Kisah "Para Pengkhianat" Nabi dalam Sejarah Islam (4)

Kisah Nabi Yusuf yang Dibuang Saudaranya ke Sumur hingga Jadi menafsir Mimpi Raja Mesir

May 20, 2021 08:59
Ilsutrasi (Foto: Sakolaku)
Ilsutrasi (Foto: Sakolaku)

INDONESIATIMES - Perjuangan para nabi untuk menyebarkan agama Islam, tidaklah mudah. Mereka harus harus menghadapi berbagai cobaan salah satunya yakni menghadapi para pengkhianat. 

Pengkhianat nabi kali ini ialah saudara dari Nabi Yusuf. Nabi Yusuf merupakan anak dari Nabi Yakub

Ia merupakan Nabi utusan Allah SWT yang namanya termaktub dalam 1 surah di Alquran. Sejak kecil, Nabi Yusuf selalu menunjukkan akhlak yang mulia. 

Nabi Yusuf juga memiliki paras yang tampan. Setiap orang yang melihatnya pasti akan terpikat dengan pesonanya. Ia juga merupakan sosok yang dianugerahi kepintaran. Bahkan, Nabi Yusuf menjadi anak kesayangan ayahnya. 

Hal itu yang membuat saudara-saudaranya iri dan dengki. Dalam hidupnya, Nabi Yusuf harus melalui banyak ujian yang berat. 

Salah satunya yakni ia harus dikhianati oleh saudara-saudaranya hingga akan dibunuh. Namun dengan ketaatan dan iman yang luar biasa, Allah SWT memberikan sebuah mukjizat dan menjadikannya sebagai Nabi. 

Awal kenabian Yusuf adalah ketika dia mendapatkan mimpi yang menakjubkan. Dalam mimpinya, Nabi Yusuf melihat 11 bintang, bulan, dan matahari bersujud padanya.

Mimpi itu lantas ia ceritakan kepada sang ayah. Nabi Yakub pun mengatakan bahwa arti mimpi itu merupakan suatu pertanda bahwa Yusuf akan menjadi orang yang besar.

Nabi Yakub lantas menasihati agar Yusuf tak mengatakan hal ini pada siapapun, "Hai anakku, janganlah kamu menceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka akan memperdayakan kamu dengan segala tipu daya. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia" (QS Yusuf:5)

Kekhawatiran Nabi Yakub pun terbukti, saudara-saudara Nabi Yusuf ternyata memang menaruh rasa iri dan dengki. Mereka bahkan berusaha mencari cara agar bisa melenyapkan Yusuf.

Saat berunding, sebagian besar ingin langsung membunuh Yusuf, namun Yahudza mengatakan, "Jangan lah kamu bunuh Yusuf, tetapi lemparkan saja ke dalam sumur. Nanti tentu ia akan diambil orang-orang yang lalu lalang jika kamu suka lakukan itu." (QS Yusuf:10)

Maka datanglah saudara-saudara Yusuf kepada Nabi Yakub. Mereka bermaksud untuk meminta izin dan membawa Yusuf pergi bermain. 

Awalnya, Nabi Yakub tak mengizinkan permohonan mereka. Tak menyerah saudara Nabi Yusuf tetap membujuk sang ayah. 

Dalam surah Yusuf ayat 11-12 dijelaskan, "Mereka berkata: "Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi agar dia bersenang-senang dan bermain-main, sesungguhnya kami pasti menjaganya."

Nabi Yakub sangat sedih melepaskan Yusuf bersama saudaranya. "Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kamu lengah kepadanya." Mereka berkata: "Jika ia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi."

Hingga akhirnya rencana licik mereka dimulai. Para saudaranya benar-benar membuang Yusuf ke dalam sumur. 

Tanpa rasa bersalah, mereka pulang meninggalkan Yusuf dan menemui ayahnya. Di depan Nabi Yakub, mereka berpura-pura menangis dan membawa pakaian yang penuh darah dan mengatakan jika Yusuf diserang serigala.

Dalam QS Yusuf: 14 pun dijelaskan, "Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala, dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar." Mereka datang membawa baju gamisnya yang berlumuran dengan darah palsu. Yakub berkata: "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan."

Sementara, Nabi Yusuf yang  merasa kesulitan terus meminta pertolongan Allah SWT. Lalu datanglah seorang kafilah ke sumur tersebut.

Saat hendak mengambil air, kafilah itu terkejut karena menemukan seorang pemuda tampan. Nabi Yusuf lalu diselamatkan dan dibawa ke Mesir dan dijual.

