Industri Rumahan Opak Gambir di Turen Kebanjiran Order Jelang Lebaran

May 08, 2021 17:06
Pembuatan opak gambir masih menggunakan cara tradisional dan manual. (Foto: Istimewa.)
Pembuatan opak gambir masih menggunakan cara tradisional dan manual. (Foto: Istimewa.)

MALANGTIMES - Jelang beberapa hari akhir bulan Ramadan, salah satu industri rumahan kue tradisional opak gambir di Desa Pegedanga,  Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, banjir pesanan.

Fauzi, pemilik industri rumahan kue tradisional itu, menerangkan bahwa dia  dan istrinya selalu kebanjiran pesanan jelang Hari Raya Idul Fitri. "Pesanan ada terus. Ya kalau pas mau Lebaran seperti sekarang, bisa kirim sampai 20 kilogram sekali pesan," ujarnya.

Produk opak gambir milik Fauzi ini bisa tembus hingga luar Malang. Bahkan sampai ke Hongkong. "Kalau kirim pesanan bisa sampai Nganjuk, Madiun, Jakarta. Ada juga yang dibawa ke Hongkong, kalau ada TKI yang kangen sama camilan opak gambir," ungkapnya.

Saat ditanya kendala saat produksi kue tradisional tersebut, Fauzi menjelaskan tidak ada kendala tertentu yang mengganjal. Hanya, ada beberapa bahan baku yang memang menjadi perhatian khusus agar kualitas kue tradisional tersebut  tidak berubah.

Fauzi  menambahkan, bahan-bahan yang digunakan dari perkembunannya sendiri, seperti kelapa dan tepung beras. "Kalau gula biasanya ambil di pasar. Kalau pas harga gula naik, ya berpengaruh tapi tidak terlalu ngaruh ke harga produknya." imbuhnya.

Selain momen Ramadan dan Lebaran, pesanan selalu datang dari para penjual kue kering di berbagai wilayah  Malang untuk dijual kembali dengan harga berbeda. Fauzi juga kerap menerima pesanan hampir dua ribu bungkus jika ada keperluan besar seperti syukuran atau hajatan.

"Biasanya sekali pesanan datang pemasukan 3 sampai 5 juta. Kalau tiap hari ya bisa dikalikan sendiri mas kisarannya (untung, red) berapa. Di sini kami juga sudah berbentuk UD (usaha dagang) walaupun industri rumahan dan sudah memiliki izin PIRT (produksi industri rumah tangga) juga," ungkapnya.

Industri rumahan milik Fauzi sudah  berlangsung 10 tahun. Dia  memiliki 6 orang karyawan untuk menjual opak gambir dengan harga mulai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu dalam kemasan bungkus untuk keperluan acara seperti hajatan. Namun jika pembeli ingin membeli dalam jumlah banyak, ia membanderol harga Rp 40 ribu per kilogram.

Seperti yang umum diketahui, opak gambir merupakan jajanan tradisional yang berasal dari Blitar. Walaupun banyak jajanan dan camilan modern lain yang semakin digemari pada momen Lebaran, jajanan tradisional yang satu ini masih jadi pilihan dan dicari banyak orang.

Topik
Opak GambirPolemik kandang ayamProdusen Opak Gambir

Berita Lainnya

Berita

Terbaru