu gagal karena suruhannya ditangkap para sahabat lainnya. 

Saat itu, Hatib menyuruh seorang perempuanuntuk membawa surat tersebut ke Makkah. Rasulullah lantas mengetahui rencana Hatib itu berkat Malaikat Jibril. 

Sahabat Ali bin Abi Thalib, Umar bin al-Khattab, Ammar bin Yassir, Thalhah dan yang lainnya lantas diutus Rasulullah untuk mencegat perempuan pembawa surat itu. Mereka pun langsung bergegas dan mengejar perempuan yang dimaksud. 

Saat berhasil menyusul perempuan itu di tengah jalan menuju Makkah, Ali bin Abi Thalib meminta surat yang dibawanya. Meski awalnya menolak, perempuan itu akhirnya menyerahkan surat yang ditulis Hatib.

Betapa kagetnya Ali dan sahabat lainnya saat membaca surat Hatib yang berisi tentang bocoran penyerangan kota Makkah oleh Rasulullah SAW. Para sahabat marah dan menilai bahwa Hatib telah berkhianat dan melaporkannya kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah lalu menyidang Hatib dan bertanya kenapa ia melakukan hal tersebut. Hatib berkata bahwa sahabat lain memiliki orang di Makkah untuk mengamankan keluarganya, sementara ia tidak. 

Oleh sebab itu, ia berniat menukar strategi perang Nabi Muhammad SAW dengan perlindungan terhadap keluarganya. Mendengar alasan Hatib itu, Nabi Muhammad pun memaafkannya dan menyuruhnya melanjutkan niat untuk menolong keluarganya. 

Ini karena Hatib merupakan sosok istimewa yang tidak memiliki niat buruk. "Lakukanlah apa yang kamu suka. Aku telah mengampunimu," ucap Rasullulah kala itu. 

Topik
f4 thailandNabi Muhammad SAWkoleksi ramadankisah Rasulullah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru