Legendaris! Mengulik Es Santan Setengah Abad yang Jadi Kuliner Khas Kota Malang

May 15, 2021 05:59
Segarnya Es Santan 68, kuliner legend di Kota Malang. (Foto: Instagram @essantan68).
Segarnya Es Santan 68, kuliner legend di Kota Malang. (Foto: Instagram @essantan68).

MALANGTIMES - Berbicara Kota Malang, tak hanya dikenal dengan segudang destinasi wisata, tapi juga dilengkapi dengan sajian kuliner. Dari yang unik, hingga legend banyak mewarnai sajian makanan dan minuman khas di kota berjuluk kota pendidikan ini.

Salah satu yang hingga kini menyita perhatian, yakni minuman segar nan unik Es Santan 68. Jika dilihat dari tampilannya, kuliner yang berada di Jl Sempu, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini terbilang sederhana. Namun, tak pernah sepi peminat.

Justru dari waktu ke waktu, sajian minuman unik ini makin digemari berbagai kalangan. Dari anak-anak hingga kalangan orang tua. Es ini terbilang legendaris, sesuai namanya kuliner ini telah berdiri sejak 1968 silam.

"Waktu itu saya mulai jualan umur 17 tahu, dulu dihargai seringgit atau dua setengah rupiah," ungkap Penjual Es Santan 68, Sutono.

Tak hanya legend, tampilan dari Es Santan ini cukup menarik. Tentunya dibarengi pula dengan rasa yang unik. Kebanyakan orang menyebutnya Es Pink, lantaran warna dari Es 68 berpadu dari santan, tape ketan, cendol, sirup merah dan es. Sehingga menghasilkan warna merah muda.

Makin istimewa, saat penyajian, di atas gelasnya ditutup dengan roti tawar yang disiram sirup merah sebagai toppingnya. Hal ini menjadikan es semakin bercita rasa beragam, dari asam tape, manis, dan gurih.

Cita rasa yang dihasilkan ini, diceritakan Sutono tak ada resep khusus. Namun, dia mengatakan tetap konsistensi dalam meracik bahan-bahan agar rasa yang dihasilkan tetap bertahan. "Kalau bicara bahan ya cuma santan, vanili, gula, pandan hijau, tape ketan hitam, dan cendol," jelasnya.

Meski sudah berdiri selama kurang lebih 50 tahun, namun harga yang dibanderol untuk segelas Es Santan 68 ini terbilang murah meriah. Yakni, hanya Rp 5 ribu saja. Tak ayal, hal ini banyak membuat konsumen yang menjajal minuman unik ini terus kembali untuk menikmatinya.

Seperti yang diungkapkan Feni Yusnia, perantau asal Jember. Awalnya ia mencoba Es Santan 68 ini karena penasaran, apalagi banyak beredar di sosial media. Namun, kini menjadi langganan setiap kali ingin melepas dahaga.

"Karena suka makan, terus temen-temen bilang ada es enak, tampilannya juga unik. Lalu saya coba dan rasanya emang enak. Seger," terangnya.

Es Santan 68 buka setiap hari hingga pukul 16.00 WIB. Warung es sederhana yang hanya bermodalkan gerobak dorong yang mangkal di trotoar jalan ini juga membuka cabang di depan SMA Negeri 9 Kota Malang.

Topik
es 68danau pinkKuliner Malangkuliner kuno

Berita Lainnya

Berita

Terbaru