Kolaborasikan Seni Lukis dengan Anyaman Bambu, Ibu Rumah Tangga Hasilkan Souvenir Berharga

May 15, 2021 22:32
Tampak Iwut Andika bersama ibu rumah tangga lainnya saat melukis pernak-pernik yang berasal dari anyaman bambu. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Tampak Iwut Andika bersama ibu rumah tangga lainnya saat melukis pernak-pernik yang berasal dari anyaman bambu. (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Iwut Andika bersama perkumpulan ibu rumah tangga lainnya terus berupaya mengenalkan kerajinan tangan khas Malang dengan mengkolaborasikan keahlian seni lukis yang dituangkan dalam produk kerajinan tangan berbahan dasar bambu. 

Uniknya, produk kerajinan tangan berbahan dasar bambu yang kemudian dibentuk anyaman itu lalu dilukis. Produk-produk tersebut seperti capil, tempeh, kipas dan produk lainnya yang semakin hari semakin sepi peminat. 

Iwut sapaan akrabnya bersama ibu rumah tangga lainnya memiliki ide untuk produk-produk berbahan bambu tersebut agar dapat diminati lagi oleh masyarakat untuk menjadi souvenir atau buah tangan khas Malang. 

Salah satunya dengan menghias yang diwujudkan dalam bentuk lukisan berbagai macam model. Mulai dari karakter wayang, topeng Malangan dan tarian khas Malang tampak dalam produk anyaman bambu tersebut. 

"Saya merasa kasihan melihat perajin anyaman bambu yang kesulitan dalam penjualannya. Untuk itu saya tuangkan apa yang saya bisa ini berupa melukis untuk bisa bermanfaat untuk orang lain," ungkapnya. 

Pemilihan karakter lukisan wayang, topeng Malangan dan tarian khas Malang dipilih karena minat dan ketertarikan generasi muda pada seni budaya lokal makin hari semakin menurun. "Karakter-karakter dalam lukisannya merupakan warisan seni budaya lokal yang wajib dilestarikan," ujarnya. 

Selain itu, kreasi tersebut juga sebagai bentuk upaya dari Iwut bersama ibu rumah tangga lainnya untuk lebih menggairahkan dunia perekonomian di sektor pariwisata. Karena untuk pemasarannya sendiri, Iwut menyasar kampung-kampung tematik dan tempat wisata yang ada di Kota Malang.

"Hal itu kami lakukan demi melengkapi koleksi-koleksi souvenir di tempat tempat wisata. Dengan demikian, karakter kesenian Kota Malang akan semakin dikenal masyarakat luas," katanya. 

Iwut yang tinggal di wilayah Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing ini mengatakan bahwa produk-produk kerajinan tangan anyaman bambu dengan tambahan lukisan karakter tersebut ia banderol dengan harga Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu. 

"Meski saat ini sedang dalam masa pandemi, tapi akhir-akhir ini berlahan lahan permintaan pasar sudah mulai meningkat. Saya yakin dengan niat yang baik, kerajinan dan seni budaya lokal Kota Malang akan kembali menggeliat lagi," ujarnya. 

Terakhir Iwut berharap agar generasi muda Kota Malang dapat mewarisi seni budaya lokal Kota Malang agar kesenian maupun tradisi khas Kota Malang tidak punah lekang oleh perkembangan zaman. 

"Mudah mudahan ada pemuda Malang yang muncul hingga menjadi seorang yang dapat mengembalikan kejayaan kebudayaan Kota Malang," pungkasnya.

Topik
jarum suntikkerajinan tanganUMKM Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru