Berkat Hobi Masak, Perempuan Asli Malang Ini Kini Fokus Berbisnis Camilan Frozen Food

May 15, 2021 08:48
Owner Bisnis Cemilan Frozen Pisangbahagia, Dhea Puspitaloka (Istimewa)
Owner Bisnis Cemilan Frozen Pisangbahagia, Dhea Puspitaloka (Istimewa)

MALANGTIMES – Berawal dari hobi membuat camilan, Dhea Puspitaloka Arywo sukses mengembangkan bisnis camilannya di Kabupaten Malang.

Sejak 2017, perempuan asli Malang ini mengaku bahwa awalnya ia iseng mencoba membuat makanan dan camilan. Kemudian banyak teman dan keluarga yang menyarankannya untuk menjual makanan dan camilannya tersebut dan dijadikan bisnis.

Dhea panggilan akrabnya sukses berbisnis produk camilan yakni Pisang Coklat dalam bentuk Frozen Food. Ia kini memiliki rekanan outlet di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang seperti Kepanjen, Sumberpucung, Pagelaran, Kaliparen, Ngajum, Dampit, Turen, hingga Malang Kota.

“Berawal dari hobi bikin makanan dan sering dibilang enak, akhirnya banyak yang menyarankan saya berjualan pisang coklat dalam bentuk frozen karena belum banyak yang jual waktu itu,” ujarnya.

Bisnis yang ia tekuni sekarang ini ia lakukan sejak masih duduk di bangku perkuliahan. Walaupun sempat merasa lelah dengan kegiatan kuliah dan bisnis yang ia tekuni ini, Dhea mengaku harus tetap konsisten dan rela mengorbankan waktu untuk bersantai.

“Mau nggak mau harus rela mengorbankan waktu nyantai dan kumpul sama temen, namanya bisnis itu harus berani ambil risiko,” tukasnya.

Setelah bisnisnya berjalan hampir dua tahun, Dhea kemudian dapat merekrut dua orang karyawan untuk membantunya dalam memproduksi bisnis pisang coklat frozen miliknya.

pisangbahagia

“Awalnya memang apa-apa saya kerjakan sendiri, dari mulai produksi, mengantar, sampai me-manage finansialnya apa-apa sendiri. Sampai akhirnya satu setengah tahun berjalan bisa punya dua karyawan yang ngebantu,” ucap alumni Universitas Brawijaya tersebut.

Produk cemilan frozen yang ia namai Pisang Bahagia tersebut awalnya hanya menjual produk pisang coklat lumer saja. Namun seiring berjalannya usaha miliknya, kemudian Dhea berani membuat produk baru seperti Tahu Walik dan Roti Maryam.

Semua produk yang ia jual dalam keadaan beku atau dalam bentuk frozen food. Karena menurut Dhea, produk frozen food dinilai lebih tahan lama, praktis, dan ekonomis.

“Semua dalam bentuk frozen, jadi tidak ada yang kami jual dalam bentuk matang. Agar mudah dipasarkan,” ucap Dhea.

Ketika ditanya omzet yang ia dapatkan, Dhea memaparkan omzet keuntungannya berkisar 10 hingga 15 juta. Namun karena pandemi Covid-19, Dhea juga menegaskan jika omzet yang didapat lebih dari angka tersebut.

Kini Dhea masih fokus dan konsisten dalam mengolah bisnis camilan froze foodnya, dan ingin terus berinovasi membuat produk baru. Ia juga berharap bisa mendapatkan outlet rekanan baru dan melebarkan sayapnya hingga keluar Malang dan provinsi.

Topik
produk frozen foodmakanan bekuvitur baru twitterProduk UMKM

Berita Lainnya

Berita

Terbaru