Bukan tanpa Dasar, Dua Pamali Ini sesuai Hadis Rasulullah

May 18, 2021 08:47
Ilustrasi pamali (infobudayadotnet)
Ilustrasi pamali (infobudayadotnet)

MALANGTIMES - Setiap wilayah, biasanya memiliki sebuah pamali, pantangan atau pun larangan yang terkadang sudah menjadi tradisi. Dan setiap daerah satu dengan daerah lainnya terkadang memiliki perbedaan. Pamali inilah yang terkadang digunakan oleh orang tua untuk melarang anaknya. 

Lalu bagaimanakah pamali itu dalam Islam?, dan tahukah kamu jika terdapat dua pamali yang sejalan dengan Islam?, lalu apa sajakah pamali itu?. Mari simak ulasannya berikut ini.

Pamali dalam Islam disebut Aadah' yang berarti sebuah kebiasaan masyarakat. Dalam ilmu kaidah fiqih, Imam Syafi'i mengungkapkan bahwa, "sebuah kebiasaan akan menjadi sebuah hukum". Hukum yang dimaksud adalah sesuatu yang terbentuk dari kebiasaan masyarakat.

Jika sesuai dalil, pantangan itu hukumnya Sunnah atau mubah atau malah wajib jika sesuai dengan dalil. Namun sebaliknya, jika bertentangan dengan dalil, ia pantangan tersebut akan menjadi haram atau makruh. Mengenai hal tersebut, dijelaskan dalam kitab Ushulil Fiqih.

Mengenai dua pantangan atau pamali yang sejalan dengan Islam, pertama adalah larangan keluar di waktu Maghrib.
Dalam larangan ini, para orang tua seringkali mengatakan kepada anaknya jika larangan keluar waktu Magrib lantaran pada saat itu banyak mahluk halus yang sedang keluar, seperti halnya jin dan setan. 

Namun larangan ini ternyata bukanlah tanpa dasar.  Dalam Islam dijelaskan jika jin mempunyai kebiasaan berkeliaran setelah matahari tenggelam. Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW

"Jika masuk awal malam atau beliau bersabda, jika kalian memasuki waktu sore maka tahanlah anak-anak kalian karena setan sedang berjalan pada saat itu. Jika sudah lewat sesaat dari awal malam boleh lah kalian lepaskan anak-anak kalian.tutuplah pintu pintu dan sebutlah nama Allah karena setan tidak bisa membuka pintu yang tertutup,"(HR Bukhari dan Muslim).

Perihal pantangan ini Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari dalam kitabnya yang berjudul Sabilal Muhtadin jilid 2, menjelaskan, jika anak kecil atau bayi seringkali menjadi  korban gangguan jin.

Untuk menghindari gangguan jin tersebut, dalam Islam, dilakukan aqiqah terhadap anak yang baru lahir. Sejalan dengan itu, larangan untuk anak-anak keluar saat matahari terbenam, berlaku hingga berlalunya permulaan isya. Hal ij sesuai dengan sabda nabi, " jangan lepaskan hewan-hewan ternak dan anak-anak kalian ketika matahari terbenam sampai berlalunya awal isya karena para setan berkeliaran antara waktu tenggelamnya matahari hingga berlalunya awal isya," (HR Muslim).

Kemudian yang kedua adalah pamali duduk di pintu rumah. duduk di samping di depan maupun di tengah pintu adalah pamali yang sering kita dengar. Larangan tersebut banyak dikatakan orang tua merupakan penghambat rezeki. Lalu mengapa demikian ?.

Pamali ini berkaitan tentang tamu. Tamu akan leluasa datang jika tidak terdapat penghalang di depan pintu. Saat si empunya rumah duduk di samping atau di depan pintu, maka tamu akan segan atau malu untuk masuk ke dalam rumah. Padahal tamu adalah salah satu jalan untuk datangnya rezeki. Karena itulah, Rasulullah menganjurkan kaumnya untuk memuliakan tamu. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu, Rasulullah bersabda, "barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah berkata baik atau diam. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya," (HR Bukhari dan Muslim).

Sahabat MalangTIMES yang beriman, itulah tadi dua pamali yang memang sejalan dengan hadis Rasulullah SAW, diambil dari sumber Islam Populer dan beberapa sumber lain. Hal ini menunjukkan jika larangan-larangan orang tua terdahulu bukanlah mitos semata. Karena, apa yang disampaikan diatas kiranya bisa menjadi sebuah bekal positif untuk menjadikan kita semuanya menjadi manusi yang lebih baik lagi serta semakin menambah keimanan kepada Allah SWT. 

Topik
Rasulullah SAWimam syafiiimam syafiidubai

Berita Lainnya

Berita

Terbaru