Permintaan Telur Ayam Naik Jelang Lebaran, Peternak di Desa Ngadilangkung Kepanjen Kewalahan

May 07, 2021 16:52
Peternakan ayam petelur rumahan yang ada di Desa Ngadilangkung Kepanjen. (Fery Arifiansyah/MalangTIMES)
Peternakan ayam petelur rumahan yang ada di Desa Ngadilangkung Kepanjen. (Fery Arifiansyah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Salah satu peternak ayam rumahan di Desa Ngadilangkung, Kepanjen mengaku sempat kewalahan karena tingginya permintaan telur ayam menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Peternakan ayam milik Jono yang berlokasi di Jalan Sidoluruh Ngadilangkung tersebut bisa mendistribusikan sekitar 50 hingga 60 kilogram telur setiap harinya.

Yossy Dian, pengelola sekaligus anak dari pemilik peternakan ayam tersebut mengaku sampai kewalahan dan kehabisan stok telur beberapa hari terakhir karena banyaknya permintaan menjelang lebaran.

"Mau lebaran ini permintaan banyak, naik terus, stok kita sering kosong dan habis karena kita ngambil telurnya ini setiap hari," ungkapnya.

Walaupun peternakan milik orang tuanya tersebut berskala peternakan rumahan, ia membeberkan jika banyak pedagang maupun warga sekitar yang membeli telur langsung di peternakan milik orang tuanya tersebut.

"Biasanya yang beli ya pedagang kios dan warung buat dijual lagi, kadang juga warga sekitar. Untuk keperluan hajatan atau arisan biasanya," ujarnya.

Yossy juga menjelaskan jika harga jual telur di peternakan milik orang tuanya tersebut memang lebih murah daripada harga yang dijual di pasar ataupun warung.

Oleh karenanya peternakan tersebut juga harus bisa menyesuaikan fluktuasi harga pasar agar pelanggan tetapnya tidak hilang.

"Ya kalau di sini biasanya kami jualnya selisih Rp 2 ribu lebih murah perkilonya dibanding dengan pasar, karena biasanya yang beli di sini itu langsung 10 kilo dan dijual lagi sama mereka," paparnya.

Ketika ditanya kendala apa saja yang dihadapi peternakan rumahan ini, Yossy menjelaskan kendala utamanya ada pada harga pakan ayam dan perawatan ayam petelur yang kadang mudah stress karena faktor tertentu.

"Harga pakannya kan mahal, dan itu biasanya 2 hari sekali belinya. Di sini ada sekitar hampir 2 ribuan ekor ayam, jadi ya harus stok terus pakan ayamnya," imbuhnya.

Namun, ia juga menambahkan jika usaha yang ia kelola bersama orang tuanya ini masih mendapatkan untung walaupun sempat santer harga telur yang anjlok beberapa pekan yang lalu.

Topik
telur ayampeternak ayam kepanjenkereta api sepi penumpangHarga Telur Ayam

Berita Lainnya

Berita

Terbaru