Penentang Islam yang Akhirnya Jadi Pahlawan Islam (8)

Sabetan Pedang Allah Menyadarkannya, Panglima Musuh Jadi Syuhada setelah Salat 2 Rakaat

May 12, 2021 15:44
Ilustrasi (portal Islam)
Ilustrasi (portal Islam)

INDONESIATIMES  - Dalam sejarah perjalanan Islam, banyak sekali kisah yang perlu diketahui. Salah satunya yakni kegagahan tentara Islam di bawah Panglima Khalid bin Walid. 

Pada Perang Yarmuk, misalnya, terdapat 30 ribu tentara pimpinan Khalid yang mampu meladeni 150 ribu tentara Romawi. Perang itu terjadi pada tahun ke-13 Hijriah. 

Perang Yarmuk itu juga sebagai salah satu pembuktian bahwa jumlah tentara yang banyak bukanlah senjata terkuat untuk mengalahkan musuh. Namun, keimanan dan siap mati demi agama Allah yang membuat pasukan sedikit itu lebih kuat daripada musuhnya yang berjumlah jauh lebih banyak. Apalagi, selain kalah jumlah pasukan, alat perang yang digunakan pasukan Islam jauh lebih sederhana daripada musuh yang dibekali senjata dan alat perang yang lengkap.

Bahkan, menjelang Perang Yarmuk, tentara Islam diejek  oleh panglima Romawi yang bernama Mahan. Panglima Romawi ini merendahkan moral tentara Islam dengan mengatakan  para mujahidin pergi berperang hanya karena kelaparan.

“Aku tahu kamu semua meninggalkan tanah air karena terpaksa dan kelaparan. Jika kamu semua setuju, aku akan berikan setiap seorang tentara 10 dinar beserta dengan pakaian dan makanan dengan syarat mereka berangkat pulang dan tahun depan jumlah yang serupa akan diantar ke Madinah,” kata Mahan.

Penghinaan itu lantas dijawab lantang oleh Khalid. “Kami tidak akan keluar dari negeri kami hanya karena kelaparan seperti yang engkau katakan. Tetapi, kami adalah satu kaum yang suka minum darah dan kami tahu tidak ada darah yang lebih lezat dan nikmat seperti darah orang Romawi. Karena itulah, kami kemari.”

Sebelum perang besar, terjadi perang tanding satu lawan satu antara perwakilan pasukan Muslimin dengan Romawi. Khalid kala itu ditantang seorang panglima Romawi bernama Georgius Theodorus.  Orang Arab menyebut panglima andalan Romawi itu dengan Jirri Tudur.

Tombak baja Gregorius saat itu memburu Khalid. Dengan cekatan, Sang Pedang Allah bisa menghindarinya. Khalid pun membalas dengan sabetan pedangnya yang mampu mematahkan tombak Gregorius. 

Gregorius lantas takjub sambil beralih kepada pedang besarnya. Dia heran tombaknya yang terbuat dari baja pilihan patah kena sabetan pedang Khalid. Kehebatan ilmu tarung Khalid juga membuat kagum Georgius. 

Kedua panglima besar itu lalu saling mendekat hingga kepala kuda mereka bersentuhan. Mereka lantas saling terlibat perbincangan yang dicatat dalam sejarah. 

“Wahai Khalid, hendaklah kamu berkata benar karena setiap orang yang merdeka tidak akan berbohong. Apakah benar bahwa Tuhan-mu telah menurunkan kepada Nabi-mu sebilah pedang dari langit lalu diberikan kepadamu dan kalau diayunkan kepada seseorang, pasti dia akan kalah?” tanya Georgius.

Khalid lalu menjawab, “Tidak.” Georgius bertanya lagi, “Mengapa kamu disebut Pedang Allah?”

Khalid menjelaskan bahwa Allah SWT telah mengutus seorang Rasul dari bangsa Arab. Hanya, ada kalangan bangsa Arab yang mempercayainya dan ada yang mendustainya. 

Awalnya, Khalid termasuk kalangan orang yang mendustakan Allah SWT dan Rasul-Nya. Lantas, datanglah hidayah kepada Khalid untuk memeluk agama Islam.  Bahkan Rasulullah sampai menyebut Khalid sebagai sebilah pedang dari pedang Allah SWT. 

“Apa yang kamu dakwahkan kepada manusia?”  tanya Georgius lebih lanjut. Khalid menjawab, “Agar umat manusia bertauhid kepada Allah dan menerima ajaran Islam.” 

Georgius lantas melanjutkan pertanyaannya kepada Khalid. “Bagaimanakah kedudukan seseorang yang menerima Islam pada pilihan pertama pada hari ini?”

“Kedudukan dan derajat bagi kami hanya satu di antara dua, yaitu apa yang ditetapkan Allah. Mulia atau hina. Tak peduli apakah ia menerima Islam lebih dulu atau belakangan!," jawab Khalid.

“Jadi, orang yang menerima Islam pada hari ini, ya Khalid, apakah sama kedudukannya dengan yang lain dalam segala hal?” tanya Georgius lagi. 

“Ya, Anda benar!” jawab Khalid.

“Mengapa bisa sama, ya Khalid? Padahal, Anda sudah lebih dulu Islam daripadanya?” tanya Georgius lagi.

“Kami memeluk Islam dan mengikat baiat dengan Rasul Muhammad SAW. Ia hidup bersama kami dan kami menyaksikan mukjizatnya hingga beliau wafat. Sedangkan orang yang menerima Islam pada hari ini tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah  dan tidak pernah menyaksikan semua itu. Jika orang itu menerima Islam dan menerima kerasulan Muhammad dan pembenarannya itu jujur serta ikhlas, maka sesungguhnya ia jauh lebih mulia daripada kami!” kata Khalid.

“Ya Khalid, keterangan Anda sangat benar? Anda tidak menipu, tidak berlebih-lebihan dan tidak membujuk? Demi Allah, saya menerima Islam pada pilihan pertama!” ungkap Georgius.

Hingga akhirnya Georgius mendapatkan hidayah. Dia memutuskan masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Khalid bin Walid. Dia juga sempat melaksanakan salat dua rakaat. 

Lantas, Georgius maju berperang bersama pasukan Islam. Dia yang beberapa menit sebelumnya masih memusuhi Islam, kini balik menyerang tentara Romawi yang sudah memberikan kehormatan sebagai panglima kepadanya.

Pada perang tersebut, Georgius menjadi seorang syuhada. Dia wafat di tangan bekas anak buahnya. 

Namun, tentara Islam meraih kemenangan gemilang atas pasukan Romawi. Kemenangan atas Romawi di Yarmuk itu yang semakin membuka pengembangan Islam sampai jauh, seperti  ke tanah Afrika.

Topik
sejarah islamkisah islamiGeorgius TheodorusKhalid Bin Walidanjang sana lebaran

Berita Lainnya

Berita

Terbaru