Hukum dan Adab Membangunkan Orang Tidur Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

May 07, 2021 10:40
Tidur (Foto: Muslim Girl)
Tidur (Foto: Muslim Girl)

INDONESIATIMES - Tidur menjadi salah satu kebutuhan penting bagi tubuh manusia. Bahkan, semua makhluk hidup pun butuh tidur.

Tidur merupakan waktu dimana seluruh tubuh diistirahatkan sehingga bisa kembali bekerja maksimal setelah kita bangun. Setiap malam, manusia akan terlelap dalam tidurnya.

Tidur sendiri memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti memperbaiki sel rusak, membantu menjaga pola makan, meningkatkan daya ingat, dan mencegah datangnya berbagai penyakit. Dalam ajaran Islam yang sangat luas membuat Allah SWT memperhatikan masalah tidur bagi umatnya. 

Bahkan, terdapat beberapa dalil yang menyinggung soal tidur, salah satunya yang tertulis dalam surat Ar Rum ayat 23.

“Wa min aayaatihii manaamukum bil-laili wan-nahaari wabtigaa`ukum min fadlih, inna fii zaalika la`aayaatil liqaumiy yasma'un”

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan."

Jalaluddin As Suyuthi dalam kitabnya Ar Rahmah fi At Thib wal Hikmah menjelaskan jika waktu tidur ideal bagi seseorang dalam sehari semalam yakni sekitar 6 hingga 8 jam. Dalam rentang waktu itulah menyertakan qoilulah. 

Namun tak menutup kemungkinan seseorang bisa tidur lebih dari waktu yang ditetapkan. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti kondisi tubuh yang terlalu lelah.

Hukum membangunkan orang tidur

Kondisi tubuh yang terlalu lelah membuat seseorang bisa tidur lebih lama dari biasanya. Namun, yang dikhawatirkan di agama Islam, seseorang yang lama tertidur akan meninggalkan beberapa salat fardhu.

Salat fardhu sendiri hukumnya wajib untuk dikerjakan. Sehingga orang yang meninggalkannya akan mendapat dosa. 

Di antara salat 5 waktu, ada salah satu salat yang akan terasa berat dilakukan oleh orang-orang pemalas yakni saat waktu salat subuh. Karena salat subuh didirikan saat fajar sebelum matahari terbit. 

Tak heran, saat mendengar azan subuh berkumandang, beberapa orang tak bisa memungkiri rasa kantuk yang menyerang dan kerap menggoda iman saat akan melaksanakan salat subuh. Saat seseorang melihat saudara sesama muslim yang masih terlelap saat azan berkumandang, maka hukumnya sunah untuk membangunkan orang tersebut agar bangun dan melaksanakan salat.

Imam Nawawi dalam al-Majmu’ menjelaskan bahwa sunah hukumnya membangunkan orang yang sedang tidur untuk melaksanakan salat, terlebih jika waktunya sudah sempit atau waktunya sudah hampir habis. Imam Nawawi berdalil dengan ayat Alquran surat Al Maidah ayat 2 yang berbunyi sebagai berikut:

“Yaa ayyuhallaziina aamanu laa tuhillu sya'aa`irallaahi wa lasy-syahral-haraama wa lal-hadya wa lal-qalaa`ida wa laa aammiinal-baital-haraama yabtaguna fadlam mir rabbihim wa ridwaanaa, wa izaa halaltum fastaadu, wa laa yajrimannakum syana`aanu qaumin an saddukum 'anil-masjidil-haraami an ta'tadu, wa ta'aawanu 'alal-birri wat-taqwaa wa laa ta'aawanu 'alal-ismi wal-'udwaani wattaqullaah, innallaaha syadiidul-'iqaab”

Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."

Dalam ayat itu, Allah SWT melarang umatnya untuk tidak saling tolong menolong dalam berbuat dosa. Seperti contoh saat membiarkan orang lain tidur ketika azan berkumandang sehingga ia tidak melaksanakan salat.

Dalam sebuah hadits, dari Sayyidah Aisyah di mana dalam hadis bercerita,

"Suatu malam, Rasulullah SAW tengah melakukan salat malam, sementara aku tidur terlentang di hadapan beliau. Ketika akan menutup sholatnya dengan witir, beliau pun membangunkanku, lalu aku sholat witir (bersama beliau)". (HR. Muslim)

Adab bangun tidur

Untuk membangunkan seseorang dari tidurnya, ternyata ada adab yang perlu diperhatikan dan diterapkan. Contohnya yakni membangunkan seseorang dengan lembut tanpa membuat orang itu kaget. 

Lalu setelah bangun, ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya sebagai berikut: 

1. Duduk dan mengusap wajah

Dalam sebuah hadits, dari Ibnu Abbas berkata bahwa:

"Kemudian ketika sudah masuk pertengahan malam, Rasulullah SAW bangun kemudian beliau duduk, lalu mengusap bekas kantuk yang ada di wajahnya dengan tangannya." (HR. Ahmad).

2. Membaca doa

Rasulullah SAW saat bangun tidur, selalu membaca doa. Doa tersebut berbunyi: “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'damaa amaa tanaa wailayhinnusuur”

Artinya: "Segala Puji bagi Allah yang menghidupkan kami sesudah mati/tidur kami, dan kepada-Nya kami kembali."

3. Mencuci tangan

Setelah bangun tidur disyariatkan untuk mencuci tangan sebelum memasukkan tangan ke dalam bejana (semua tempat yang menyimpan air) atau melakukan aktivitas lainnya. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

"Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka jangan mencelupkan tangannya ke dalam bejana sebelum ia mencucinya tiga kali. Karena ia tidak mengetahui dimana letak tangannya semalam." (HR. Bukhari no. 162, Muslim no. 278).

4. Bersiwak

Bersiwak atau sikat gigi juga merupakan kegiatan yang perlu dilakukan setelah bangun tidur. Dari Hudzaifah bin Al Yaman radhiallahu’anhu beliau mengatakan:

"Biasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika bangun di malam hari beliau menggosok-gosok mulutnya dengan siwak." (HR. Al Bukhari no. 245, Muslim no. 255).

5. Berwudhu

Saat bangun tidur, rasa kantuk dan malas biasanya masih terasa. Dianjurkan untuk membaca dzikir saat bangun tidur, segera berwudhu dan melaksanakan salat, untuk menghilangkan rasa kantuk dan malas. 

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

"Setan mengikat tengkuk kepala seseorang di antara kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatannya ia mengatakan: “malammu masih panjang, teruslah tidur”. Maka jika orang tersebut bangun, kemudian ia berdzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian jika ia sholat maka terbukalah seluruh ikatan. Sehingga ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak melakukan demikian, maka ia biasanya akan bangun dalam keadaan buruk jiwanya dan malas." (HR. Bukhari no. 1142, Muslim no. 776).

6. Segera salat

Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah di atas, setelah berwudhu bergegaslah untuk melaksanakan salat subuh.

"Hendaknya orang yang bangun tidur bersungguh-sungguh untuk segera mengerjakan sholat fajar (subuh), sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kehidupan yang Allah berikan dan atas dikembalikannya ruh ke dalam tubuh kita. Dan hendaknya ia memahami bahwa hal itu merupakan nikmat yang besar." (Umdatul Qari, 5/70).

Topik
ajaran islamsalat subuhtidurbisnis parcelRasulullah SAW

Berita Lainnya

Berita

Terbaru