Hilang Saat Menyusul Kakak Mancing, Geger Bocah 8 Tahun Diculik Wewe Gombel

May 17, 2021 15:51
Beberapa warga saat menunggui sungai tempat korban hilang hingga dinihari (foto : istimewa / Jatim TIMES)
Beberapa warga saat menunggui sungai tempat korban hilang hingga dinihari (foto : istimewa / Jatim TIMES)

JEMBERTIMES – Warga Desa Keting, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember dibuat geger pada Minggu (16/5/2021). Pasalnya, warga setempat yang berinisial AR dan merupakan bocah 8 tahun diketahui menghilang dan belum juga ditemukan hingga sekarang. Bocah yang masih duduk di kelas 1 SD ini dikabarkan hilang setelah pamit ke kakeknya untuk mencari kakaknya yang sedang mancing di Sungai Bondoyudo yang ada di desa tersebut.

Banyak warga yang mengaitkan hilangnya putra dari pasangan Sola dan Sulimah ini digondol Wewe Gombel (makhluk halus berjenis kelamin perempuan yang masih dipercaya warga sekitar,red) atau makhluk halus. Mengingat lokasi tempat kakak dari AR memancing merupakan tempat yang wingit atau angker.

“Korban saat itu pamit ke kakeknya, katanya mau mancing menyusul kakaknya, ia berangkat jam 3 sore, namun sampai petang dan menjelang magrib, ia tidak pulang. Sedangkan kakaknya sendiri sudah pulang, kemungkinan korban dibawa makhluk halus sejenis wewe, karena lokasi mancing dikenal angker dan wingit,” ujar Aris warga sekitar yang ikut mencari korban pada Senin (17/5/2021).

Aris menjelaskan, di lokasi mancing yang dituju oleh korban, beberapa warga mencoba mencari keberadaan korban. Namun warga bersama keluarganya tidak menemukan jejak kaki atau bekas ada orang yang jatuh ke sungai. 

“Dari situlah warga meyakini jika korban hilang karena di gondol wewe,” beber Aris.

Sebagian keluarga korban dibantu oleh beberapa warga dan kembali ke rumah untuk mengambil peralatan dapur seperti wajan, ember dan sendok untuk dibunyikan berirama dan kembali mencari korban dengan menyusuri sungai sambil.

Namun, pencarian yang dilakukan warga sampai Senin dini hari tidak membuahkan hasil. Sehingga pada pagi harinya beberapa warga menghubungi perangkat desa dan dilanjutkan ke BPBD Lumajang dan Jember. Karena memang lokasi tempat hilangnya korban berada di sungai yang menjadi perbatasan antara Jember dan Lumajang.

"Kami terima laporan dan kebetulan wilayah sini perbatasan dengan Kabupaten Lumajang. Karena saya tahu infonya, konfirmasi BPBD Jember untuk melakukan asessment awal," kata Anggota Pusdalops BPBD Lumajang Dwi Nurcahyo saat dikonfirmasi terpisah.

Sehingga, pihaknya bersama relawan bencana setempat dibantu Basarnas melakukan upaya pencarian. "Kami dibantu dari unsur Basarnas Pos Sar Jember, Baskomas 768 Jombang, Bankom 737 Yosowilangun, Pemerintah Desa Keting, Babinsa dan Polsek Jombang, juga warga melakukan pencarian korban. Tapi karena ada kejadian laka laut juga di Lumajang, nanti yang melanjutkan pencarian dari BPBD Jember," ujar pria yang juga akrab dipanggil Ayon ini.

Senada dengan Ayon, Kepala Desa Keting Hartono juga membenarkan adanya informasi bocah berumur 8 tahun yang hilang. Korban adalah anak ke enam, pasangan Sola dan Sulimah warga setempat.

"Memang benar, kemarin ada laporan anak kecil hilang, dugaan kami ia kecebur sungai Bondoyudo.karena pada saat itu kakek yang bersangkutan bilang jika anak kecil itu pamit hendak datangi kakaknya yang sedang mancing bersama teman temanya di aliran sungai besar (aliran sungai Bondoyudo) itu," kata Hartono.

Sementara itu, Kanit Reskrim Mapolsek Jombang Aipda Andrianto Wibowo mengatakan, untuk proses pencarian terus dilakukan. "Kemarin ada laporan anak hilang umur 8 tahun, kita bersinergi dengan tiga pilar untuk proses pencarian bocah tersebut. Masih kita dalami karena minim saksi, entah bocah tersebut terjebur sungai atau memang ada hal lain," pungkasnya. 

Topik
Sungai BondoyudoKabupaten LumajangKabupaten Jember

Berita Lainnya

Berita

Terbaru