Sosok Sahabat Nabi yang Dikenal dengan Nama Berbeda-beda di Setiap Kalangan, Siapa Dia?

May 15, 2021 06:22
Ilustrasi. (Foto: Source google).
Ilustrasi. (Foto: Source google).

MALANGTIMES - Siapa sangka, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin memiliki berbagai nama panggilan di setiap kalangan. Siapakah dia? Dan apa saja panggilan itu?

Dikutip dari kitab Bihar Al-Anwar, yang terdapat dalam jilid 35 halaman 63, berikut ini sederet nama panggilan sosok sahabat Nabi Muhammad SAW itu.

Penduduk langit memanggilnya “Syamsathil”. Di bumi ia dikenal dengan nama “Hamhail”. Di Lawh dikenal dengan nama “Qansum”. Di Qalam dikenal dengan nama “Manshum”.  Di ‘Arsy dikenal dengan nama “Mu’in”.  Malaikat Ridwan memanggilnya “Amin”. Para bidadari memanggilnya “Ashab”.

Kemudian, dalam shuhuf Ibrahim dikenal dengan nama “Hazbil”. Dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama “Bilqiathis”. Dalam bahasa Suryani dikenal dengan nama “Syarwahil”.

Dalam kitab-kitab lain, sosok ini juga dikenal dengan berbagai nama. Seperti, dalam Taurat dikenal dengan nama “Ilia”. Dalam Zabur dikenal sebagai “Irya”. Dalam Injil dikenal sebagai “Bariya”. Dalam lembaran-lembaran para nabi dikenal sebagai “Hijr al-‘Ayn”. Dalam al-Qur’an dikenal sebagai “Aliya”. Nabi Muhammad memanggilnya “Nashira”.

Kalangan bangsa Timur Tengah juga mengenal dengan berbagai nama. Di antaranya,  bangsa Arab mengenalnya dengan nama “Maliya”.
Di kalangan bangsa India dikenal dengan nama “Kabkara” (atau Lenkara). Di Romawi dikenal dengan nama “Batris”. Di kalangan bangsa Armenia dikenal dengan nama “Fariq” (atau Athfarus).

Selanjutnya, di kalangan bangsa Skalvia (Prusia kuno) dikenal dengan nama “Fayruq”.  Bangsa Persia mengenalnya dengan nama “Khayar” (atau Feiruz). Bangsa Turki mengenalnya dengan nama “Tsabira” dan “Anira” (atau Raz).

Di kalangan bangsa Khazar dikenal dengan nama “Barin”. Bangsa Nabatian (Irak kuno) dikenal dengan nama “Kariya”. Di Daylam dikenal dengan nama “Bani”. Bangsa Zanj (Zanjibar – Tanzania) mengenalnya dengan nama “Hanin”.

Di kalangan bangsa Habasyah (Abesinia – Ethiopia) dikenal dengan nama “Batrik”. Kalangan filosof mengenalnya dengan nama “Yusya”.  Tukang tenung mengenalnya “Bawi”.
Sedangkan bangsa jin mengenalnya dengan nama “Habin”.

Juga di kalangan bangsa setan, sosok ini dikenal dengan nama “Mudammar”.
Di kalangan kaum Musyrikin dikenal dengan sebutan “Mawt al-Ahmar” (Kematian Merah). Serta, di kalangan kaum Mukminin dikenal dengan sebutan “Sahabah al-Baydha” (Awan Putih).

Selanjutnya, Ayahnya memangilnya "Harb". Kemudian, Ibunya memanggilnya "Haydar", lalu
Ibu asuhnya memanggilnya “Maymun”. Sedangkan Allah SWT Memanggilnya “ALI”

Dia ialah, Ali bin Abi Thalib, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang menjadi khulafaur rasyidin terakhir. Ia adalah khalifah keempat atau yang terakhir.

Sejak kecil, Ali bin Abi Thalib tinggal bersama Nabi Muhammad SAW. Ia dititipkan oleh ayahnya, Abu Thalib ketika masa paceklik menyerang Makkah.

Sebenarnya, panggilan "Ali" ini diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Nama kecil dirinya adalah Haydar bin Abu Thalib. Kendati begitu, julukan Ali lebih populer daripada nama aslinya. Bahkan, banyak orang mengenal Ali bin Abi Thalib daripada Haydar bin Abu Thalib.

Topik
cerita sahabat nabiSahabat Nabi Muhammad

Berita Lainnya

Berita

Terbaru