Seorang pejabat Mesir lalu membelinya, namun tak dijadikan budak. Nabi Yusuf justru diangkat sebagai anak. Ia dibesarkan oleh orang tua angkatnya dengan rasa kasih sayang. Lalu Nabi Yusuf justru mendapat rayuan maut dari Zulaikha. 

Cinta dan tipu daya istri Zulaikha terhadap Nabi Yusuf terdapat dalam surah Yusuf ayat 23-29. Dalam ayat itu diceritakan bahwa Zulaikha terus menggoda dan merayu Yusuf agar bersedia menuruti hasratnya.

Namun Yusuf tetap menolaknya. Saat peristiwa itu tersebar di Mesir, ia meminta Yusuf merahasiakannya dari publik.

Namun rahasia itu diketahui oleh para perempuan di kalangan istana yang menggiring tanggapan bahwa benar adanya tentang ketampanan seorang Yusuf. Ketampanan Yusuf ini justru membuatnya dihukum. 

Sang majikan, Al-Aziz, menjebloskan Yusuf ke dalam penjara bersama 2 pemuda lain. 

Yusuf jadi penafsir mimpi

Saat dipenjara, 2 pemuda yang dipenjara bersamanya bermimpi dan meminta Yusuf mengartikan mimpi mereka. Yusuf lalu mengartikan mimpi itu sambil berdakwah menyiarkan agama Islam.

Saat itu, Yusuf berhasil mengartikan mimpi bahwa salah seorang pemuda itu akan terbunuh. Salah seorang pemuda yang berhasil selamat pun kembali ke rumah orangtuanya untuk melanjutkan hidupnya.

Sementara pemuda yang satu benar terbunuh sesuai penafsiran mimpi dari Nabi Yusuf. Setelah bertahun-tahun dipenjara, Raja Mesir tiba-tiba bermimpi 7 ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh 7 ekor sapi betina yang kurus, 7 tangkai gandum yang hijau, dan 7 tangkai lainnya yang kering. 

Namun sayang tak ada seorang pun yang berhasil mengartikan mimpi sang Raja. Hingga seorang pemuda yang saat itu selamat teringat kepada kemampuan Yusuf yang bisa menafsirkan mimpi.

Ia pun dianggap berhasil mengartikan mimpi sang Raja Mesir. "Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun sebagaimana biasa, kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit," kata Yusuf mengartikan mimpi sang Raja.

Saat Nabi Yusuf berhasil menafsirkan mimpi dari sang Raja, ia pun dibebaskan. Kemudian mimpi Al-Aziz tersurat dalam ayat ke-43 dan 44 dalam Al quran, surat Yusuf, serta kebebasan Yusuf yang tersurat dalam ayat ke-50 sampai 55.

Dalam kisah ini yang kemudian menjadi awal mula perkenalan dan ketertarikan raja Mesir terhadap diri Yusuf.

Keberhasilan Yusuf mengartikan mimpi itu lalu membuat raja Mesir membuatnya menjadi salah seorang terdekat raja. Yusuf diminta untuk menjadi bendahara, seseorang yang berkedudukan tinggi di Mesir.

Yusuf kembali bertemu dengan saudara-saudaranya

Setelah lama terpisah dari keluarga kandungnya, suatu waktu saudara Yusuf yang pernah membuangnya datang dari Palestina untuk meminta persediaan makanan ke Mesir.

Nabi Yusuf yang langsung mengenali saudara-saudaranya itu langsung berpesan kepada mereka untuk datang kembali sambil membawa Bunyamin, saudaranya yang baik yang saat itu tinggal bersama Nabi Yakub.

Lalu saudara-saudaranya itu kembali datang dengan mengikutsertakan Bunyamin. Kepada Bunyamin, Yusuf memberitahu bahwa ia adalah saudaranya yang telah dibuang.

Yusuf lalu memerintahkan saudaranya itu untuk membawa bajunya dan mengusapkannya pada wajah sang ayah yang sudah menua. 

Nabi Yakub temui Yusuf di Mesir

Saat baju Yusuf dibawa saudaranya, Yakub dari jarak kejauhan sudah dapat mencium bau Yusuf. Anak-anaknya kemudian mengusap baju Yusuf kepada ayahnya yang mulai menua dengan penglihatan yang mulai kabur.

Setelah diusapkan baju Yusuf, Nabi Yakub pun bisa melihat kembali dengan jelas. Setelah berhasil melihat dengan jelas, Nabi Yakub bersama semua anaknya menuju Mesir untuk bertemu dengan Yusuf.

Pertemuan itu dipenuhi dengan rasa haru dan bahagia.

"Wahai ayahku! Inilah arti mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara," ucap Yusuf sesuai surat Yusuf ayat 100.

Topik
kisah nabi yusufnabi yakubklaster perumahanagama islamsejarah islam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru