Lampu Pijar Temuan Thomas Alva Edison, Ternyata Telah Dijelaskan dalam Alquran

May 16, 2021 09:06
Kampus pijar (99dotco)
Kampus pijar (99dotco)

MALANGTIMES - Thomas Alva Edison merupakan salah satu orang yang berkontribusi besar bagi dunia. Penemuannya yang paling terkenal adalah penemuan lampu pijar. Penemuan tersebut berhasil setelah ribuan kali gagal dalam melakukan percobaan.

Lantas bagaimana Thomas Alva Edison bisa gagal hingga ribuan kali? Dan apakah ada ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang lampu?

Mari simak ulasannya ini yang dirangkum dari beberapa sumber, seperti Islam populer.

Thomas Alva Edison menemukan lampu setelah di cap bodoh. 

Thomas lahir pada 11 Februari 1947 di Milan, Ohio, Amerika Serikat. Saat mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan formal, ia  di cap sebagai orang yang bodoh. Karena itulah, ia kemudian dikeluarkan dari sekolahnya. Setelah itu dalam kehidupannya, Thomas mengalami lika-liku kehidupan. 

Untuk memenuhi kebutuhannya, ia rela bekerja sebagai penjual koran, permen maupun sayuran. Dan setelah itu, suatu ketika, ia kemudian mendapat pekerjaan baru, ia direkrut menjadi operator telegram.

Perekrut tersebut merupakan ayah dari salah ayu anaknyang pernah ia selamatkan. Dari situlah, Edison mendapatkan ketertarikan akan dunia komunikasi. Dan dari situ, ia kemudian memulai proyek penemuan.

Kemudian pada tahun 1897, Thomas menemukan penemuan penting dalam sejarah umat manusia. Penemuan itu adalah lampu pijar. Meskipun sebelumnya telah ada lampu yang dengan sumber tenaga listrik untuk penerangan di jalanan Paris. Temuan Thomas lebih dianggap praktis karena terdapat pemakaian listrik yang dapat diterapkan di rumah-rumah.

Pada tahap pembuatan lampu Thomas sempat gagal ribuan kali. Tahun 1870 iya merancang lampu pijar dengan elemen platina, akan tetapi rancangan ini malah tidak praktis.akhirnya Thomas mencari elemen lain yang dapat dipanaskan secara ekonomis dan efisien.

Pada tahun yang sama Sir Joseph Wilson Swan, juga menciptakan kampus pijar. Kampus pijar ciptaannya bisa bertahan selama 13,5 jam. Sebagian besar filamen pada kampus pijar yang diciptakan saat itu, putus dalam waktu yang sangat cepat.

Untuk menyelesaikan masalah itu, Thomas kembali melakukan percobaan. Thomas kemudian menempatkan untaian karbon yang ditempatkan dalam bola lampu hampa udara. Hingga pada tanggal 19 Oktober 1879, Thomas berhasil membuat lampu yang bisa menyala selama 40 jam.

Dari temuan Thomas Inilah kemudian cukup pesat dalam hal penggunaan listrik. Dalam hal itu, komponen pendukung lain yang juga diciptakan oleh Thomas adalah sekering dan saklar.

Lalu, berkaitan dengan lampu dan penerangan, apakah sudah dan dijelaskan dalam Al-Quran?

Terdapat banyak ilmuwan yang telah menyumbangkan banyak pemikirannya tentang listrik. Salah satunya adalah 
Michael Faraday. Yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Inggris yang lahir pada tahun 1791. 

Michael Faraday telah banyak menciptakan ilmu pengetahuan dan tetap dikenal hingga sekarang.

Salah satu penemuannya adalah pengaruh elektromagnetik terhadap pembangkitan energi listrik yang ditemukan pada tahun 1832. Penemuan ini disebut dengan hukum Faraday.
Temuan dari Faraday ini tidak terlepas dari temuan Thomas akan lampu pijar.

Thomas berhasil memanfaatkan listrik sebagai alat penerangan melalui lampu pijar. Sehingga kedua ilmuwan tersebut benar-benar menjadi seorang ilmuwan yang dikenal. Namun jauh sebelum itu, Al-Quran telah menjelaskan tentang prinsip dasar listrik.

"Allah (pemberi) Cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu ada di dalam tabung kaca, dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan" (QS An Nur 35).

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa bola lampu yang diletakkan di dinding dalam ruangan yang gelap, ketika lampu dinyalakan akan memberikan cahaya atau pelita di seluruh ruangan. Bola lampu tersebut seperti halnya sebuah lubang yang bercahaya dan cahayanya tidak tembus ke ruangan lainnya. 

Bola lampu ditutupi oleh kaca yang kedap udara. Hal itu berguna untuk menimbulkan radiasi pada kumparan yang ada di ruang tabung kaca. Efek cahaya itu akan semakin terlihat jika lampu ditempatkan pada tempat yang tinggi seperti sebuah bintang yang bercahaya. 

Masih pada ayat yang sama, dijelaskan, jika cahaya-cahaya dinyalakan dari atas pohon zaitun. Dijelaskannya lebih detail lagi tentang pohon zaitun yang tidak tumbuh di timur maupun di barat.

Allah SWT berfirman "yang dinyalakan dengan minyak dari pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang punyanya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api, cahaya di atas cahaya (berlapis). Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang mampu dia kehendaki. Dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah maha mengetahui segala sesuatu (QS An Nur 35).

Topik
penemu lampusebut bupati lumajang berkiblat ke PKIalquran

Berita Lainnya

Berita

Terbaru